Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
tidak jadi ke kampus


__ADS_3

Raisha memilih untuk beranjak dari tidurnya. Dia mandi dan berpakaian. Dilihatnya pantulan pipi yang kebiruan, dirabanya pipi sebelah kiri. Memang masi terasa sakit. Nampak sekali wajahnya memar.


Raisha memilih tidak ke kampus hari ini. Padahal kurang dari lima hari lagi dia sudah sidang skirpsi. Tapi belum menyiapkan apa pun. Dengan keadaannya yang seperti ini mustahil dia akan ke kampus dan menemui teman-temanya.


Raisha memilih menghubungi Uti, dia mencoba minta tolong Uti, Ike dan Risna mempersiapkan bingkisan untuk para dosen pembimbingnya. Serta mempersiapkan hal-hal kecil yang berhubungan dengan sidangnya hari senin depan.


Uti sedikit merasa aneh denga tingkah Raisha, kemarin dia buru-buru pulang tanpa jadi menemui mereka. Hari ini malah dia tak datang ke kampus karena ada hal yang mendesak katanya urusan keluarga. Uti juga tak banyak tanya lagi karena dari nada bicaranya Raisha memang terlihat buru-buru. Sebenarnya Uti and the genk masi penasaran dengan berita pernikahan Raisha yang mendadak, tapi sampai saat ini Raisha belum bercerita secara gamblang dengan mereka. Dia hanya bilang kalau dia dijadohin dan kebetulan dia merasa cocok. Sungguh membingungkan secara mereka sudah berteman hampir empat tahun tentu mereka kenal betul siapa Raisha.


Uti and the genk pikir ada yang disembunyikan Raisha belakangan ini. Mereka melihat banyak perubahan yang terjadi terhadap Raisha semenjak tahu Raisha akan segera menikah. Raisha banyak melamun dan sering menolak ajakan mereka, bahkan hanya sedekar nongkrong di cafe tempat biasa mereka menghabiskan hari-hari dikala kepala lagi pusing mikirin skripsi.

__ADS_1


Pernah sekali waktu Uti and the genk menanyakan perihal perubahan yang dialami Raisha. Tapi lagi-lagi Raisha punya jawaban dari setiap pertanyaan mereka. Seakan dia sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari ketika mereka menanyakan ini semua.


Uti and the genk memutuskan untuk tidak menanyakan lagi dan mereka berharap semoga apa yang dikatan Raisha adalah kebenaran dan mereka akan sangat bahagia kalau sahabatnya pun bahagia dengan rumah tangganya.


Ike malah iseng menggoda Raisha dengan menanyakan bagaimana dia menghabiskan malam pertamanya. Raisha yang sedang minum ikut tersedak mendengar pertanyaan yang menggelikan itu.


"Santai aja donk nyonya Hendri, haha...Ike dan yang lain ikut menimpali."


" Andai saja kalian tau apa yang aku alami," dalam hati Raisha ingin menangis kalau mengenang pernikahannya yang hanya dianggap mainan dimata suaminya.

__ADS_1


"Ike yang pingin nikah dari dulu malah lo yang nikah Sa," Uti menimpali. Malah dia penasaran kali sampek nanyak malam pertama lo segala."


"Alah kalian pengen tau juga kan, ngaku deh." Ike membela diri.


Untung ada temen-temannya yang selalu membuat hari-harinya indah. Raisha merasa beruntung punya sahabat seperti mereka. Setidaknya dikala sedih seperti ini dia masi bisa tertawa mendengan celutuk dari ketiga temannya.


Raisha ingin berbagi dengan mereka tapi dia juga tak mau sampai sahabatnya ikut sedih. Selama dia masi sanggup menyimpannya sendiri, biarlah dia mengatasi masalahnya seorang sendiri. Selain kelurganya merekalah yang dia punya, sejauh ini mereka sudah cukup banyak mendengar keluh kesah kehidupannya. Cerita bagaimana papanya yang pilih kasi dan sulit di bantah. Bahkan hal lainnya, Raisha kira sudah cukup dia tak mau membebani sahabatnya.


"Mereka tak perlu tau apa yang aku alami sekarang."

__ADS_1


***


__ADS_2