
2 bulan kemudian....
Udah dua bulan ini taeil jerjaga di rumah sakit. Dan udah dua bulan juga nadila belum ada tanda tanda membuka matanya.
Dia udah ngga peduli sama dirinya sendiri, ngga peduli sama kerjaannya, pokoknya sama semuanya.
Untung aja ada yuta sama dani yang bisa bujukin taeil, jadi keadaan kantor aman terkendali.
Taeil tetep setia disampingnya nadila, dia ngerawat istrinya.
Kayak sekarang dia baru pulang dari kantor, dia langsung ke rumah sakit buat jagain istrinya.
"Assalamualaikum sayang..." taeil ngecup keningnya nadila.
Yang dia lihat taeil saat ini? Masih sama, tidak ada perubahan untuk nadila.
"Aku pulang cepet hari ini. Biar bisa jagain kamu lama.."
Taeil mengelus kepalanya nadila, terus dia menggenggam tangannya,
"Kamu tahu ngga? Nanti woojin mau dibawa kesini, dia udah sehat."
Fyi aja, woojin itu nama adeknya hyunjin.
Taeil menempelkan tangannya nadila ke pipinya.
"Sekarang aku, hyunjin sama woojin cuma tinggal nungguin bunda bangun."
"Bangun dil... Mas butuh kamu."
Dan tiba tiba aja....
Nadila membuka mata,
Dan nafasnya ngga beraturan.
"Dila?"
Nafas nadila semakin tersengal. Taeil langsung berdiri. Dia panik.
"Nadila? Kamu kenapa hey?!"
"Nadila!! Ini aku, kamu bisa lihat aku kan?! Nadila dengerin aku!!"
Nafas nadila semakin tersengal.
Dan taeil semakin panik.
"MINGYU!!"
Dirasa ngga ada respon, taeil langsung mencet tombol buat manggil dokter jaga.
"Sayang kamu harus bertahan yaa, jangan tinggalin aku.." taeil udah panik setengah mati.
Tak lama kemudian mingyu datang dengan beberapa perawat.
"Mas kenapa sama nadila?"
"Saya ngga tahu, tiba tiba aja nadila kejang kejang gini."
"Bang! Kenapa sama nadila?" ten yang baru datang ikutan panik. Tadi dia lihat mingyu sama suster masuk ke ruangannya nadila. Jadi ten buru buru lari aja.
Mingyu langsung meriksa keadaan nadila,
"Nadila? Kamu bisa denger aku?" nadila masih kejang.
"Mas taeil sama bang dani bisa keluar sebentar?"
"I-iya, ayo bang." ten ngajakin taeil keluar tapi dia ngga mau.
"Nggak! Saya mau tetap disini jagain istri saya!"
"Mas taeil. Tolong ikutin aturan saya. Ini demi nadila mas."
"Bang ayo kita tunggu diluar." ten langsung narik taeil biar ngga makin ribet urusannya.
Taeil masih diluar barengan ten, dia ngga tenang sama sekali. Daritadi mondar mandir.
"Bang, tenang. Nadila ngga bakalan kenapa kenapa." - ten
"Gimana bisa tenang? Lo lihat kan tadi istri gue gimana keadaannya."
"Iya bang gue tau, nadila juga adek gue. Gue juga khawatir. Tapi kita harus tenang"
'Nadila, aku gamau kehilangan kamu'
.........
__ADS_1
Dan sekarang taeil sama ten udah ada di ruangannya nadila.
Ada mingyu juga.
"Kenapa dila tadi bisa kayak gitu ming?" tanya ten.
"Ini terjadi pada pasien yang lama tidak membuka mata, kemungkinan dia sedang berusaha merespon apa yang dia alami selama koma."
"Jadi maksud kamu nadila perlahan lahan mulai bisa merasakan apa yang ada di sekitarnya?" - taeil
"Iya, mas taeil benar. Saat ini fisik nadila masih sangat lemah, tapi dia sudah mulai bisa merasakan sesuatu di sekitarnya,"
Taeil menghela nafas. Dia sangat lega.
"Mas taeil harus sering sering bicara sama nadila ya. Itu ngga menutup kemungkinan kalau nadila bisa mendengar."
"Iya gyu makasih yaa.."
Mingyu balas dengan senyuman.
Taeil masih ada di rumah sakit, padahal tadi ten kesini niatnya mau gantiin taeil buat jagain nadila. Tapi taeil ngga mau.
Yaudah akhirnya ten pulang. Karena udah malem juga.
"Sayang...."
"......"
"Aku tahu pasti kamu denger kan ak ngomong?"
"Kamu tahu ngga? Apa yang buat aku paling bahagia? Yaitu bisa sama sama kamu terus." taeil senyum.
"Hyunjin nangis terus setiap malem. Karena ngga pernah diceritain dongeng lagi sama bundanya. Padahal ada ayah kan disini hehe."
Taeil mengelus kepalanya nadila.
"Semua orang, temen kamu, keluarga kita. Dia rindu sama kamu. Kamu cepet bangun ya, biar kita bisa kumpul lagi,"
Taeil menghela nafas panjang. Dia senderan di sebelahnya nadila, dan pada akhirnya ketiduran.
Sampai dia ngga sadar, kalau nadila mengeluarkan air mata.
Skip ><
Keesokan paginya taeil lagi bersih bersih ruangannya nadila. Soalnya kata mingyu woojin nya mau dibawa ke sini.
"Wahh ayahnya woojin lagi sibuk kayaknya..."
"Eh udah dateng ya woojinnya." woojin langsung ditaruh di box bayi.
"Gimana sama nadila mas? Dia ngga kejang lagi kan?" tanya mingyu
"Ngga kok, semuanya baik baik aja."
"Karena woojin berat badannya udah normal, mulai sekarang woojin udah bisa dibawa pulang mas." - mingyu.
"Saya maunya pulang sama istri dan anak saya gyu, bukan anak saya aja."
Mingyu menghela nafas.
"Iya mas saya tahu, makanya saya bawa woojin kesini. Siapa tahu nadila bisa bangun karena ada tangisan woojin."
Dan sedetik kemudian bener aja woojin nangis.
"Eh baru aja diomongin udah nangis." taeil nepuk nepuk woojin biar gak nangis.
.......
Sore harinya, di kamar nya nadila lagi rame.
Iya rame, ada jisoo, yuta, ten. hyunjin dititipin sama mama seohyun
Alesannya mereka dateng kesini rame rame tuh katanya mau lihat woojin.
Tapi ini mah keramean. Taeil jadi nyesel kan ngasih tahu jisoo, ember begitu.
"Ihh ujinnya lucu.. Jadi pengen gendong." daritadi jisoo yang heboh sendiri
"Apaan sih mba jisoo, bikin sendiri sama mingyu sana." - yuta.
"Apasih, sirik aja. Kamu tuh kapan nikahnya sama bu guru wendy."
"Secepatnya dong."
"Alah lo bilang secepatnya secepatnya. Gue suruh nembak aja adem panas gitu." - dani berceletuk
"Iya hujat aja terus aku."
__ADS_1
Dan sedetik kemudian woojin nangis.
"Kan kan, kalian berisik banget elah. Jadi bangun ujin nya." - ten
Taeil bisanya cuma nepuk nepuk aja. Ga berani gendong dia. Kebiasaan. Padahal anaknya udah tiga.
"Wahh rame banget nih." mingyu datang.
"Nih istrinya ribet pengen punya anak katanya."
"Nah iya, buruan bikin dong gyu. Biar ngga nguyel nguyel anak orang."
Sekarang jisoo yang terhujat.
Taeil mah cuma bisa ketawa ketiwi doang,
Ya mau ngapain lagi coba?
Mau ikutan ngehujat taeil gatega kalau ngehujat cewe.
" eh udah malem nih, gue mau balik dulu aja deh" ten siap siap mau pulang.
"Gue juga mau pulang dong. Mau telfonan sama neng wendy."
"Bacot ah si yuta! Bang gue balik dulu" ten langsung keluar kamar,
Disusul sama yuta.
"Lah? Kok aku malah ditinggal sih!" - jisoo ngedumel.
"Udahlah dek, pulang sama mingyu sana."
"Nah iya, ada suaminya disini kok dianggurin." - mingyu
"Dih apaan? Orang aku bawa mobil."
"Lah masih marah nihh."
"Bodo! Mas taeil, aku pulang dulu deh. Kalau ada apa apa sama mba dila telfon aku ya." jisoo buru buru keluar.
"Kenapa itu jisoo?" tanya taeil.
"Biasalah mas, lagi sensi."
Taeil ketawa kecil.
Woojin udah tidur, dia ke arahnya nadila.
Dia menggenggam tangan istrinya.
"Mas taeil sabar aja, untuk berjuang sejauh ini buat kondisi kayak nadila sulit mas. Tapi kayaknya nadila ngga mau nyerah."
"Iya gyu.. Makasih udah banyak bantuin nadila sama saya."
Taeil cium tangannya nadila.
Taeil lihat wajahnya nadila.
Dan tiba tiba aja.
"Nadila?"
" mas? Kenapa?" mingyu yang masih disitu nyamperin taeil.
"Tangan saya gabisa dilepas gyu."
Mingyu langsung mendekat ke nadila.
"Zena? Kamu bisa denger suara aku?"
Dan bener aja.
Nadila perlahan lahan membuka matanya.
"Dila?!"
Dan bener aja nadila sudah bangun dari tidur panjangnya.
Mingyu langsung periksa semua kondisi,
"Zena? Kamu bisa denger aku ngomong ngga?"
Nadila perlahan mengangguk pelan.
Mingyu senyum.
"Mas, nadila sudah sadar dari koma"
__ADS_1
TBC