Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
masi tidak percaya


__ADS_3

"Bagaimana kami bisa percaya padamu, kemarin kau baru saja merebut perusahaan papa dan kau telah menjebakku dengan cara hina seperti ini." Morgan memotong pembicaraan papanya dengan Hendri. Dia merasa ada yang tidak beres, tapi Haris menahan Morgan dengan memberi isyarat. Morgan pun terdiam dia masi tak percaya papanya dengan mudah mempercayai Hendri.


"Kau temui mama dulu, dari tadi dia menanyakanmu" Haris memotong pembicaraan agar suasana yang memanas sedikit mereda.


"Kalau begitu, Raisha masuk dulu ya pa."


Hendri memilih menunggu istrinya diluar. Dari tadi Morgan menatapnya dengan pandangan tak suka. Hendri memilih cuek dan tak menghiraukan Morgan.


Morgan bukan tak berani menghadapi Hendri hanya saja dia masih memikirkan nasib adik semata wayangnya. Di takut dengan sikapnya yang seperti ini bisa membuat Hendri berlaku buruk kepada Raisha untuk membalas rasa sakit hatinya kepada mereka.


Hendri merasa menang banyak. Sekarang apa yang paling diinginkannya telah dia dapatkan. Mereka semua akan tunduk padanya.


Raisha begitu senang akhirnya bertemu dengan wanita yang melahirkannya. Hennipun sangat merindukan putri semata wayangnya. Raisha berusaha menutupi semua kejadian yang menimpa anggota keluarganya. Haris sengaja tidak menceritakan kejadian kemarin kepada Henni, dia takut istrinya syok dan penyakitnya semakin parah. Karena rasa penasarannya Henni menanyakan hal yang sama kepada Raisha.


"Sayang, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kakakmu bisa berurusan dengan polisi?"


"Ada sedikit kesalah pahaman antara pasien itu dengan kakak ma. Mama gak perlu khawatir semua udah diselesaikan secara kekeluargaan."

__ADS_1


"Tapi kenapa papamu masi pusing begitu?, dia seperti orang yang banyak masalah."


"Gak ada masalah apa-apa ma. Mungkin papa lagi banyak kerjaan di kantor."


"Kamu dengan siapa kemari?


"Raisha sama Mas Hendri, dia ada diluar bersama Kak Morgan."


"Bagaimana dengan skripsimu, apa sudah siap?"


"Udah ma, kemaren Raisha baru aja sidang"


"Mendadak ma, dosen Raisha minta langsung sidang. Karena dia sibuk belakangan ini jadi cuma kemarin dia ada waktu, jadi dipercepat." Raisha terpaksa berbohong, belakangan ini masalah selalu datang silih berganti menghampirinya. Dia tak mau mamanya sampai tahu dan mempengaruhi kesehatannya.


"Dokter bilang apa ma, kapan mama bisa pulang?"


"Hari ini juga udah bisa pulang, mama baik-baik saja. Mungkin nanti sore mama udah di rumah. Udah, kamu gak usah khawatir ya. Urusin aja tugas kamu di kampus, memang hari ini kamu gak ke kampus?"

__ADS_1


"Iya Raisha mau ke kampus juga hari ini, tapi kesini dulu nengokin mama. Kalau mama baik-baik aja baru Raisha bisa ke kampus."


"Udah pigi sana kalau begitu"


"Nanti Raisha kesini lagi ya jemput mama"


"Gak usah, ngapain kamu bolah balik. Temuin mama di rumah aja. Lagian mama gak kenapa-napa"


"Ya udah kalau gitu, Raisha pamit ya ma"


Raisha hendak ke kampus dengan menaiki taxi tapi Hendri bersikeras mengantarnya sendiri. Raisha tak kuasa menolak tawaran dari Hendri untuk mengantarnya. Sesampainya di parkiran Hendri mengultimatum Raisha agar tidak menemui Ronal.


"Kau jangan coba-coba menemui laki-laki itu lagi."


"Namanya Ronal mas, dan aku sudah pernah bilang kalau gak pernah ada hubungan diantara kami selain pertemanan. Mas bisa tanya orang-orang disini, mereka semua tahu siapa Kak Ronal."


"Oh jadi dia cowok paling ganteng disini?, Terus kamu mengagumi dia?"

__ADS_1


"Terserah mas aja, aku capek jelasinnya"


***


__ADS_2