Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
ceraikan saja aku


__ADS_3

"Sebaiknya kau ceraikan saja aku mas!"


"Beraninya kau mengatakan seperti itu" Hendri begitu marah, rasanya darahnya naik sampai keubun-ubun. Hatinya panas tak kala mendengar istrinya meminta cerai darinya. Trauma masa lalu menghantuinya, dia ingat betul ketika ibunya memintai cerai dari ayahnya dan memilih untuk pergi. Hari ini dia mendengar kata-kata itu kembali. Mendadak Hendri menghentikan mobilnya, dia mencengkeram rahang Raisha dan mencoba menatap matanya dalam-dalam.


"Aku tak akan mengulang kata-kataku lagi, kuperingatkan kau jangan coba-coba minta cerai dariku karena itu tidak akan pernah terjadi, aku akan menyiksamu dan membuat hidupmu seperti di neraka karena kau dan ayahmu sudah berani bermain-main denganku"


Raisha begitu ketakutan, sepertinya dia sudah salah membangunkan macan dari tidurnya. Bukan tanpa alasan, kali ini Raisha sudah tak tahan, dia tak tau lagi bagaimana cara bersikap dengan Hendri. Apa yang dilakukannya selalu salah.


Hendri belum juga melepaskan cengkramannya di wajah Raisha. "Kau tahu apa yang sudah aku lakukan pada kakakmu?"


"Kak...,maksudmu Kak Morgan. Ada apa dengan dia. Kumohan jangan libatkan dia dengan masalah kita?"


Haha...., Hendri kemudian melepaskan cengkramannya dari wajah istrinya, dan memilih duduk dengan tenang kembali. Dia sangat senang melihat istrinya mulai panik.

__ADS_1


"Mas, katakan apa yang kau lakukan kepada kak Morgan?"


"Emm, aku cuma sedikit bermain-main dengan dia" Hendri semakin menikmati permainan ini, dia akan menjadikan ini sebagai senjata untuk mempermainkan istrinya.


"Kau akan lihat sendiri nanti"


"Maksudmu apa?" mas tolong, aku akan lakukan apa saja asal kau menjauh dari kakakku. Tolong jangan libatkan dia, Kak Morgan tak tahu apa-apa.


Raisha terdiam, dia tak tahu harus berbuat apa lagi. Apakah ini akhir dari cerita hidupnya. Jangankan mengejar kebahagiaan untuk dirinya, memberi kebahagiaan buat keluarganya saja dia tak bisa malah sekarang dia menempatkan kakaknya dalam bahaya. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan keluarganya nanti.


Suara dering dari ponselnya terdengar jelas. Raisha buru-buru menjawab telepon. Jantungnya dag dig dug ketika melihat nama yang tertera di ponselnya. Baru saja dia membicarakan kakaknya dengan Hendri sekarang kakaknya tiba-tiba menghubunginya. Ada apa ini, Raisha melirik Hendri sebelum menjawab telpon dari kakaknya.


"Ya Kak"

__ADS_1


"Raisha kau sedang dimana?, tolong kau jangan beritahu mama dan papa. Aku sekarang berada di kantor polisi"


"Kak, maksudmu apa, kenapa kau berada disana?" Rasa takut mulai menyelimuti hati Raisha, "mas Hendri tidak main-main kali ini"


"Kau tak perlu khawatir, ini cuma kesalah pahaman." Bisa kau kemari?, nanti kita bicara disini saja, ingat kau jangan beritau mama dan papa. Datanglah seorang diri kemari!"


"Baik kak" Raisha tak tau harus berbuat apa dia mulai kebingungan. "Apakah ini ulah mas Hendri?"


"Kau sudah dengar, apa yang bisa aku lakukan?. Sekarang terserah kamu, kakakmu akan dipenjara cuma aku yang bisa mengeluarkannya"


Raisha tak percaya suaminya bisa setega itu. Dia ingin memaki, bila perlu memukul suaminya dengan tangannya sendiri.


***

__ADS_1


__ADS_2