Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
kemarahan Hendri


__ADS_3

Di kantor Hendri sedang merasa kesal. Pagi-pagi dia sudah dibikin kesal dengan menerima telpon dari Ronal, laki-laki yang dianggapnya memiliki hubungan dengan Raisha.


Hendri memanggil Sendi asisten pribadinya untuk mencari tau siapa sebenarnya Ronal.


"Tolong kamu cari tau siapa sebenarnya Ronal".


"Ronal yang mana bos?, kan yang namanya Ronal banyak, bukan satu orang".


"Kamu pikir, untuk apa juga kamu punya otak kalau gak berpikir".


"Si bos pagi-pagi dah marah kayak gak dapat jatah aja, padahal masi pengantin baru".


"Apa kamu bilang?.


"Ee...enggak bos maksud saya jatah makan siang hari ini siapa ya?".


"Padahal aku ngomongnya pelan, kok bos bisa dengar ya, untung aku cepat bisa mengelak".


"Maaf bos, apa Ronal itu ada hubungannya dengan keluarga tuan Hendri yang bos suruh mata-matai?".


"Dia temannya Raisha".


"Raisha istrinya bos?


"Iya, jangan banyak tanyak cepat kamu cari tau. Ada hubungan apa dia dengan laki-laki bernama Ronal dan kenapa dia berada di pesta Tuan Malik Hafis malam kemarin?. Apa kita ada hubungan bisnis dengan dia?. Laporkan semua kegiatan istriku diluar rumah".


"Siap bos, kalau soal nyonya Raisha emang udah ada yang ngikutin dia tiap hari".


Tak butuh waktu lama, Hendri sudah mendapatkan informasi mengenai siapakah Ronal sebenarnya. Ronal adalah keponakan dari Malik Hafis pengusaha tambang batu bara. Dia sedang mengambil kuliah S2 di Amerika dan sekarang dia lagi berlibur di Indonesia.


"Pantas saja Raisha memintaku menunda pernikahan, ternyata dia mau lari dengan pacarnya ke Amerika. Dia beralasan mau mengambil kuliah S2 ke Amerika. Jadi tujuannya agar tetap bersama pacarnya".

__ADS_1


"Kamu liat saja apa yang akan aku lakukan pada pacarmu".


Hendri terbakar cemburu dia tidak sadar telah menaruh perasaan kepada istrinya. Apa lagi setelah mendengar laporan dari Sendi asistennya, kalau Raisha hari ini bertemu dengan Ronal di kampus, bahkan mereka berada dalam satu mobil. Amarah Hendri semakin menjadi-jadi.


"Akan ku hukum kau malam ini".


Melihat Raisha begitu berani bertemu pacarnya tanpa sepengetahuan Hendri, membuat Hendri tersulut emosi, dia hampir meledak.


"Bahkan dia berani membawa pacarnya ke rumah orang tuanya. Kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu".


Hendri datang ke rumah orang tua Raisha dengan muka yang merah padam. Dia mengendarai mobilnya begitu cepat. Hanya butuh waktu lima belas menit dia sudah berada dikediaman Haris.


Hendri menekan bel dan tak lama ada yang membuka pintu. Morgan yang ingin keluar terhenti melihat di pintu depan ada Hendri yang kelihatan tidak seperti biasanya. Wajahnya seperti sedang menahan amarah.


"Ada apa ni?". Morgan bertanya kepada Hendri.


"Dimana Raisha?".


Hendri tak menjawab pertanyaan yang diajukan Morgan malah bertanya balik.


Belum habis Morgan menjawab, Hendri langsung menerobos masuk. Dia seperti orang kesetanan. Melihat sikap Hendri yang tak biasa Morgan ikut menyusulnya dari belakang. Dia memiliki firasat buruk.


Hendri memanggil nama Raisha begitu keras. "Raisha...,Raisha..."


Dari ruang tengah Raisha dan mama Henni terkejut melihat Hendri seperti orang yang sedang marah memanggil Raisha keras-keras. Haris pun yang sedang berada di kamar ikut melihat ke luar. Dia juga terkejut ada yang memanggil Raisha dengan nada marah.


"Ada apa ini nak Hendri?". Haris membuka pembicaraan.


"Tolong anda tanyakan sama anak anda, dengan siapa dia kesini?".


Hendri berusaha sedikit tenang, dia menghirup udara dalam-dalam untuk menurunkan sedikit amarahnya. Raisha terdiam, dia sangat ketakutan.

__ADS_1


"Bagaimana mas Hendri bisa tau, aku pergi dengan kak Ronal kesini".


Dalam hati Raisha bertanya-tanya siapa yang memberitahukan Hendri. Kali ini dia tak akan selamat, Raisha sudah pasrah.


Haris berusaha menenangkan Hendri, dia takut juga kalau sampai anaknya berbuat salah mau ditaruh dimana mukanya.


"Nak Hendri mari duduk dulu, kita bicara baik-baik".


"Tak perlu bermanis-manis".


Hendri melempar foto yang diberikan Sendi asistennya ke meja ruang tengah tepat di depan Haris. Di foto itu nampak Ronal sedang menarik tangan Raisha dan menuntunnya menaiki mobil. Haris merasa malu atas perbuatan anaknya. Dia pun naik pitam dan menampar Raisha di depan semua yang hadir. Raisha tersungkur di lantai, Henni berteriak histeris, menangkap Raisha yang terjatuh ke lantai. Morgan menahan Haris untuk tidak menampar Raisha lagi.


"Dasar anak tak tau diri, bisanya kau permalukan orang tua. Kau sudah punya suami dan berani jalan dengan laki-laki lain. Apa ini yang papa ajarkan sama kamu?".


"Sudah pa, kita belum tau ini benar atau salah. Papa jangan langsung menyalahkan Raisha".


Morgan ikut menenangkan papanya. Henni dan Raisha sudah menangis, mereka tak berani menjawab. Morgan mencoba menjadi juru bicara bagi kedua belah pihak.


"Sekarang mari kita duduk dulu. Hendri ayo duduk".


Morgan menyuruh Hendri duduk sambil menarik tangan papanya agar mau ikut duduk. Raisha juga sudah duduk dibantu oleh Henni.


"Apa benar kamu tadi pergi dengan laki-laki ini Raisha?".


Morgan membuka pembicaraan dengan bertanya kepada Raisha. Raisha yang dari tadi hanya menangis mengangguk iya.


Memang benar dia pergi dengan Ronal tapi tidak seperti yang mereka bayangkan. Raisha hanya bisa menjawab dalam hati. Bahkan suaranya pun tak keluar bagaimana dia bisa membela diri. Ini kali pertama Haris menamparnya. Haris tak pernah memukul anak-anaknya. Walaupun dia seorang ayah yang otoriter dan keras, dia tak pernah menghukum anaknya dengan cara seperti ini.


"Kau masi bisa menyangkal, jelas-jelas ini ada buktinya. Hendri habis kesabaran.


Lagi-lagi Raisha terdiam.

__ADS_1


"Nak Hendri, aku minta maaf atas nama Raisha, dia tak menyadari apa yang dilakukannya. Tapi aku berani jamin Raisha bukan wanita seperti itu. Bisakah ini kita lupakan dan aku jamin ini tidak akan terulang lagi".


Haris takut sekali Hendri marah dan bisa merusak hubungan yang telah dibangunnya sejak awal.


__ADS_2