Papa Muda

Papa Muda
86


__ADS_3

Nadila sedari tadi ada di depan cermin. Ngaca dia.


"Yaampun udah empat bulan ngga ke salon masih banyak aja minyaknya."


"Ihh kok jerawatnya masih ada sih? Dasar salon ngga guna!" nadila berceloteh sendiri.


Taeil cuma ngelihatin dari kasur.


"Sayang... Ini jam berapa?" - taeil menginterupsi. Soalnya waktunya tidur.


"Bentar mas.. Aku masih meriksa muka aku nih, masih ada— ASTAGAA!!"


"Kenapa?" taeil tanya.


Nadila berdiri habis itu jalan ke arah kasur.


Dia duduk di depannya taeil.


"Mas lihat deh!! Masa komedo aku masih banyak? Padahal tadi aku udah ke salon!!" nadila mendekatkan wajahnya ke taeil


Sementara taeil cuma diem aja.


"Mas taeil kok diem aja sih??!!"


"Ya terus aku harus gimana sayang??"


"Ihh! Lihat nih komedo aku masih banyak, terus muka aku berminyak! Nanti kalau aku tambah jelek gimana????"


Taeil jadi bingung...


Kenapa nadila jadi seheboh ini? Padahal biasanya dia itu cuek sama  penampilan. Bahkan dia ngga peduli mau ada jerawat atau sejenisnya mampir ke mukanya.


Ada apa ini sebenarnya??


"Besok anterin aku ke klinik kecantikan ya mas. Aku mau facial, biar jerawat sama komedo aku ilang.. Terus besok aku mau beli make up keluaran terbaru, soalnya tadi aku ngga sempet beli sama mba jisoo. Terus juga aku—"


"Nadila?"


"Ya sayang?"


"Kamu berubah.."


Nadila diam.


Sedetik kemudian


"TUH KAN BENER!! PASTI AKU BERUBAH JADI JELEK YA? MUKA AKU BANYAK JERAWATNYA YA KAN? TERUS BADAN AKU JADI GENDUTAN GINI! YAAMPUN!!


"Yaampun sayang bukan ituuu"


Taeil jadi frustasi sendiri kan.


"YA TERUS APA??"


"sekarang kamu perhatian sama penampilan. Padahal dulu aku suruh bedakan aja ngga mau."


Iya juga.


"Terus ini.. Kamu pake apa sih jadi berminyak gitu mukanya??"


"Ih mas. Ini itu salah satu dari perawatan aku.. Biar muka aku awet muda."


"Ohh gitu... Biar cowok cowok diluar sana pada minta kenalan ya?"


Masih ae taeil mah.


"Ihh ngga gitu sayang.. Nih ya kalau aku perawatan. Nanti aku awet muda.. Biar kamu juga makin sayang sama aku. Ngga ngelirik sekretaris kamu di kantor.."


Taeil ketawa pelan.


"Kok ketawa sih? Kan aku bener! Aku tau ya kamu masih suka deket deketan sama sekretaris kamu yang baru itu!"


"Kamu tau dari siapa?"


"Dari kak minhyun sama mas hansol."


Memang dasar ember mereka.


"Orang ember didengerin.."


"Ya kenapa emang? Apa jangan jangan yang diomongin mereka bener ya? Kamu sering deketan sama sekretaris kamu iyaa??!!"


"Emang iya sih."


"IHH NYEBELIN YA KAMU! AKU SUSAH SUSAH NGERAWAT DIRI BIAR KAMU MAKIN CINTA SAMA AKU, EH KAMU NYA DIKANTOR MALAH SEENAKNYA SENDIRI!!GANJEN BANGET SIH JADI COWO!" nadila mukulin taeil pake bantal.


"Eh aduh, dengerin dulu sayang, kan aku belum selesai ngomong"


"APA LAGI YANG PERLU DIDENGERIN? KAMU TUH SAMA AJA KAYAK KAK DANI GAN—"


taeil  memegang tangannya nadila.


"Apa?! Kamu mau marah? Kesel? Ya—"


Taeil ******* bibirnya nadila.


Selang beberapa detik, dilepaskan.


"Udah ngomelnya?" 


"......."


"Kamu mau tau? rasa Cinta aku ke kamu itu seberapa besar?"


Nadila diam.


"Kalau kamu mau tau, jawabannya adalah sangat besar dan tak terhingga.."


Nadila masih diem.


"Dan rasa cinta aku ke kamu bakalan nambah setiap harinya.. Jadi kamu ngga perlu khawatir kalau aku bakalan tergoda sama wanita diluar sana." ucapannya taeil diakhiri dengan senyuman manis.


"Dan kamu ga perlu perawatan atau segala macam itu biar narik perhatian aku."


"Kenapa?"


"Karena dari awal....aku lebih suka kamu apa adanya." taeil senyum


Kan nadila jadi ngeblush.


Bapak taeil hutomo makin tua makin sweet.


"Mas taeil nih... Bikin aku melting aja.." nadila nutupin mukanya yang udah malu malu meong itu


Taeil ngelihatin nadila.


"Ihh mas taeil ngapain sih lihatin aku segitunya.."


Taeil terkekeh.


"Yaudah. Kita tidur ya sekarang."


Baru juga mau naik ke kasur, nadila ngerasain mual .


"Kamu mual lagi?"


"Iya mas, akhir akhir ini badan aku gaenak banget tau ngga." - nadila


'Apa nadila isi lagi ya?'


"Mau aku buatin teh?" taeil menawarkan diri


"Gausah mas, aku bikin sendiri a—hoek"


Dan nadila tambah mual.


Dia buru buru lari ke kamar mandi.


"Nadila kenapa sih? Akhir akhir ini sering mual gitu?"


Taeil jadi khawatir..


Skip ><


Nadila lagi super sibuk di dapur. 


Soalnya dia lagi bikin kue. Karena hari ini hari yang istimewa.


Iya, karena hari ini hari ulang tahun pernikahan mereka


Ngga kerasa aja udah selama ini dia jadi seorang istri.


Anak anak udah dititipin ke neneknya. Jadi dia lagi sendirian dan mumpung taeilnya pulang agak malem hari ini, jadi dia bisa leluasa nyiapin segala keperluan.


"Buat kue nya udah, tinggal hias doang sih. Aku masak dulu aja deh, biar cepet selesai."


Nadila buru buru ambil bahan bahan buat masak. Sebenernya dia mual kalau mesti bau bawang dan temen temennya ini. Tapi dia tahan aja lah, demi ngasih kejutan buat suami.


Drrrrtttt


Lagi enak enaknya ngupasin bawang. Ada telfon masuk


Nadila buru buru ambil hpnya di saku celemek.


Mas taeil💕 is calling....


Nadila langsung senyum.


"Halo mas."


"Kamu lagi ngapain? Kayaknya sibuk banget."


"Aku lagi masak mas,"


"Tumbenan masak, ngga mual emang?"


"Mual sih mas, cuma ditahan aja..kan demi—"


"Astaga... Hampir aja keceplosan"


"Demi apa?"


"Eh iya mas taeil tumbenan telfon? Kenapa?"


"Kangen aja sama kamu"


"Dih setiap hari ketemu masih aja bilang kangen.."


"Itu tandanya.... Aku ngga bisa lama lama jauh dari kamu sayang.."


Nadila ngeblush..


"Ah pasti kamu lagi merah pipinya, jadi pengen cepet cepet pulang terus bawa ke kasur, abis itu—"


"Apasih mas taeill... Makin tua makin pinter ya kamu bikin baper aku, kenapa ngga pas dulu dulunya kayak gini gitu.."


Nadila bisa denger kalau taeil ketawa pelan.

__ADS_1


"Sayang?"


"Iya mas?"


"Selamat ulang tahun pernikahan kita, babe"


Nadila senyum.


"Selamat ulang tahun juga, sayang.." 


"Kamu pengen apa? Nanti pulang dari kantor aku beliin."


"Aku ngga pengen apa apa mas."


"Yakin?"


"Aku pengennya kamu pulang cepet hari ini mas..."


"Yaudah, hari ini aku usahain pulang cepet "


"Iya mas... Eh aku tutup ya, masakkan aku ntar gosong lagi."


"Yaudah iya, see you"


"Iya sayang. Sampai ketemu di rumah"


BIP


nadila mematikan telfon.


"Kayaknya mas taeil pulang cepet deh. Mesti buru buru masak ini.."


Dan akhirnya nadila buru buru nyelesain kerjaannya.


Skip ><


Taeil baru aja nyelesain pekerjaannya. Karena hari ini dia pengen pulang cepet.


"Jam berapa sih?" taeil lihat jam tangan, udah jam enam sore.


Taeil lagi mikirin sesuatu, lalu dia tersenyum.


Dia buru buru ambil tas sama jasnya, tak lupa kunci mobil  juga diambil.


.......


Sekarang taeil lagi ada di toko bunga. Kayaknya sih lagi beli bunga.


Yaiya masa beli buah.


Taeil masih lihat lihat.


"Eh Mas taeil?"


Taeil menoleh,


"Eh seulgi?"


Tidak disangka taeil ketemu sama mantan setelah sekian tahun.


"Wahh udah lama banget kayaknya kita ngga ketemu." seulgi nyamperin taeil.


"Iyaa.. Kamu ngapain disini? Mau beli bunga juga?"


"Eh? Aku pemilik toko ini mas.."


"Serius?"


"Iya mas."


"aku beneran gatau deh. Aku sering sih kesini cuma aku gatau kalau yang punya toko ini kamu."


Seulgi cuma senyum aja.


"Oh iya mas taeil mau beli bunga apa?"


"masih lihat lihat dulu aja sih. Bingung juga mau beli yang mana." - taeil.


"Oh aku tau, mas taeil mau beli bunga buat dikasih ke mba nadila pasti"


"Iya hehe"


"Semenjak nikah sama mba nadila kamu makin romantis ya kayaknya"


Taeil cuma senyum.


"Emang mba nadila lagi ulang tahun? Atau apa?"


"Sebenernya hari ini itu ulang tahun pernikahan aku sama dia. Makanya aku pengen ngasih dia sesuatu yang dia suka. Soalnya dia suka sama bunga."


"Wahh udah anniversary aja nih."


Taeil senyum lagi


"Mba nadila suka bunga apa?"


"Nadila suka bunga tulip sama mawar."


Seulgi mengangguk paham, dia lihat sekitarnya.


"Mas taeil beli dua duanya aja."


"Dua duanya?"


"Iya,  jadi nanti bunga mawar sama tulip dijadiin satu. Sekarang lagi musim sih perpaduan gitu.."


"Oh ya?"


"Mas taeil tunggu sini aja ya,nanti kalau bunganya udah jadi aku kasih ke kamu."


"iya. Sekalian bayar kan?"


"Eh udah udah kamu ngga usah bayar."


"Loh? Kok gitu? Kan aku niatnya disini mau beli."


"Mas taeil nih kayak sama siapa aja.. Lagian ini kan hari spesial kamu sama istri kamu. Jadi aku gratisin oke." seulgi senyum habis itu masuk ke toko.


Drrrtttt


Nyonya taeil💕 is calling...


Nadila telfon. Taeil senyum.


"Assalamualaikum cinta..."


"Waalaikumsalam mas...apa deh kamu ini"


"Hehe. Kenapa hm?"


"Mas taeil ngga jadi pulang cepet?"


"Kenapa? Kangen ya?"


"Ihh mas taeil gitu deh.."


Taeil terkekeh.


"Iya iya.. Ini aku lagi perjalanan pulang sayang.. Sabar dong"


"Ya abisnya... Katanya kamu pulang cepet, aku udah nungguin daritadi nih."


"Iya iya ini lagi diperjalanan, bentar lagi juga nyampe."


"Beneran ya? Aku tungguin pokoknya."


"Iya sayang..."


BIP!


Telfon telah mati.


Taeil ngelihat wallpaper ponselnya, ada foto nadila sama anak anaknya yang lagi ketawa.


Taeil senyum cerah.


"Semoga kalian semua sehat terus ya.."


Skip ><


Sementara itu... Nadila masih nungguin taeil di ruang tamu.


"Ini mas taeil kemana sih?? Katanya mau pulang cepet. Tapi jam segini belum sampe rumah."


Nadila mondar mandir daritadi.


Dia menghela nafas. 


Dia buka hpnya. Niatnya mau telfon. Tapi....


CUP!


Ada yang cium pipinya dari belakang.


"Mas taeil!"


Taeil senyum.


"Kenapa sih? Cemberut gitu?"


"Kamu janji pulang jam berapa mas? Dan ini udah jam berapa?"


"Segitu kangennya ya kamu sama aku hm?"


"Siapa juga yang kangen, aku tuh kesel sama kamu! Kamu kan janjinya pulang cepet hari ini, tapi tetep aja ku nggak tepat waktu pulangnya! Kan aku udah masak banyak buat kamu, nanti kalau—"


Tiba tiba ada sebuket bunga di depannya nadila.


"M-mas.."


"Happy anniversary, my beautiful wife"


Nadila tercengang.


"Aku itu pulang telat gara gara ini."


"....."


"suka ngga?aku tadi telat pulang karena mampir ke toko bunga sebentar buat beli ini. Masa iya ini hari spesial kita aku ngga ngasih apa apa ke kamu."  - taeil. 


Nadila masih diam.


"Diterima ngga nih?"


"Eh iya.." nadila terima bunga pemberian taeil.


"Eh ada kotaknya?" nadila buka kotak kecil di buket.

__ADS_1


Dan setelah dibuka..


Kalung..


"Mas ini...."


"Aku tau.. Kamu pengen kalung itu, makanya waktu kamu bilang pengen , aku langsung beli."


Flashback on


Taeil sama nadila lagi belanja, soalnya kebutuhan di rumah hampir habis.


Dan sekarang nereka lagi perjalanan ke supermarket.


"Mas taeil ada barang yang pengen dibeli ngga?"


"Ada sih, tapi nanti aja. Nunggu kamu selesai belanja."


Nadila masih lihat lihat barang barang yang dipajang di etalase.


Dan nadila berhenti sejenak.


"Bagus banget deh kalungnya"


Nadila lihat harganya..


Dan wow.


"Buset, mahal banget kalung gini doang."


"Sayang.. Kenapa?"


"Lihat deh mas. Kalungnya bagus banget."


Taeil ikut ikutan lihat.


"Kamu pengen kalungnya?"


"Pengen sih mas ."


"Yaudah,ambil aja."


"Eh ngga ah, buat apa juga aku pake kalung. Lagian lihat aja tuh harganya."


Taeil ngelihat harga kalungnya.


Ya emang ngga murah sih.


"Kalau kamu pengen, ya udah diambil aja sayang."


"Ngga ah mas. Daripada beli kalung yang harganya mahal,mending uangnya ditabung buat biaya sekolahnya hyunjin  ya kan?"


"Yakin ngga mau beli?"  


"Iya mas.. Udah ah ayo."


"Kamu duluan aja. Nanti aku nyusul." - taeil


"Eh? Kamu mau kemana emang?"


"Mau ke kamar mandi sayang,"


"Yaudah,  aku tunggu di supermarket ya." nadila jalan duluan. Meninggalkan taeil.


Dirasa nadila udah jauh, taeil  nyamperin toko yang jual kalung tadi.


"Permisi."


"Iya.. Ada yang bisa dibantu?"


"Eh iya. Saya mau lihat kalung yang ini mba." taeil menunjuk kalung yang tadi dilihat nadila.


"Eh iya, lusa kan ulang tahun pernikahan."


"Ini.. Bisa diukir pake nama kan mba?"


"Bisa kok pak. Kalung ini kebetulan keluaran terbaru yang ada di toko kami. Jadi masih limited edition"


Taeil senyum.


"Saya ambil kalung ini ya mba, sekalian diukir nama istri saya"


Flashback off


"Mas, tapi ini kan harganya mahal..."


Taeil senyum.


"Kalau itu buat kamu... Semahal apapun harganya, kalau kamu seneng, kenapa ngga. Ya kan?"


Nadila langsung peluk erat suaminya.


"Makasih ya mas..."


Taeil senyum, dia mengelus rambutnya nadila.


......


Taeil habis mandi, dia lihat ke kasur. Tapi nadila ngga ada.


"Nadila mana ya? Ngga biasanya jam segini  belum masuk kamar." 


Taeil pake baju yang udah disiapin nadila di kasur.


"Mas? Kok belum tidur?"


"Lagi nungguin kamu sayang."


Nadila jalan ke arahnya taeil.


"Mas... Pasangin." nadila menyerahkan  kalung yang diberikan taeil tadi.


Taeil ambil kalungnya, lalu memasangkan Ke lehernya nadila. 


Nadila mah udah senyum senyum. Seneng dia dikasih kalung yang dia pengen.


"Ihh bagus deh mas. Mana ada nama aku." 


Taeil senyum. Dia mengecup lehernya nadila. 


"Mas ih, geli tau ngga."


Taeil peluk nadila dari belakang.


"Ngga nyangka ya mas, kita udah barengan selama ini."


"Iya ya, kayaknya aku baru kemarin mohon mohon ke papa changmin buat nikahin kamu."


"Kata mama tuh ya, pernikahan paling rawan itu pas usia pernikahan lima tahun. Tapi buktinya kita bisa melewati itu semua.."


Taeil mengeratkan pelukannya.


"Sayang.."


"Hmm."


" makasih."


"Makasih buat apa?"


"Makasih.. Kamu udah hadir di kehidupan aku. Makasih udah ngasih kebahagiaan buat aku,"


Nadila senyum...


"Mas.. Itu kan udah kewajiban aku sebagai istri kamu.."


Nadila balik badan.


"Aku punya kejutan buat kamu."


"Kejutan?"


Nadila mengangguk 


"Mas taeil harus tutup mata tapi."


"Kejutan apasih? Kok sampe tutup mata segala?"


"Udahh pokoknya mas taeil tutup mata."


"Yaudah iya."


"Jangan dibuka sebelum aku bilang buka ya mas."


Nadila buru buru buka lemari, dia ambil sesuatu.  Abis itu dia balik ke taeil lagi.


"Sekarang mas taeil boleh buka matanya."


Perlahan lahan taeil membuka matanya,


"Tada!"


Nadila menunjukkan benda berbentuk panjang dan kecil. Dan bergaris dua warna merah.


Taeil mengambil benda itu..


"I-ini...."


" enam minggu loh mas." nadila tersenyum ke taeil


Bentar taeilnya masih ngga paham, antara ngga paham sama ngga percaya sih kayaknya


"Sayang.. Ini serius? Kamu udah cek ke dokter?"


"Udah mas taeil, aku udah cek ke mingyu juga. Dan hasilnya sama kayak yang ada di tespek itu, pantesan aja akhir akhir ini aku ngerasa nggak enak sama badan aku, terus aku juga telat—"


Taeil langsung memeluk nadila erat..


Nadila tau, pasti taeil bahagia.


Iya, soalnya nadila nunjukkin sebuah testpack kalau dia positif hamil. Dan setelah dia cek ke mingyu, dia bener bener hamil dan usia kehamilannya enam minggu.


Taeil melepaskan pelukannya. Dia menatap nadila.


CUP!


Dia mengecup bibirnya nadila.


"Kamu tuh emang seneng ya bikin aku khawatir hm."


Nadila mah cuma cengengesan.


"Aku janji bakalan jagain kamu terus, lebihin banyak waktu dirumah sama kamu, anak anak, tentunya sama calon bayi kita."


Nadila terkekeh pelan. Lalu dia mengangguk.


Mereka berpelukan erat.

__ADS_1


'Terimakasih, untuk semuanya...'


TBC


__ADS_2