Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
Wanita murahan


__ADS_3

"Bukan pacar mu?, maksudmu aku yang buta?. Kalian bermesraan di depan umum seperti itu bukan pacaran?.


Raisha tak bisa membela diri. Hendri makin memojokkannya.


Oh ya aku mengerti sekarang. Jadi kau berdandan seperti ini karena mau menemui pacarmu. Seperti wanita murahan, menampakkan belahan dada seperti ini. Sambil menarik baju di belahan dada Raisha. Raisha begitu terkejut, bajunya robek tepat dibagian dada. Gaun yang ia kenakan memang memiliki potongan kerah yang rendah.


Hendri sengaja merobeknya, dia ingin menghina Raisha sedemikian rupa, rasa sakit hatinya bisa terobati pikirnya. Tapi nyatanya tidak, dia pun merasa heran dengan sikapnya. Dia merasa kasian pada istrinya. Raisha menutup dada telanjangnya dengan tangan. Hendri seperti kehabisan nafas kemarahannya berubah menjadi gairah yang mendalam. Buru-buru dipalingkannya wajah agar tak tersurut gairah. Benar saja, Raisha tampak begitu menggairahkan malam ini.


Hendri akhirnya keluar dari kamar menuju ke dapur. Di teguknya air yang diambilnya dari lemari pendingin. Sepertinya belum cukup menurunkan gairahnya. Dia memilih duduk di taman sambil merokok. Pikirnya dia akan lupa dengan bayangannya akan tubuh mulus Raisha.


Dikamar Raisha menangis tersedu-sedu. Dia merasa sangat terhina dengan sikap dan perkataan Hendri yang menyebutkannya seperti perempuan murahan. Dia ingin menjelaskan kalau Ronal itu cuma temannya. Tapi Hendri tak mau mendengar dan malah menuduhnya yang bukan-bukan.

__ADS_1


Hendri begitu kelaparan, dia lupa kalau di pesta tadi tak sempat makan. Dia mencoba mencari makanan di lemari pendingin.


"Apa aku masak telur aja ya. Bagaimana cara masaknya ini?".


Raisha memilih keluar kamar. Dia tak sempat makan di pesta, tapi dia tak begitu lapar. Mengingat perkataan Hendri kepadanya tadi, membuat dia tak berselera makan. Dia memilih mengambil air putih saja di dapur. Melihat Hendri berkutak-katik di dapur, Raisha langsung mengambil alih pekerjaan Hendri.


" Kau mau makan mas?, biar aku saja yang siapkan.


Raisha berkali-kali memanggil Hendri.


"Mas...,mas...,mas Hendri..".

__ADS_1


Hendri terkejut dan baru sadar kalau Raisha memanggilnya. Cepat-cepat ditepisnya hayalannya tadi.


"E...e...,buatkan aku nasi goreng.


Hendri cepat-cepat meninggalkan Raisha di dapur. Dia tidak mau berinteraksi lama-lama dengan Raisha. Dia takut akan jatuh cinta dan terperangkap dengan rencana busuk Haris.


Hendri menghabiskan nasi goreng buatan Raisha. Dia hanya diam dan tak mau melihat wajah Raisha. Dia sebenarnya masi kesal dan ingin melanjutkan interogasinya. Dia penasaran siapa laki-laki tadi yang bersama Raisha. Tapi dia juga merasa kasihan pada istrinya yang menangis karena dicaci maki olehnya. Akhirnya dia memilih masuk ke kamar dan tidur.


"Mas Hendri aneh sekali, kemarin dia gak mau dimasakin sama aku. Hari ini dia begitu lahap makan masakan ku".


Raisha membereskan piring kotor dan mencucinya. Lalu dia buru-buru masuk ke kamar. Dilihatnya Hendri sudah tidur membelakanginya. Dia pun menggelar tikar dan mengambil selimut yang sedikit lebih tebal dan menindihnya ke atas tikar yang ditaruhnya di lantai. Di ambilnya bantal dan segera merebahkan tubuh mungilnya di lantai.

__ADS_1


__ADS_2