Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
dia bukan pacar ku


__ADS_3

Tamu mulai berdatangan, Raisha yang tak biasa berada dikeramayan seperti ini merasa kurang nyaman. Berkali-kali di liriknya hp di tas kecil yang melingkari pergelangan tangannya. Raisha meminta izin kepada Hendri hendak ke toilet.


Raisha melihat kembali pantulan wajahnya di cermin. Memang kelihatan aneh dia berdandan seperti ini. Tapi dia merasa cantik malam ini.


"Mas Hendri gak memberi komentar apa-apa melihatku berdandan begini". "Dia sebenarnya suka gak ya?".


Setelah 5 menit di toilet Raisha memutuskan untuk kembali menemui Hendri.


Seseorang memanggil Raisha dari kejauhan. Benar saja itu Ronal Julianto. Dia cowok paling keren di kampus, lebih tepatnya cowok incaran cewek-cewek kece. Bukan tanpa sebab banyak yang menyukai Ronal. Dia seorang yang jenius. Dia adalah kakak leting Raisha, satu tingkat diatasnya. Ronal sudah tamat tahun lalu. Sekarang dia lagi mengambil gelar masternya di Amerika.


Tentu saja Raisha sangat mengenal Ronal, mereka pernah satu kelompok dalam beberapa acara kampus. Mereka juga pernah satu organisasi kemanusiaan di beberapa tempat. Ronal pernah menyatakan cinta kepada Raisha, tapi Raisha memilih menganggap Ronal sebagai teman.


Tak sampai disitu, Ronal pernah mengatakan akan menunggu Raisha untuk menerima cintanya. Sungguh menggelikan, tapi Ronal memang tipe laki-laki berpendirian. Terkenal sebagai cowok ganteng, tapi tak pernah tampak berjalan bareng cewek, membuat cewek-cewek di kampus penasaran. Seperti apakah tipe cewek yang disukai Ronal.


"Apa jangan-jangan dia udah punya pacar, tapi gk kuliah disini?".


Begitu persepsi sebagian cewek-cewek di kampus.


"Apa sebenarnya dia gay?".


Wach...mereka gak percaya kalau cowok semaco dia bisa gay. Teman sekelas Raisha pernah curiga dan menanyakan kepada Raisha. Terutama Ike


"Sa...,kayaknya kak Ronal suka deh sama kamu".


"Tau dari mana?, kamu ini ada-ada aja".


"Ya aku tau dong Sa, dari tatapan matanya ke kamu beda banget".

__ADS_1


"Ah bisanya kamu aja deh Ke".


Tentu Raisha sudah tau perasaan Ronal kepadanya cuma dia tidak ingin Ike tau dan menghebohkan seluruh kampus.


Raisha tak percaya bisa bertemu Ronal di pesta.


"Bukankah kak Ronal lagi di Amerika, kenapa dia ada disini?".


Raisa bertanya-tanya dalam hati.


"Kak Ronal?".


"Ya ini aku Ronal, kau sudah lupa?".


Ronal mencoba menjabat tangan Raisha. Mereka bersalaman.


" Baik kak".


"Kamu sama siapa kemari?


Ronal melihat kekiri dan kanan. Mencoba mencari dengan siapa Raisha ke pesta. Ronal masi menggenggam tangan Raisha. Sebenarnya dia sangat merindukan Raisha. Dia tak tahu di kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


Hendri mencari-cari keberadaan Raisha, sudah lima belas menit yang lalu dia pamit ke toilet tapi belum kembali juga. Hendri memutuskan menyusulnya kesana.


Hendri begitu marah, serasa darahnya mendidih dan naik ke otak. Dilihatnya Raisha bergandengan tangan dengan seorang laki-laki.


"Apa yang sedang dia lakukan?, oh jadi dia sengaja berdandan seperti itu mau menjumpai kekasihnya disini. Lihat saja, akan ku beri pelajaran dia".

__ADS_1


Hendri yang dilanda cemburu begitu marah melihat Raisha bergandengan tangan dengan laki-laki lain, dia memutuskan mendatangi mereka.


"Dia pergi bersama ku".


Hendri menjawab pertanyaan yang diajukan Ronal kepada Raisha. Ronal begitu terkejut, melihat Hendri menatapnya dengan tatapan tak suka. Membuat dia penasaran, siapa sebenarnya orang ini?.


Oh...ini siapa Raisha?


Ronal bertanya kepada Raisha sambil menunjuk Hendri. Tiba-tiba Raisha merasa badannya panas dingin, dia benar-benar ketakutan. Seperti orang yang habis berbuat salah. Dia tak bisa menjawab.


Kenapa kamu diam? kamu bilang dong sama dia siapa aku ini!.


Hendri semakin marah karna Raisha tampak seolah mau menyembunyikan hubungan meraka kepada Ronal. Padahal Raisha hanya terlalu gugup, sehingga tak bisa bicara lagi. Melihat Raisha hanya diam, Hendri menarik tangan Raisha dan mengajaknya segera pulang. Ronal benar-benar bingung.


"Sebenarnya siapa laki-laki yang bersama Raisha, apa dia pacarnya?".


Hendri menyalakan mobilnya, dia sangat marah. Didalam perjalanan dia hanya diam. Raisha juga takut untuk membuka pembicaraan.


Bagaimana ini, mas Hendri begitu marah. Aku harus bilang apa ya. Raisha mencari-cari kata yang tepat untuk membuka pembicaraan.


Sesampainya di garasi, Hendri langsung turun. Dia membuka pintu untuk Raisha. Dia tampak marah sekali di seretnya Raisha ke kamar. Raisha begitu ketakutan, apa mas Hendri mau memukulnya. Dilemparnya Raisha ke tempat tidur.


Raisha buru-buru bangkit, "mas sebenarnya tadi itu....".


Hendri langsung memotong kata-kata Raisha.


"Itu pacar mu?".

__ADS_1


"Buka mas, dia bukan pacarku".


__ADS_2