
Pagi-pagi sekali Hendri sudah berangkat dia mau mengantar ayahnya ke rumah sakit dulu sebelum ke kantor. Raisha mengantar mereka sampai di gerbang. Kepalanya sedikit pusing, semalaman dia tak bisa tidur. Dia terus memikirkan pembicaraannya dengan Hendri. Menjelang siang di rumah Hendri kedatangan tamu. Raisha yang sedang duduk di ruang tengah dikejutkan dengan kehadiran tamu yang tak diundang.
Raisha tahu itu Yulis tapi mau apa dia kemari?. Perasaannya jadi tak menentu.
"Apa bisa kita bicara sebentar?" Yulis membuka pembicaraan.
"Maaf saya tidak mengenal anda, ada perlu apa anda mencari saya." Seperti dipengaruhi amarah Raisha tak pernah berbicara seperti ini sebelumnya kepada orang lain. Belum sembuh rasa sakit hatinya semalam karena membicarakan Yulis, hari ini malah orangnya yang datang menemui Raisha.
"Kalau begitu perkenalkan nama saya Yulis, anda ini istrinya Hendri?"
"Iya benar sekali, ada yang bisa saya bantu?"
"Aku dengar ayahnya kabur dari rumah sakit?, emm...mungkin kamu belum tahu kalau ayah Hendri sedikit mengalami gangguan kejiwaan. Apa dia gak pernah cerita?"
"Dia sudah mengantar kembali ke rumah sakit. Saya rasa anda tidak perlu sekhawatir itu."
__ADS_1
"Tentu saja aku khawatir, dia calon mertuaku. Aku heran kenapa Hendri menikahi wanita sepertimu. Aku dengar dari seseorang dia telah menikah dan aku ingin melihatnya sendiri wanita mana yang bisa membuat Hendri melupakan aku. Ternyata hanya seorang wanita pucat, kurus dan pendek. Membosankan sekali, apa segitu frustasinya Hendri hingga menikahimu yang tak seberapa itu."
Raisha tak mau membuang banyak energi cuma untuk menghadapi wanita seperti Yulis."
"Anda sudah selesai, kalau begitu silahkan keluar dari rumah saya." Raisha menolak Yulis keluar lalu menutup pintu tanpa memperdulikan Yulis yang berteriak-teriak karena kesal dipaksa keluar oleh sang empunya rumah.
Hati Raisha seperti terbakar, dia sangat kesal setelah mendengar perkataan yang keluar dari mulut mantan kekasih Hendri.
"Apa maksudnya dengan mengatakan calon mertua, apa dia pikir aku akan berpisah dengan Mas Hendri?. Apa Mas Hendri akan kembali bersama Yulis?.
Kepala Raisha tiba-tiba sakit, rasanya dia mau ambruk. Benar saja dia jatuh ke lantai untung ada Bik Inah yang melihat.
"Nyonya....,nyonya kenapa?.
"Pak....Pak...." Bik Inah memanggil Pak Diman. "Tolong Pak...nyonya pingsan."
__ADS_1
"Ada apa buk?" Pak Diman terkejut dipanggil tiba-tiba oleh Bik Inah.
"Cepat telpon Tuan?"
"Yaya...kita pindakan dulu nyonya ke kamar."
Hendri melihat ponselnya berdering terus dari tadi. Dia baru selesai rapat, dan kemudian menghubungi kembali nomor yang menelponnya tadi.
"Pak Diman, ada apa ini?. Pasti ada hal penting." Hendri segera menghubungi Pak Diman kembali.
"Halo Pak Diman..., apa ada yang tidak beres?"
"Ini nyonya tuan, pingsan."
***
__ADS_1