
Raisha hanya bisa terdiam, dia sedang menimbang-nimbang bagaimana keluar dari situasi ini. Kalau cuma harus mengorbankan dirinya itu tidak masalah bagi Raisha yang terpenting Hendri tidak menyakiti keluarganya.
"Tapi apa Mas Hendri bisa dipercaya?. Apa dia sedang menyiapkan rencana baru?."
"Rasanya terlalu berlebihan dia berbuat demikian cuma karena papa pernah menghinanya waktu itu" Raisha merasa ada yang aneh dengan suaminya.
"Apa dia pria gila, psikopat atau semacamnya?" Membayangkan dia harus tinggal dengan orang seperti itu Raisha menjadi takut.
Raisha berusaha berdamai dengan Hendri, mungkin ini jalan terbaik yang harus dipilihnya. Raisha mencoba mengajukan beberapa syarat kepada Hendri.
Di ruang kerjanya Hendri sedang menunggu kedatangan Raisha dia sudah tidak sabar mendengar jawaban langsung dari mulut istrinya. Bak seorang pria yang menunggu jawaban dari seorang wanita yang baru ditembaknya. Hendri jadi deg-degkan, dia begitu senang bisa mempermainkan istrinya seolah Raisha sebuah hiburan baru untuknya.
__ADS_1
Raisha mengetuk pintu ruang kerja Hendri dan Hendri mempersilakan dia masuk.
"Masuklah"
Raisha berusaha menahan emosinya supaya bisa bernegosiasi dengan Hendri. Menurutnya mengalah tak selamanya kalah, dia hanya perlu lebih bersabar lagi menghadapi suaminya dan sambil mencari tahu dimana kelemahan Hendri. Setelah itu baru dia mencari cara untuk keluar dari masalah ini.
Memang Hendri seorang laki-laki tempramen tapi dia adalah seorang laki-laki penyayang. Bahkan selama ini dia memperlakukan karyawannya begitu baik. Sebagai atasan dia sering memberi keringanan bagi karyawan yang dalam keadaan terdesak, sakit atau karyawan yang meminjam uang di perusahan dia ikut memfasilitasi. Hanya dia sangat tegas dalam urusan pekerjaan. Tak heran kalau para wanita di kantornya sangat mengidolakannya.
"Mas, tolong bebaskan Kak Morgan, dia tak bersalah. Kak Morgan tak ada hubungannya dengan masalah kita. Memang benar aku dan papa berencana menipumu dan mau mengambil keuntungan darimu. Itu rencana aku dengan papa tak ada hubungannya dengan Kak Morgan apa lagi mama. Sekarang mama dirumah sakit karena dia mendengar Kak Morgan di kantor polisi. Aku gak mau mama tambah drop kalau tahu kau telah mengambil perusahaan papa."
"Haha...,akhirnya kau mengaku juga. Ini yang kutunggu-tunggu. Aku makin suka dengan permainan yang kalian suguhkan. Kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang?"
__ADS_1
"Aku..."
"Kau mau apa tidak?, apa jangan-jangan kau sudah mempunyai rencana lain?"
"Mas, aku mohon padamu ini tinggal antara kita aja. Sekarang bebaskan Kak Morgan dan kembalikan perusahaan papa. Aku janji akan melakukan apa saja, kau bisa pegang kata-kataku."
"Baiklah, aku akan menuruti permintaanmu, tapi kau harus ingat kalau aku tak main-main dengan ucapanku. Kalau kau coba menipuku lagi akan kuhancurkan kalian semua."
Raisha terpaksa berbohong, dia ingin membalik keadaan. Tinggal dia membuat Hendri yakin kalau dialah yang berencana menipu dan mengambil keuntungan dari Hendri. Dia ingin rasa benci Hendri yang dialamatkan ke papanya bisa berbalik kepadanya dan Hendri lebih fokus membalas rasa sakit hatinya ke Raisha saja bukan melibatkan orang-orang yang dicintainya.
***
__ADS_1