Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
bukan mau ku


__ADS_3

Raisha tak melanjutkan tidur, dia memilih duduk di balkon kamarnya. Hingga pagi datang Raisha terbangun dia baru sadar kalau semalam dia tertidur di kursi balkon. Buru-buru dia masuk ke kamar. Hendri masi tertidur pulas. Raisha merasa lega, dia pun segera mandi dan berberes. Hari pertama dia menjadi istri, Raisha tak mau membuat Hendri kecewa. Buru-buru dia menyiapkan sarapan.


Di dalam kamar Hendri terbangun, kepalanya sedikit pusing. Dia merasa heran, "siapa yang membawa ku pulang?". Diliriknya jam sudah pukul 8 tepat. Dia pun bersiap untuk ke kantor. Seharusnya dia masi cuti, tapi tak ada guna dia menghabiskan waktu dengan wanita seperti Raisha. "Dia dan keluarganya pasti sudah berencana menghancurkan aku, apa lagi Haris si musang berbulu domba".


Hendri sudah siap berangkat ke kantor. Raisha heran melihat Hendri sudah rapi dengan kemeja dan jas. Bukan kan mereka baru saja menikah,? dan hari ini dia sudah ke kantor. "Mas, kamu mau kemana?, gak sarapan dulu ?". Lain kali gak usah repot-repot siapin makanan untuk aku. Kamu urus aja urusan kamu sendiri. Hendri berlalu begitu saja, Raisha terdiam. Dia tak habis pikir, kenapa Hendri memperlakukannya seperti ini. Raisha ingin menangis, tapi dia sudah kehabisan air mata. Dia sudah terlalu banyak menangis. Raisha sudah pasrah kali ini, dia akan memikirkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Akhirnya dia habiskan hari ini dengan mengerjakan skripsi. Seharusnya pengantin baru menghabiskan waktu berdua dengan pergi berbulan madu. Nyatanya kisah hidupnya tak seperti dalam film. Dia berusaha tegar bagaimana pun sekarang statusnya adalah seorang istri. Dia mesti banyak bersabar.


Malamnya Raisha menunggu Hendri pulang. Sudah jam 10 malam, tapi Hendri belum juga tampak. Raisha sudah menyiapkan makan malam. Dia tertidur dimeja makan. Tak lama kemudian Hendri pulang. Melihat Raisha tertidur di meja makan. Hendri pun marah, berapa kali lagi aku harus bilang, kau tak perlu menyiapkan aku makanan. Hendri membentak Raisha sambil memukul meja. Raisha terkejut mendengar suara meja yang dipukul Hendri. Dia hampir menangis, tapi dia coba menahan. Dia diam saja tak berani menjawab, matanya pun tak berani menatap. Lututnya terasa lemas, dia ketakutan.


Hendri pun kehabisan kata-kata, dia memilih masuk ke kamar dan mandi. Raisha buru-buru menyiapkan Hendri handuk dan baju ganti. Hendri kembali marah dilemparnya baju yang sudah di siapkan Raisha, dia memilih baju lain di lemari. Raisha tercengang melihat perlakuan Hendri padanya. Kali ini dia tak mampu membendung air matanya. Kedua matanya yang sayu basah oleh air mata yang sejak tadi di tahannya. Dia merasa sangat hancur, hatinya sakit. Sungguh dia tak menyangka Hendri memperlakukannya seperti ini. Apakah dia begitu menjijikkan, apakah dia sebuah kotoran.

__ADS_1


Hendri tak membiarkan dia menyentuh barang-barangnya.


Kau tak perlu repot menyiapkan keperluanku. Besok aku akan mencari pembantu untuk membantu mu mengerjakan pekerjaan rumah. Raisha hanya diam, buru- buru dia menghapus air mata yang membasahi kedua pipinya.


Setelah berganti baju Hendri naik ke tempat tidur dan membelakangi Raisha. Raisha yang sejak tadi hanya berdiri tak juga pindah dari posisinya. Melihat Hendri yang begitu membencinya, nyalinya semakin menciut dia tak berani tidur disamping Hendri. Diambilnya bantal dan selimut di gelarnya selimut tebal di lantai.

__ADS_1


__ADS_2