
Pagi-pagi sekali Hendri sudah berangkat. Dia langsung menuju ke kantor mertuanya. Haris sudah menunggu 10 menit yang lalu. Memang ada hal penting yang ingin dibicarakannya bersama Hendri selaku menantunya.
"Akhirnya kau datang juga nak Hendri".
"Ya tuan Haris, eh...maksudnya papa".
Haha..., sepertinya kau belum terbiasa. Udah santai aja, ini kita lagi di kantor kau boleh memanggil ku seperti biasa.
Ngomong-ngomong mengenai yang semalam kita bicarakan, bagaimana kau setuju?.
Ini pelung besar buat kita. Jangan disia-sia kan. Sebaiknya kita yang ambil. Tapi kau tau sendirikan perusahan papa lagi sulit, kalau mau kau bisa investasi lagi di perusahan papa.
"Bisa saja saya investasi di perusahan papa, tapi ?".
"Tapi apa nak Hendri?".
"Raisha ingin mengambil S2 ke Amerika, otomatis dia akan lama disana. Saya pasti akan bolak balik ke Amerika, kalau terlalu banyak yang saya urus disini, rasanya tidak mungkin...,"
"Maaf nak Hendri, papa potong. Maksudmu Raisha mau ke Amerika?"
__ADS_1
"Ya...,papa belum tau?"
"Mana mungkin dia meninggalkan nak Hendri disini".
"Saya ingin papa jujur, sebenarnya ada hubungan apa Raisha dengan laki-laki itu, apa benar mereka masi berpacaran hingga saat ini?".
"O...o...nak Hendri, i...iii...ini pasti ada kesalah pahaman. Papa berani jamin kalau anak papa Raisha tidak seperti yang nak Hendri pikirkan. Dia tidak pernah punya pacar, memang papa yang larang, karena papa sudah menyiapkan masa depan yang cerah untuk dia. Raisha hanya akan menikah dengan pilihan papa. Mana mungkin dia punya pacar".
Haris berusaha menyakinkan Hendri, dia sedikit gugup karena ini bisa berpengaruh dengan usulan proyek baru yang ingin ditawarkan ke Hendri. Jangan sampai gara-gara kesalah pahaman ini, Hendri tidak mau diajak bekerja sama dengan perusahannya. Haris berpikir keras, dari mana berita ini sampai ke telinga Hendri. Dia harus mencari tau siapa sebenarnya Ronal itu yang disebut memiliki hubungan dengan Raisha putrinya.
Hendri memang sengaja berbohong, dia ingin melihat reaksi Haris. Tapi sepertinya Haris benar-benar tidak mengetahui hubungan Raisha dengan Ronal. Dia begitu terkejut ketika Hendri menyebut nama Ronal bahkan dia begitu marah ketika melihat Raisha bersama Ronal dalam foto yang diambil oleh asisten Hendri.
"Nak Hendri masi tidak percaya?".
"Laki-laki itu adalah kakak kelas Raisha. Dia sekarang lagi mengambil S2 di Amerika. Raisha meminta saya menunda pernikahan waktu itu, papa tau alasannya?".
"Memangnya apa alasan dia?".
"Dia ingin melanjutkan S2 ke Amerika, dan papa tau apa artinya itu?. Dia ingin lari bersama pacarnya. Dia tidak ingin menikah dengan saya. Dan sekarang pacarnya pulang kemari menagih janji Raisha. Makanya Raisha datang kepada saya sebelum hari pernikahan untuk membatalkan pernikahan, ternyata dia ingin lari dengan pacarnya".
__ADS_1
"Jadi dia sekarang mau ke Amerika?".
Tidak bisa, nak Hendri jangan beri izin dia kuliah disana. Bila perlu papa sendiri yang akan bicara dengan dia".
"Tidak perlu, saya pikir ini urusan kami berdua suami istri".
"Kita bicarakan saja kontrak kerja kita. Papa sudah berjanji agar saya yang mengelola perusahan papa bukan, sebaiknya masalah ini biar saya yang tangani".
"Tapi nak Hendri, papa tidak bisa santai aja dong, ini proyek besar".
"Jadi papa masi ragu dengan kemampuan saya?".
"Haha...mana mungkin papa ragu dengan menantu papa yang hebat ini".
"Oke, papa serahkan semua urusan sama nak Hendri tapi nak Hendri mau ikut investasikan dalam proyek ini?".
"Papa tenang saja, saya akan tranfer lagi. Besok saya akan kirim orang kepercayaan saya ke kantor papa. Dia yang akan mengatur dan memberi laporan kepada saya".
"Kalau itu terserah nak Hendri saja".
__ADS_1