
Hendri mendapat telpon mendadak dari seseorang. Dia bergegas pergi, dan menganjak Raisha ikut dengannya.
"Ada apa mas?, kita mau kemana?"
"Ada yang harus aku urus, aku akan mengantarmu dulu kerumah."
Sepertinya ada yang tidak beres, Raisha ingin bertanya tapi dia melihat Hendri begitu panik. Dia memilih diam.
Hendri melihat jam tangannya, pikirannya sedang dipenuhi tanda tanya. Dia menurunkan istrinya tepat di depan gerbang pintu utama disana terlihat Pak Diman membuka pintu.
***
Rey menghubungi Hendri dua puluh lima menit yang lalu. Dia takut bosnya marah lagi kepadanya karena tidak becus mengurus ayah bosnya.
Baskoro kabur dari rumah sakit jiwa yang selama ini ditempatinya. Rey yang ditugaskan untuk melaporkan segala gerak-gerik Baskoro di rumah sakit gagal lagi menjalankan tugas. Dulu Baskoro pernah kabur dari rumah sakit tapi berhasil dibawa paksa oleh anak buah Hendri. Hari ini entah kenapa petugas rumah sakit yang dibayar Hendri berhasil dikelabuhi oleh Baskoro.
Hendri mendatangi rumah sakit dan disana sudah ada Rey yang menghubunginya tadi.
"Bagaimana bisa kalian kehilangan dia?"
__ADS_1
"Maaf bos, perawat yang jaga bilang tadi bapak tidur. Tapi waktu mereka balik ke kamar mengecek, bapak udah gak ada."
"Kemana perawat tadi, aku mau menanyakan langsung kepada dia"
"Ada bos, itu disana"
"Bagaimana keadaan ayah saya belakangan ini, bukanya kata dokter dia sudah semakin baik."
"Benar pak, kata dokter yang menangangi Pak Baskoro dia sudah semakin bagus perkembangannya. Saya yang bertugas mengawasi Pak Baskoro."
"Apa menurut anda ada yang aneh dengan ayah saya belakangan ini, karena dulu dia sempat kabur juga sewaktu dokter bilang dia sudah mulai sehat."
"Saya tidak melihat ada yang aneh, tapi tadi pagi ada seorang wanita yang menemuinya disini"
"Iya menurut keterangan dari piket yang menjaga disini Pak Baskoro mempunyai tamu hari ini."
"Bisa saya bicara dengan penjaga itu?"
"Silahkan pak?" Hendri tak mau menduga-duga tapi siapa yang akan menemui ayahnya, bahkan ayahnya sudah tidak mempunyai saudara disini. Kalau pun ada mereka juga telah melupakan ayahnya sangking sudah lama Baskoro berada disini.
__ADS_1
Hendri menanyakan perihal wanita yang datang menemui ayahnya.
"Bisa anda jelaskan ciri-ciri wanita yang menemui ayah saya tadi pagi?" Hendri sudah sangat penasaran, semuga ada titik terang dari ini semua dan dia bisa mencari keberadaan ayahnya.
Wanita itu umurnya sekitar lima puluhan, rambutnya sebahu dan ada tahi lalat dipipi kirinya. Kulitnya putih tingginya kira-kira 165 cm.
Hendri tak percaya, apakah itu ibunya?. Tapi untuk apa ibu menemui ayahnya, bukankah dia telah meninggalkannya sejak lama dan kenapa dia harus kembali. Apa ayah pergi mencari ibu?" Begitu banyak pertanyaan yang memenuhi kepalanya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya itu benar ibunya. Dia sudah terlampau kecewa dengan orang yang melahirkannya itu. Kalau seandainya ibu kembali haruskah dia memafkannya?.
***
Hendri pulang dengan tangan kosong. Anak buahnya tidak berhasil melacak keberadaan ayahnya. Akhirnya Hendri memilih pulang ke rumah. Di rumah Raisha sudah menunggunya, dia tak bisa tidur dari tadi.
"Mas kamu sudah pulang?"
"Kenapa belum tidur?"
"Aku gak bisa tidur, sebenarnya apa yang terjadi?"
"Tidak ada, kau tidurlah aku mau mandi dulu"
__ADS_1
Hatinya sedang gelisah dan perasaannya sedang tidak menentu. Hendri tak ingin istrinya tahu. Dia memilih berdiam diri di ruang kerjanya.
***