Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
Dia tak akan pulang lagi ke rumahmu


__ADS_3

"Sepertinya kalian belum punya rencana baru ya?"


"Kenapa kau melakukan ini, padahal aku sudah percaya penuh padamu?"


"Kau tanya kenapa?. Haha....,tuan Haris yang terhormat mungkin kau sudah lupa tapi aku tidak. Kau ingat anak kecil yang mencuri di toko roti ibumu?"


"Jadi kau...?"


"Ya itu aku"


***


"Mau jadi apa kau kecil-kecil sudah pandai mencuri?. Apa orang tuamu tidak mendidikmu dengan benar?" Hari itu Hendri begitu kesal, dia sedang ada masalah ditambah lagi ada seorang anak yang mencuri di toko roti ibunya. Dia marah hingga menampar dan hampir membuatnya babak belur untung ada ibunya yang menahan"

__ADS_1


"Waktu itu kau tanya aku mau jadi apa?. Ya sekarang aku jadi seperti ini".


"Jadi kau sengaja melakukan ini?"


"Bisa dibilang ini kebetulan, awalnya aku sudah melupakan hinaanmu yang dulu, tapi takdir mempertemukan kita dan kebetulan juga kau mau menjual anakmu jadi aku pakai saja buat membalas rasa sakit hati yang dulu"


"Kurang ajar, beraninya kau bicara seperti itu. Apa maksudmu aku mau menjual anak?"


"Sudah pa, jangan diladeni. Kita lagi di rumah sakit"


"Memangnya kau siapa bisa bicara seperti itu, aku akan menyewa pengacara hebat buat anakku."


"Wow sepertinya kau lupa, sekarang kau tak punya apa-apa. Rumah yang kau tempati sekarang itu juga sudah menjadi milikku. Memangnya kau punya uang untuk membayar pengacara?. Haha....baiklah, aku pamit dulu ya. Kau tak ingin pulang denganku?" Hendri melirik kearah istrinya dengan tampang mengejek. Raisha sudah kehabisan kata-kata, dia juga sudah muak dengan Hendri tak ada sedikitpun lagi rasa simpati terhadapnya.

__ADS_1


"Dia tak akan pulang lagi kerumahmu, sebaiknya segera kau ceraikan anakku. Aku sudah muak melihatmu" Haris begitu marah, dia menyuruh Hendri menceraikan anaknya.


Kau pikir pernikahan itu mainan, gampangnya kau menyuruh aku menceraikan anakmu cuma karena kau sudah muak melihatku. Lantas sekarang kau ingin aku menceraikan dia agar bisa menikahkan dengan orang lain dan mendapatkan uang lagi untuk membangun perusahaanmu?, haha.... aku tak akan menceraikannya


"Sekarang aku akan membawanya pulang dan kau mau ikut dengan senang hati atau mau kupaksa?" Hendri memandang istrinya dengan tatapan memaksa. Raisha begitu ketakutan, dia tak tahu harus bagaimana. Disatu sisi dia sudah muak dengan Hendri tapi disatu sisi lain dia masih berstatus istri Hendri. Dia juga tidak mau membuat keributan. Lagi pula keadaan keluarganya sedang tak baik. Kalau membuat Hendri marah dia takut Hendri akan semakin menyakiti keluarganya. Dia memilih menyerah, dan mengorbankan dirinya lagi untuk keluarga.


"Tapi mas, mama lagi dirawat disini aku mana mungkin meninggalkannya."


"Kau mau ikut apa tidak?" Hendri membesarkan suaranya dan orang-orang yang berada di rumah sakit menatap ke arah mereka. Raisha tak punya pilihan dia pun ikut dengan Hendri, tapi tiba-tiba Haris menahannya.


"Berani kau bawa anakku, langkahi dulu aku" Haris begitu kesal dia tak mau anaknya ikut dengan Hendri.


Pa udah, biar Raisha ikut dengan Mas Hendri bagaimanapun Raisha masi istrinya dan gak baik kita membuat keributan disini. Besok Raisha akan kembali lagi kesini melihat mama.

__ADS_1


***


__ADS_2