Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
semua menjadi bingung


__ADS_3

Raisha mengajak Hendri menemui teman-temannya. Melihat Raisha kembali dari toilet dengan menggandeng Hendri teman-tamannya jadi bingung. Ike berbisik ditelinga Uti, "Kenapa mereka bisa barengan?" Uti menggeleng tanda tak tau, dia pun bingung mengartikan keadaan ini.


"Maaf aku baru sampai, ayo dilanjutkan makannya" Hendri mencoba bersikap ramah kepada teman-teman Raisha. Uti, Ike dan Risna jadi bertambah bingung , menurut cerita yang mereka dengar dari Raisha kalau hubungan dia dengan suaminya tidak baik-baik saja, tapi pemandangan yang mereka lihat sekarang sungguh kebalikannya. Mereka tampak mesra, bahkan Hendri menggandeng Raisha tanpa melepasnya meski didepan mereka. Hendri menarik kursi untuk Raisha dan kemudian dia ikut duduk juga disamping istrinya.


Sungguh ketiga temannya semakin dibuat bingung tapi tidak satupun dari mereka mempertanyakan itu.


"Maaf aku sedikit terlambat, ada rapat yang harus aku hadiri, makanya aku tak bisa menemani istriku tadi mengikuti sidang, untung ada kalian. Terima kasih telah membantu Raisha." Hendri berusaha tampil sempurna. Wawan, Ikram dan Tio yang tidak tahu apa-apa hanya mangut-mangut saja. Mereka kira apa yang dikatakan Hendri benar adanya. Sedangkan Ike, Uti dan Risna udah kebingungan dibuatnya.


"Apa betul yang dikatakan Raisha kalau suaminya memiliki dua kepribadian?" Ike berbisik ditelinga Risna, dan Risna hanya menggeleng tanda tak tahu.


"Ayo dilanjutkan makannya," Raisha berusaha tersenyum didepan teman-temannya. Sebenarnya dia juga bingung dengan sikap Hendri, tadi dia buru-buru mengajak pulang sekarang malah ikut duduk dengan teman-temanya. Hendri sudah memesan makanan tambahan untuk mereka semua.

__ADS_1


"Ayo dimakan, kita disini mau makan buka cuma saling liat-liatan." Hendri berusaha ramah didepan teman-teman Raisha. Dia juga ikut ngobrol bareng Wawan, Ikram dan Tio. Meski suasana sedikit canggung, tapi semua berjalan lancar. Akhirnya mereka pulang dengan pasangan masing-masing. Risna diantar Wawan, Uti dengan Ikram, Ike dengan Tio dan Raisha ikut pulang bersama Hendri. Didalam mobil Raisha hanya diam saja dia sibuk dengan pikirannya sendiri.


Kali ini apa lagi yang akan diterimanya, dia sudah pasrah. Baru saja dia bisa tersenyum dengan teman-temanya sekarang dia sudah berada dalam masalah lagi. Raisha mencoba menarik nafas dan melepasnya dengan kasar. Tapi setidaknya satu beban dipundaknya sudah lepas, dia sudah lulus dan sebentar lagi dia akan wisuda. Raisha sudah berencana setelah ini akan mencari pekerjaan dia harus menjadi wanita yang mandiri.


"Bisa-bisanya kau pergi bersenang-senang dengan teman tanpa meminta izin dariku. Kau sudah semakin berani sekarang, kenapa tidak mengajak pacarmu itu?"


Raisha hanya diam saja, dia tak berusaha menjawab, karena menjawabpun tak ada gunanya. Hendri akan terus menyalahkannya.


Melihat Raisha hanya diam dan tak menjawab lagi pertanyaannya. Hendri merasa kesal dan melajukannya mobil dengan kecepatan diatas rata-rata. Melihat Hendri yang sedikit ugal-ugalan Raisha panik dan menyuruh Hendri menghentikan mobilnya.


"Mas, kau sudah gila, kita bisa tertabrak kalau begitu"

__ADS_1


Hendri tidak menghiraukan perkataan Raisha dia semakin menambah kecepatan.


Raisha yang sedang panik mendadak menyuruh Hendri untuk menghentikan mobilnya.


"Aku turun disini aja kalau gitu. Aku gak mau mati konyol"


Hendri menggenggam tangan Raisha, "sebaiknya kau diam dan ikuti perintahku" Hendri mencoba memperingatkan Raisha.


Raisha menjadi sangat takut diapun menangis.


***

__ADS_1


__ADS_2