
Ronal pun terduduk lemas, dia bingung harus berbuat apa sekarang. Hendri menatapnya, dia mencari-cari kebenaran dimata Ronal.
"Dia tidak berada disini." Akhirnya Ronal memberitahu dimana Raisha sekarang.
Hendri kembali memacu mobilnya dia sudah tidak sabar ingin menemui istrinya. Hendri turun dari mobil tergesa-gesa. Dipandanginya kesegala penjuru rumah yang didatanginya ini. Rumah yang sangat nyaman, dipenuhi bunga-bunga. Hendri menekan bel dan benar saja Raisha berada disana. Raisha begitu terkejut melihat Hendri yang datang menemuinya disini. Dari mana dia bisa tahu keberadaannya sedangkan dia tak memberitahu siapa pun.
Raisha tak menyuruh Hendri masuk.
"Untuk apa kamu kesini mas, kamu sudah puas sekarang menyakiti aku. Aku pikir balas dendammu sekarang sudah sempurna. Kau bisa tertawa sekarang."
"Apa maksudmu?, kenapa kamu pergi ninggalin rumah seperti ini?"
"Kamu bilang kenapa setelah kamu mengirim foto-foto seperti ini." Raisha menunjukan foto-foto yang didapatnya dari nomor tak dikenalinya kepada Hendri.
Hendri tampak bingung. " Aku bisa jelaskan."
"Kamu mau jelasin apa lagi?, ini sudah jelas."
__ADS_1
"Ini pasti Yulis, dia sedang mengadu domba kita. Dia sengaja melakukan ini. Kamu harus percaya sama aku."
Raisha akhirnya menangis lagi, memang benar dia adalah wanita yang lemah. Selain menangis tak ada yang bisa dilakukannya. Dia ingin mempercayai suaminya tapi bagaimana caranya foto itu jelas-jelas menampakkan perselingkuhan Hendri.
"Mas, aku ingin percaya, tapi ini bagaimana kau bisa menjelaskannya padaku."
"Aku memang menemui Yulis semalam. Dia menghubungi aku dan meminta bantuan. Kami sepakat bertemu di cafe yang ditentukannya. Kami sempat makan dan aku lupa apa yang terjadi setelah itu. Paginya aku bangun dan aku sedang berada di hotel, tapi dia tidak bersamaku. Aku berani jamin tidak terjadi apa-apa antara aku dan dia semalam."
Raisha menangis kembali dia ingin percaya tapi rasa cemburu yang berlebihan ini seperti sudah mematikan hatinya.
Raisha meraba perutnya yang masi rata. Memang benar seharian ini dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia tak ingat dengan anak yang dikandungnya butuh makanan. Dia merasa begitu egois.
"Kita pulang sekarang ya. Aku akan cari tahu apa maunya Yulis sebenarnya."
"Tak perlu mas, aku tak peduli. Aku cuma mau kamu bersama ku sekarang. Raisha memeluk Hendri begitu erat. Semenjak hamil dia jadi begitu sensitif. Rasanya dia ingin berdekatan dengan suaminya terus."
Hendri membawa Raisha pulang ke rumah. Di rumah dia masih tidak bisa tenang.
__ADS_1
"Apa mau Yulis sebenarnya?. Padahal dia dulu yang meninggalakan aku sekarang dia mencoba merusak rumah tanggaku."
Hendri mengirim orang untuk memata-matai Yulis. Mencari tahu bagaimana Yulis menjebaknya semalam.
Raisha melihat Hendri mondar-mandir di balkon kamar ikut cemas dan mencoba menghampiri Hendri yang sepertinya sedang berpikir keras.
"Apa ada masalah?"
"Tidak, kau tidurlah dulu."
"Aku gak bisa tidur, masalah tadi...," Raisha tak melanjutkan kata-katanya. Dia enggan bertanya kepada Hendri karena sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Suaminya sedang memikirkan sesuatu dan dia tak ingin bertengkar lagi malam ini.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?. Kamu masih belum percaya kalau aku dijebak. Aku bisa buktikan, tapi tunggu dulu aku sedang mengumpulkan buktinya."
"Aku cuma..."
***
__ADS_1