Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
kekhawatiran Henni


__ADS_3

Mereka tak habis pikir dengan ekspresi wajah Hendri. Seakan yang mereka bicarakan tadi tidak ada hubungannya dengannya. Marisa hanya bisa terdiam dia maklum akan sikap Hendri saat ini, tapi dilain pihak dia sangat mengkhawatirkan Mita anak perempuannya. Haruskah dia memohon kepada Hendri untuk menjaga adiknya.


Mita hanya bisa geleng-geleng kepala. Baru kali ini dia bertemu dengan orang seperti Hendri. Dia mengerti akan kekecewaan Hendri terhadap ibunya tapi bisakah Hendri tak bersikap seperti itu kepada orang yang melahirkannya.


"Ibu gak usah mikirin aku, sekarang kita fokus dengan kesehatan ibu. Apa yang ibu inginkan sebisa mungkin Mita penuhi."


"Ibu gak minta apa-apa nak, ibu cuma mau bertemu dengan kakakmu dan setelah ibu tiada ibu minta Hendri menjaga kamu."


"Oke, ibu mau aku menjaga dia kan. Aku turuti permintaan ibu. Sekarang ibu turuti maunya aku."


***


Henni masih ragu akan perkataan anaknya sendiri. Dalam hatinya bertanya-tanya apa benar Raisha dan Hendri dalam keadaan baik-baik saja. Lebih tepatnya rumah tangganya dalam keadaan baik. Mengingat anaknya yang sedang mengandung, Henni tampak cemas. Semenjak kedatangan Raisha tadi pagi hatinya tak tenang.


"Mama kenapa sih dari tadi seperti orang yang kebingungan?. Mama lagi mikir apa?."

__ADS_1


"Enggak, mama cuma bingung aja. Kamu sama Hendri baik-baik aja kan?"


"Tentu baik ma, kok mama nanyak kek gitu?"


"Mama takut kalau kalian..."


"Bertengkar?"


"Aku gak bakalan pulang kesini ma kalau bertengkar sama Mas Hendri."


"Trus pulang kemana?"


"Mama maunya juga gitu. Rumah tanggamu baik-baik saja. Apa lagi sekarang kalian mau punya anak."


"Iya ma, Raisha gak lama kok disini. Cuma sampai mual-mual Raisha mendingan. Raisha kangen banget sama mama. Rasanya mendadak sekali harus berpisah dengan mama."

__ADS_1


"Waktu papa menyuruhmu menikah dengan Nak Hendri, mama sempat khawatir bagaimana nanti kamu harus menghadapi semua ini sementara kamu belum ada keinginan untuk menikah, tapi alhamdulillah semua yang mama khawatirkan tidak terjadi. Mama sangat senang melihat kamu sekarang bisa bahagia."


"Mama kok ngomong gitu sih, seolah-olah Raisha gak bahagian waktu tinggal disini."


"Enggak gitu, maksud mama selama ini kamu selalu mengalah dan mengesampingkan kepentinganmu diatas kepentingan orang lain, tapi melihatmu bahagia dengan keputusan yang dibuat papa, mama sangat senang. Akhirnya anak mama bisa bahagia meskipun dalam keterpaksaan."


Raisha terharu mendengar penuturan mamanya. Sebenarnya dia tak tahu sampai kapan nasib baik akan berpihak kepadanya. Dia sendiri belum yakin dengan suaminya. Hendri begitu misterius, bahkan Raisha belum tahu siapa dia sebenarnya. Bagaimana keluarganya, apa yang dilakukan Hendri hingga menjadi seperti sekarang ini.


Hari ini dia habiskan dengan merenung di taman belakang. Ini tempat favoritnya selama ini. Mama Henni sibuk membuat kue di dapur dia juga banyak membuat masakan kesukaan Raisha. Dia terlampau senang, momen seperti ini dia manfaatkan sebisa mungkin sebelum Raisha kembali ke rumahnya.


Malam harinya Morgan pulang ke rumah dikejutkan dengan kehadiran Raisha di meja makan. Ronal benar-benar terkejut, dia terlampau senang.


"Kenapa tidak ada yang menelpon aku?, kenapa mama gak kasih tahu Raisha ada disini?."


"Karena aku yang melarang mama untuk menghubungi kakak."

__ADS_1


"Kejutan....,kau bisa melihat ini?."


***


__ADS_2