Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
hancur semua harapan


__ADS_3

Haris begitu bahagia, hari ini dia menikahkan anaknya Raisha dengan pengusaha sukses seperti yang diharapkannya. Dia begitu bangga karna banyak rekan-rekan bisnisnya yang ingin menjalin kerja sama dengan Hendri, tapi dia malah memilih berkerja sama dengan Haris. Tidak demikian dengan Henni, dia sering melamun belakangan ini.


moPerasaannya tiba-tiba tak enak. Sejak tanggal pernikahan Raisha di tetapkan, Henni sering tak bisa tidur. Bukan tanpa alasan dia khawatir, dia melihat Raisha sering mengurung diri di kamar menjelang hari pernikahannya. Dia tau anaknya kecewa dengan Haris. Raisha ingin melanjutkan kuliah, dia tak mau buru-buru menikah. Sekarang mana mungkin dia bisa kuliah keluar negri.


Morgan menyambut tamu dengan senyum yang dipaksakan. Dia pun tak mengundang banyak temannya. Hanya rekan kerja dan sahabat dekatnya saja yang hadir di pesta itu. Sedangkan Raisha dari tadi hanya diam dan menunduk saja. Baginya tak ada arti memakai gaun yang begitu indah kalau nyatanya pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan bisnis saja.


Sejak pagi sekali kediaman keluarga Raisha terlihat begitu sibuk, dari tim perias yang akan mendandani Raisha dan juga dari pihak WO yang menangani pesta pernikahan Raisha dan Hendri. Papan bunga sudah berdiri sejak dari kemarin sore, berjajar sepanjang jalan masuk ke rumah. Malam itu Raisha tak bisa tidur dia memutuskan untuk menghubungi Hendri. Dia ingin membuat kesepakatan.


Tut...tut...hp Hendri berdering, dia pikir siapa yang menghubunginya.

__ADS_1


"Apa kita bisa bertemu?, ada yang ingin aku bicarakan".


Dengan takut-takut Raisha akhirnya memberanikan diri menghubungi Hendri.


"Kau mau kita bertemu dimana?".


"Aku akan mengirim alamatnya".


Mereka sepakat bertemu di kafe yang tak jauh dari kediaman Haris. Raisha sudah sampai duluan dan memilih meja yang sedikit ke sudut agar tak banyak orang yang lalu lalang. Tak lama kemudian Hendri pun muncul. Dia tampak begitu bahagia karena sebentar lagi apa yang dicita-citakan nya akan terwujud.

__ADS_1


Malam itu Raisha begitu gugup namun dia nampak begitu cantik. Dia memakai dress pink soft dengan tas selempang, benar-benar sederhana. Tapi Hendri tak bisa berkedip menatap mata Raisha yang coklat pekat. Memang matanya sangat indah dengan bulu mata yang begitu lentik. Kulitnya memang putih pucat tapi begitu indah dimata Hendri. Membayangkan bagaimana dia menghabiskan malam pertamanya dengan Raisha membuat dia bergairah. Buru-buru ditepisnya pikiran yang akan mencelakainya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?", Hendri membuka percakapan dengan wajah yang datar.


" Aku ingin membuat kesepakatan diantara kita".


"Haha...ha...memangnya kau berhak untuk berbicara seperti ini". Sepertinya kau belum tau apa yang telah aku dan ayahmu sepakati".


"Aku cuma mau kuliah lagi, bisa kah kau menunggu, aku janji pasti akan menikah denganmu setelah menyelesaikan S2 ku di Amerika. Tolong mengertilah kali ini saja. Aku cuma minta ini dari mu".

__ADS_1


Raisha tak bisa menahan air matanya yang terus mengalir. Dia begitu sedih.


"Kalau cuma ini yang mau kau katakan, sebaiknya kau pulang. Karena aku tak mau mengulang kembali kata-kata ku tempo hari".


__ADS_2