
"Kalau kau menangis cuma untuk menarik simpatiku, lebih baik kau diam". "Karena aku bukan orang yang seperti kau pikirkan". "Aku sudah banyak melihat air mata, jadi simpan saja air mata palsu mu".
"Aku akan mengantarmu pulang, sebaiknya kau tak membuat orang-orang memperhatikan kita".
" Ya Tuhan, bagaimana aku akan menjalani hidup dengan orang seperti ini, dia begitu tak punya perasaan".
Raisha berusaha menyembunyikan mukanya dari orang-orang, dia tak mau menjadi pusat perhatian. Dihapusnya air mata yang mengalir dikedua pipinya.
Hidup telah mengubah Hendri menjadi laki-laki yang keras. Bukan dia tak punya hati, tapi dia memilih tak menghiraukan perasaannya. Bukan pula dia tak kasihan dengan Raisha, tapi hatinya yang terlatih menjadi keras tak mau menjadi lemah seperti dulu.
__ADS_1
Dibangku SMA dia pernah menjalin kasih dengan seorang wanita cantik, Yulis namanya. Dia seorang wanita yang cerdas. Hendri begitu mencintainya.
Hari itu Hendri melihat dengan mata kepalanya sendiri Yulis bermesraan dengan Rendi sabatnya sendiri. Rendi yang punya segalanya menjadikan Yulis memilih meninggalkan Hendri. Rasa sakit hati yang sudah bertumpuk-tumpuk di dalam hatinya, membuatnya ingin meledak. Ini kali kedua dia dikhianati, setelah yang pertama dia menderita karena ibunya yang memilih pergi dengan laki-laki lain. Hingga membuat ayahnya gila dan masuk rumah sakit jiwa. Kali ini dia tidak boleh lemah melawan wanita. Aku harus membuat dia tunduk padaku, bila perlu mengemis untuk dicintai.
***
Hendri mengantar Raisha tepat didepan rumahnya. Dia memilih langsung pergi. Raisha menarik nafas dalam-dalam, berusaha untuk tak menangis lagi. Dalam beberapa hari ini ia habiskan malamnya dengan menangis. Kali ini dia tak boleh lagi menangis.
Dulu dia berkeinginan bila sudah waktunya, dia akan menikah dengan laki-laki yang dicintainya. Dengan seorang laki-laki biasa dan membangun rumah kecil yang indah. Yang setiap harinya dihiasi dengan cinta. Mempunyai anak-anak yang lucu, begitu bahagianya. Dia tak ingin apa yang dilaluinya di masa kecil terulang lagi kepada anaknya. Kenyataannya sekarang apa yang diimpikannya tak akan pernah terwujud. Bahkan orang yang akan menikahinya begitu membenci dia dan keluarganya.
__ADS_1
Di kamar dia hanya melamun, hingga terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya. Henni mengajak Raisha untuk makan malam bersama.
Malam ini Morgan juga ikut makan, dia sudah pulang sejak sore tadi.
"Berhubung kita semua sudah berkumpul, aku akan memberitahukan tanggal pernikahan Raisha", begitu Haris membuka percakapan.
Seluruh anggota keluarga yang hadir di meja makan, hanya diam. Seakan mereka tak kejut, Morgan sudah menduga. Kali ini papanya memang sudah keterlaluan.
"Apa papa gk bisa menunggu sampai Raisha siap sidang?". Mereka juga belum dekat. Aku juga gak yakin kalo dia laki-laki yang baik", Morgan menimpali.
__ADS_1
Maksudmu apa Morgan?, papa tak pandai mengenali orang?. Tuan Hendri itu laki-laki jenius dia pekerja keras dan sangat bertanggung jawab sama dengan papa. Kenapa kita harus menunda niat baiknya menikahi adikmu?. "Papa akan merasa lega telah menyerahkan dia kepada laki-laki yang tepat, dan tidak merasa was-was lagi kalau dia keluar rumah". "Sudah ada yang menjaga dia".
Henni hanya diam, tak berani membantah suaminya yang terkenal keras kepala. Dia juga tak mau memperkeruh suasana, sedangkan Raisha hanya memilih menunduk. Tak ada yang berani membantah Hendri kecuali Morgan anak kesayangannya.