Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
kalian saling kenal?


__ADS_3

Hendri mondar-mandir kekiri kekanan. Mita yang dari tadi hanya duduk ikut pusing mengikuti arah gerak Hendri. Dia tak berani berbicara, hanya diam saja. Hendri sedang menunggu kabar dari anak buahnya.


Sendi berjalan cepat memasuki pintu utama kediaman Hendri. Dia tak tahu bagaimana cara menyampaikan berita yang didapatnya dari orang suruhannya.


"Bagaimana kau sudah tahu keberadaan istriku?"


"Maaf bos, tapi ini diluar dugaan...sebenarnya..."


"Sebenarnya apa?, cepat katakan!"


***


Hendri buru-buru mengambil kunci mobil dan segera meninggalkan kediamannya. Kepalanya mau pecah, bahkan dalam minggu ini dia tak bisa tidur dengan tenang. Masalah datang silih berganti dan dengan kejadian hari ini membuatnya sudah tak bisa mengendalikan diri. Dia benar-benar muak dengan cerita membosankan ini.


Hendri menghubungi seseorang dan orang itu semakin membuatnya kesal.


"Katakan aku harus kemana?"


Seseorang mengarahkannya kesuatu tempat. Hendri sudah tidak sabar bertemu orang yang berbicara dengannya.


***

__ADS_1


"Dimana kau sembunyikan istriku?" Hendri sudah habis kesabaran dia ingin meninju muka laki-laki yang berada dihadapannya sekarang.


"Kau mau istrimu kembali, tapi sayang dia tidak mau bersamamu lagi."


"Beraninya kau" Tak mau menunggu lagi Hendri langsung melayangkan tinjunya kemuka Ronal. Ya orang yang menghubunginya tadi adalah Ronal. Dia terlihat putus asa sampai berpikir gila dengan menculik Raisha. Konyol sekali nampaknya, dia merencana semua ini dengan bantuan seorang wanita.


Ronal tak mau kalah dia pun membalas Hendri dengan membabi buta. Hingga terdengar teriakan dari seorang wanita.


"Berhenti."


"Kalian berdua memang laki-laki bodoh, untuk apa berkelahi karena seorang wanita yang biasa saja dan membosankan."


"Kau?"


"Ya aku. Kenapa, kau terkejut?"


"Kalian saling kenal?"


"Haha..., maaf sayang mungkin dulu aku belum sempat mengenalkanmu kepada saudara-saudaraku. Ini Ronal anak dari pamanku. Sebuah kebetulan, mungkin bisa dibilang takdir kalau dia mencintai istri bodohmu dan aku mencintaimu jadi kami berpikir bagaimana kalau bekerja sama untuk memisahkan kalian. Aku rasa ini tidak salah karena aku tau kau masih mencintai aku, jadi bagaimana kalau kita bersama saja lagi dan biarkan istrimu dengan Ronal adikku."


"Kau sudah gila. Kau pikir aku masih mau kembali bersamamu setelah apa yang kamu lakukan?"

__ADS_1


"Sayang, kita bisa mulai dari awal. Aku menyesal, kau mau kan memaafkanku?"


Dengan tidak tahu malu Yulis memeluk Hendri didepan Ronal yang nampak muak melihat tingkah kakak sepupunya itu.


"Lepaskan, aku benar-benar muak sekarang. Cepat kembalikan istriku atau..."


"Atau apa?" Ronal juga tak sabar ingin mengakhiri ini semua. Dia menarik kerah baju Hendri dan...


"Berhenti."


Segerombolan polisi datang mengepung tempat dimana Ronal mengajak Hendri untuk bertemu. Untuk kali ini Sendi bisa diandalkan. Biasanya dia hanya menjadikan pekerjaan sebagai lelucon dan kali ini dia benar-benar serius menjalankan tugasnya sebagai asisten pribadi Hendri. Sebenarnya tak ada yang menyuruhnya menghubungi polisi. Menurut Hendri ini bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan tapi Sendi bergerak cepat mengambil inisiatif sendiri menghubungi polisi dengan tuduhan penculikan.


Ronal dan Yulis terpaksa dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.


Yulis begitu kesal, menurutnya polisi sudah berlebihan. Mereka bukan penjahat, menurutnya ini hanya kesalah pahaman karena dia tidak bermaksud mecelakai siapapun. Sementara Ronal hanya diam saja, dia merasa menyesal telah melakukan hal bodoh seperti ini.


Akhirnya Hendri menemukan Raisha dia dikurung di sebuah kamar, tapi anehnya Raisha tidak merasa senang telah dibebaskan dari Ronal dan Yulis. Dia nampak termenung, Hendri buru-buru memeluknya, dia sangat takut terjadi apa-apa dengan istrinya.


"Kau tidak apa-apa?"


***

__ADS_1


__ADS_2