
Nadila udah bener bener sadar, dia udah bisa denger anaknya nangis, bisa lihat anaknya gerak gerak, tapi dia masih belum bisa gendong. Soalnya masih lemes.
Dan sekarang woojinnya lagi sama suster, soalnya udah pagi jadi waktunya mandi. Dan taeil sama nadila berduaan.
Ciyee berduaan.
"M-mas...."
"Kenapa hm? Ada yang sakit? Atau pengen sesuatu?"
Nadila ngga jawab, dia malah ngelihatin wajahnya taeil.
"Hey? Kenapa? Kamu mau apa?"
Nadila mengangkat tangannya, dia mengelus wajahnya taeil.
Kayak udah lama banget gitu ngga ketemu.
Ya emang lama ngga ketemu.
"Aku........rindu sama.....kamu."
Taeil senyum.
"Apalagi aku, udah gabisa nahan rindu tau ngga?"
Nadila ikutan senyum.
Dia berusaha buat bangun.
"Eh eh jangan bangun dulu. Kamu masih belum stabil kondisinya.."
Tapi yang namanya nadila ya tetep aja ngeyel. Padahal masih sakit.
Akhirnya tangannya taeil yang jadi penyangga.
Malah sekarang selang oksigennya mau di copot,
"Ehh jangan dilepas."
"Kenapa ngga boleh?"
"Kamu masih butuh itu sayang, jadi gaboleh dilepas. Nanti mingyu ngomel."
"Aku mau.... Turun mas."
"Kamu mau kemana?"
"Aku... Mau lihat...woojin mas."
"Kan woojinnya masih mandi, nanti juga kesini."
"Tapi kan...."
"Sekarang kamu tiduran lagi ya." taeil merebahkan nadila, abis itu benerin selimutnya.
"Mas taeil ngga ke kantor?" -nadila
"Kalau mas ke kantor, yang jagain woojin sama bundanya siapa?" taeil mengelus kepalanya nadila.
"Mas..."
"Kenapa?"
Nadila menarik kepalanya taeil pelan. Biar lebih dekat gitu.
"Makasih.... Masih setia sama aku disini"
Taeil senyum. Dia ngecup bibirnya nadila singkat.
"Ngga mungkin aku ninggalin orang yang udah bikin aku bertahan sampai sekarang."
.......
"Woojin lama banget sih mas mandinya?" dari tadi nadila tanya itu terus.
"Sabar sayang.... Mungkin masih dikasih susu sama suster."
"Kok dikasih susu botol sih? Kan aku udah bangun. Jadi harusnya minum asi."
"Iya kan susternya belum tau kalau bundanya woojin udah bangun."
"Wahh bundanya dek ujin udah bangun."
Mingyu datang dengan menggendong woojin.
Nadila masih tiduran, soalnya masih lemes, ngga boleh banyak gerak.
__ADS_1
Nadila langsung sumringah lihat woojin. Pengen gendong anaknya aja rasanya.
"Woojinnya aku taruh samping kamu ya zen." mingyu menempatkan woojin di sampingnya nadila.
Nadila miring ke arahnya woojin.
"Makasih ya gyu kamu udah ngerawat woojin dengan baik." - taeil.
"Ngga perlu terimakasih mas, kan ini udah kewajiban saya sebagai dokter, dan lagian kan woojin juga keponakan saya sendiri."
Mingyu sama taeil sama sama senyum.
"Kalau gitu saya permisi ya mas."
Mingyu keluar dari ruangannya nadila.
Taeil jalan ke arah istri sama anaknya.
"Duhh seneng ya dek ujin udah bisa lihat bunda hmm." taeil uyel uyel pipinya woojin. Soalnya tembem banget.
"Jangan diuyel uyel mas.. Nanti dek ujinnya nangis.."
"Yaudah kalau gitu bunda nya aja sini yang diuyel uyel."
"Ih mas taeil mah, sementang badan aku lagi gendut gini."
"Ya abis lucu sih. Ngga ada bedanya sama woojin."
"Mas?"
"Kenapa?"
"Aku kangen hyunjin...."
Taeil senyum.
"Yaudah, nanti sore mas suruh jisoo kesini bawa hyunjin ya."
"Aku maunya sekarang mas.."
"Kan hyunjinnya masih sekolah sayang. Ngga bisa sekarang."
"Suruh yuta jemput kek. Aku beneran kangen hyunjin tauu.."
"Iya iya nanti—"
Brak!
"Eh dek hyunjinn." nadila buru buru bangun.
"Dila hati hati, kamu masih belum boleh banyak gerak." taeil bantuin nadila duduk senderan.
Hyunjin langsung lari ke arahnya nadila sama taeil.
"Ayahh unjin pengen naik."
"Dek hyunjin pengen naik?" tanya taeil.
"Iya, unjin pengen di pangku sama bunda!!" hyunjin masih berusaha buat naik ke ranjang, padahal dia sama ranjang tinggian ranjangnnya.
Kan gemesin.
"Oke oke sini ayah bantu." hyunjin digendong sama taeil biar bisa naik.
"Sini sini anaknya bunda." nadila langsung pangku abis itu pelukan sama hyunjin.
"Unjin kangen sama bundaaaa."
"Bunda juga kangennnn banget sama hyunjin. Sini sini cium bunda dulu." nadila ciumin si hyunjin.
"Hyunjin sama siapa kesini?" - taeil
"Sama tante jisoo, tapi katanya tantee jisoo mau ketemu sama om mingyu."
"Hyunjin kok bawa tas? Abis pulang sekolah ya?" nadila membenarkan rambut hyunjin.
"Iya bunda, terus unjin juga bawa baju ganti, coalnya unjin mau disini nemenin bunda sama ayah, sama adek juga."
Nadila sama taeil ketawa kecil.
"Hyunjin mau bobok disini?"
Hyunjin mengangguk.
"Yaudah sini kak hyunjin ganti baju dulu" taeil ambil bajunya hyunjin di tas, abis itu gendong hyunjin buat dibawa ke kamar mandi.
Nadila senyum. Dia bahagia punya suami kayak taeil, setia, sayang sama anaknya lagi.
__ADS_1
Dia jadi ngebayangin gimana capeknya dia ngurusin hyunjin sendirian. Padahal dia juga lagi ada masalah sama jantungnya.
"Semoga kalian sehat teruss sayang."
…………
Jam menunjukkan pukul delapan malam, dan bener aja si hyunjin mau nginep disini.
Padahal sama nadila disuruh pulang. Eh malah nangis. Mana nangisnya kenceng abis.
Taeil mah cuma bilang gini : "gapapa sekali sekali. Kan besok dia libur sekolah"
Taeil mah kalau sama anaknya apa apa gapapa apa apa gapapa.
Jadi akhirnya hyunjin nginep di rumah sakit.
Dan sekarang hyunjin lagi tiduran sama nadila,
Btw, hyunjin itu masih umur 4 tahun, tapi kadang masih suka minum asinya nadila, padahal kan umur segitu biasanya udah ngga asi lagi.
Kata mingyu harus dibiasakan minum susu biasa, biar ngga bergantung sama nadila. Apalagi sekarang nadila punya bayi lagi.
"Bundaa..."
"Kenapa sayang?"
"Tadi di sekolah unjin berantem."
"Loh? Berantem kenapa?"
"Soalnya tadi ada yang mukul temen sekelasnya unjin, makanya adek pukul aja." - hyunjin.
"Temennya hyunjin cewe?"
"Iya bunda cewe."
Hngg pantesan aja.
"Hyunjin pinter udah mau belain temennya yang gatau apa apa. Tapi dek hyunjin ngga boleh mukul ya."
"Kenapa ngga boleh?"
"Ya ngga boleh, nanti kalau hyunjin mukul, terus temennya sakit. Abis itu hyunjin dimarahin sama mama papanya gimana?"
"Biarin, kan unjin nggak salah."
Ajaran bapaknya ya gini nih.
Malah dulu pernah taeil cerita ke hyunjin kalau pernah berantem sama laki laki yang seneng sama nadila.
Katanya "kalau kamu naksir cewek, terus cewek kamu direbut. Tonjok aja hidungnya dek kayak ayah dulu dapetin bunda."
Alhasih, taeil disuruh tidur di sofa.
"Bunda? Dek ujin kemana?"
"Dek woojinnya udah tidur sayang, kan udah malem."
"Yahh, padahal unjin pengen cium dek ujinnya."
Nadila senyum.
"Besok aja ya, sekarang hyunjin juga bobok. Kan udah malem." nadila mengelus kepalanya hyunjin.
"Iya bunda.."
Nadila cium keningnya hyunjin. Habis itu hyunjinnya di peluk.
Baru aja sepuluh menit, hyunjinnya udah merem. Dan nadila ikut ikutan merem.
Tak lama kemudian taeil dateng, abis ketemu sama mingyu.
"Sayang besok kamu udah boleh—"
Taeil ngga jadi ngomong. Soalnya apa pemandanga menggemaskan yang udah lama ngga dia lihat.
Iya, dia ngelihat nadila sama hyunjin tidur sambil berpelukan gitu.
Taeil jadi gemes lihatnya.
Taeil mendekat. Lalu dia benerin selimut mereka berdua. Dia mengelus rambutnya hyunjin sama nadila, abis itu dicium satu satu.
"Semoga kalian sehat terus ya.."
Taeil baru aja balik badan, dia mau tidur, capek juga daritadi ngurusin hyunjin juga.
Tapi entah kenapa tiba tiba aja....
__ADS_1
Dia ngerasain sakit lagi di dadanya.
TBC