Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
malam yang kelam


__ADS_3

Seperti mimpi, Raisha masi tak percaya kalau dia sudah sah menjadi istri dari pengusaha kaya raya Hendri Gunawan. Ya memang ini impian banyak wanita, tapi ini bukan keinginannya.


Setelah menikah Hendri langsung memboyong Raisha ke rumah pribadinya yang telah jauh-jauh hari disiapkan.


Hendri menurunkan koper dari dalam mobil. Raisha mengikutinya dari belakang.


"Ini kamar kita, kau masuklah, aku akan keluar sebentar".


"Kau mau kemana"?,


Raisha mencoba membuka pembicaraan diantara mereka. Sejak tadi dia hanya diam saja, di mobil dia cuma menunduk, tak berani menatap Hendri.


"Aku ada urusan, kau tidurlah jangan menunggu aku".


Raisha tak bisa percaya, Hendri meninggalkannya di malam pertama mereka. Air mata yang sejak tadi dibendungnya akhirnya jatuh juga.

__ADS_1


"Sebenarnya untuk apa dia menikahiku", hati kecilnya ingin berteriak, dia tak pernah merasa sakit seperti ini. "Apakah dia menikahiku hanya karena kesal dengan papa?".


Malam itu dia habiskan dengan menangis dan akhirnya tertidur.


Diluar sana Hendri mengutuki dirinya yang begitu lemah. Dia sebenarnya ingin pulang dan tidur disebelah istrinya. Tapi otaknya berpikir keras dan menyangkali keinginannya.


"Aku tidak bisa begini, aku tidak bisa lagi terperangkap dengan cinta seorang wanita". "Aku bisa gila seandainya nanti dia mengkhianatiku seperti yang dilakukan Yulis".


Hal yang sama tak boleh terulang lagi, pikirnya. Dia menghabiskan malam pertamanya dengan minum-minum di bar. Akhirnya dia tertidur disana. Seorang pelayan membangunkan tidurnya.


Hendri tak bisa diajak bicara, dia mabuk berat. Pelayan itu memutuskan untuk mengambil hp Hendri dr saku celana. Dia melihat panggilan terakhir hp Hendri tertera nama Raisha. Pikirnya itu pasti orang terdekatnya. Dia kemudian menghubungi nomor tersebut.


Dering suara hp membangunkan Raisha. Dia begitu terkejut. Diliriknya jam dinding di kamarnya, sudah jam 2 pagi. Siapa yang menelpon-nya, Hendri pun belum tampak, apa dia belum pulang. Tampa berpikir panjang di ambilnya hp yang sejak lama berdering. Ini no mas Hendri, kenapa dia menelpon?.


"Halo...,terdengar suara seorang laki-laki, dia yakin betul itu bukan suara suaminya."

__ADS_1


Iya...ini siapa ya?".


"Maaf...,ini betul dengan ibu Raisha?". Ini bapak Hendri mabuk berat dia tertidur di tempat kami. Bisa anda menjemputnya sekarang?".


"Oo...baik, saya akan segera kesana. Tolong anda kirim alamatnya".


Raisha begitu panik, dia buru-buru mengganti baju. Di ambilnya tas selempang. Dipesannya taxi online. Dalam hatinya bertanya-tanya, kenapa mas Hendri malah pergi minum di malam pertama mereka.


"Begitukah cara dia menghindari ku?".


Tak berapa lama Raisha pun sampai ke bar tempat Hendri menghabiskan malam pengantinnya. Benar saja Hendri mabuk tak sadarkan diri. Pelayan di bar membantunya mengangkat Hendri ke dalam taxi.


"Terima kasih pak, Raisha mengakhiri percakapannya dengan pelayan tersebut".


Dengan susah payah Raisha memapah Hendri ke kamar. Dibaringkannya ke tempat tidur, badannya yang kecil tak sanggup menahan Hendri yang berbadan besar dan berotot. Hendri memiliki tubuh yang tinggi besar, kulitnya yang sedikit kecoklatan tampak kontras dengan baju putih yang dikenakannya. Hendri memang bukan laki-laki yang tampan seperti bayangan ABG penggila opa-opa korea. Tapi wajahnya memiliki karisma, memang hidungnya mancung tapi tak seindah artis pemeran pria turki. Dia hanya laki-laki biasa. Rambutnya yang hitam legam dan alisnya yang tebal dan tersusun rapi, sungguh tak bisa dianggap remeh. Dia adalah laki-laki yang menarik.

__ADS_1


Dilepasnya sepatu yang melekat dikaki Hendri. Dibukanya baju putih yang sedikit bernoda. Kemudian diselimutinya Hendri.


__ADS_2