
Raisha ingin menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya tapi mengingat tujuannya adalah mengalihkan rasa benci Hendri kepada papa dan anggota keluarganya yang lain, Raisha memilih diam. Melihat Raisha hanya diam Hendri semakin senang. Bagi Hendri tak masalah kalau Raisha hanya menginginkan uangnya yang terpenting baginya adalah kesetiaan. Kisah cintanya dimasa lalu yang begitu pahit akibat penghianatan membuat Hendri tak mudah mempercayai wanita. Kalau memang uang bisa membuat kamu terus bersamaku, maka ambil saja semua yang kupunya. Seolah dia sedang berbicara dengan istrinya, tapi tak juga dia utarakan maksudnya.
"Memang aku suka uang, itulah yang kuinginkan darimu. Aku mau rumah ini jadi milikku, bisakah kau mengubah surat rumah ini atas namaku?"
"Haha...,cuma rumah?, kau tak mau yang lain?"
"A..a...aku mau mobil, susah sekali kemana-mana harus naik taxi"
__ADS_1
"Kau tak perlu khawatir, besok kau akan mendapatkan keduanya"
"Sekarang bisa kau penuhi keinginanku?"
Raisha begitu ketakutan, lebih tepatnya deg-degkan. Dia merasa ini terlalu mendadak dan membuat dia sedikit gugup.
"I..i..ya, aku akan menunggu di kamar." Raisha memilih masuk duluan ke kamar dia berusaha menghilangkan kegugupannya, tapi Hendri menahannya dengan menarik Raisha kedalam pelukannya. Raisha menutup matanya, dia mencoba mempraktekkan adegan dalam filem. Difilem korea yang sering ditontonnya setelah adegan pelukan begini pasti sang prianya akan mencium wanitanya. Hendri begitu senang melihat Raisha sudah pasrah dalam pelukannya dan dia langsung menggendong Raisha ke kamar.
__ADS_1
Hendri merebahkan Raisha diranjang, dan dia buru-buru membuka bajunya. Raisha begitu syok melihat Hendri melepaskan semua pakaiannya. Hendri langsung melompat kesamping Raisha dan mencoba melucuti semua pakaiannya. Wajah Raisha menjadi memerah karena menahan malu. Raisha mencoba menyilangkan kedua tangan didadanya yang sudah polos karena sudah dibuka paksa oleh Hendri. Hendri menarik tangan Raisha agar lepas dan tak menghalanginya untuk menggapai apa yang selama ini dia inginkan. Tak mau menunggu lagi, Hendri mencium bibir istrinya yang sudah lama diinginkannya. Raisha menutup mata untuk menghilangkan kegugupannya. Tiba-tiba hujan turun begitu deras seolah mendukung momen yang ditunggu-tunggu Hendri. Raisha merasa sedikit lega dengan turun hujan setidaknya suara ******* yang keluar dari mulutnya tak begitu jelas terdengar di telinga suaminya. Hendri begitu senang karena Raisha juga menikmati permainan ini. Ketegangan yang dia tahan bisa lenyap dengan sekali pelepasan malam ini. Sungguh Hendri ingin mengulang sekali lagi permainan malam ini tapi dia tak tega melihat istrinya yang sedikit kelelahan.
Begitu banyak hal yang terjadi hari ini, benar-benar menguras emosi dan tenaga Raisha. Dia kelelahan dan langsung tertidur. Hendri juga memilih tidur disamping istrinya. Dia begitu bahagia, dia telah mendapatkan apa yang sangat diinginkannya selama ini.
***
Pagi terasa cepat sekali datang, Raisha berusaha membuka matanya. Dia masih sangat ngantuk dan ingin tidur. Badannya terasa pegal-pegal dan kakinya terasa berat susah untuk digerakkan, dia mencoba menarik kakinya ternyata kaki Hendri menimpanya. Pantesan saja dia tak bisa menggerakkan kakinya, Raisha mengangkat pelan-pelan kaki Hendri agar suaminya tak terbangun. Melihat kondisinya pagi ini Raisha begitu malu. Dia berusaha memungut bajunya dan memilih masuk ke kamar mandi. Ketika dia menutup pintu kamar mandi sebuah tangan menghalanginya.
__ADS_1
***