Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
membawa lari istri orang


__ADS_3

Uti, Ike dan Risna tampak bingung. Hendri tiba-tiba mendatangi rumah mereka. Risna menghubungi Uti dan Ike untuk membantu Hendri mencari Raisha. Dia tak mau sibuk menanyakan alasan kepergian Raisha kepada Hendri. Yang terpenting sekarang ini adalah keberadaan Raisha. Hendri sempat tak percaya kalau ketiga sahabatnya tak mengetahui keberadaan Raisha. Mereka adalah sahabat Raisha sudah seperti saudaranya sendiri. Mustahil mereka tidak tahu keberadaan Raisha. Menjelang sore Hendri juga belum mendapatkan kabar tentang istrinya.


"Untuk apa kami menyembunyikan Raisha?. Kalau aku pribadi malah langsung mengantarnya pulang, karena dia sekarang dalam keadaan hamil. Untuk apa kami menyembunyikan istri orang disini. Apa pun masalah kalian kami tetap gak bisa ikut campur. Kamu bisa percaya sekarang kalau kami tidak menyembunyikan Raisha disini."


Mendengar kata-kata Risna seperti itu, Hendri makin frustasi. Kemana lagi dia harus mencari istrinya.


"Tolong kalian beritahu aku kalau Raisha ada menghubungi kalian. Ini nomor HP ku tolong di save ya."


Risna, Uti dan Ike melihat Hendri kebingungan seperti itu jadi merasa kasihan. Mereka juga ikut sibuk mencari keberadaan Raisha.


Hendri pulang ke rumah dengan tangan kosong. Dia tampak kelelahan, dihubungi anak buahnya yang diutus untuk mencari keberadaan Raisha.


"Bagaimana, kalian sudah menemukannya?"

__ADS_1


"Belum bos, tapi ada yang melihat istri bos di area mini market samping perumahan. Kami mencoba melihat cctv di sekitar mini market itu dan memang benar nyonya Raisha berada disana pukul 15.45 bersama seorang laki-laki."


"Kirim kan rekaman cctv itu padaku!" Hendri tampak sangat marah, dia menduga laki-laki yang bersama istrinya pastilah Ronal.


"Berani sekali dia membawa lari istriku"


Benar saja laki-laki yang bersama Raisha adalah Ronal. Hendri ingin membanting HP-nya ketika melihat rekaman cctv yang dikirim anak buahnya. Sekarang dia tahu harus mencari Raisha kemana. Tampa berlama-lama Hendri langsung mengambil kunci mobilnya dan langsung menuju ke apartemen Ronal. Dia sudah tidak sabar ingin menghajar Ronal yang telah membawa lari istrinya.


"Kemana kau menyembunyikan istriku?"


"Yang jelas tidak disini, kali ini kupastikan kau tak akan melihatnya lagi."


"Beraninya kau" Hendri ingin menghajar Ronal lagi, tapi Ronal berhasil menahan serangan Hendri. Ronal menahan tahan Hendri dan memelintir kebelakang.

__ADS_1


"Aku sudah memperingatkanmu untuk menjaga Raisha dan takenyakitinya, tapi apa yang terjadi kau menyakitinya sekarang. Jangan harap kau bisa bersamanya lagi. Aku akan menjaganya sekarang."


"Kau sudah gila, apa kau akan menjaga anak ku juga?"


"Maksudmu?"


"Ya, Raisha sedang hamil anak ku. Apa kau mau menjaga anak ku juga?. Kau jangan gila, sekarnag beritahu dimana dia."


Ronal tampak bingung, lebih tepatnya dia terkejut. Dia tidak tahu kalau Raisha sedang hamil. Dia melepaskan tangan Hendri yang ditahannya tadi. Hendri duduk dilantai, dia tampak kelelahan. Dia tak mau berdebat lagi dengan Ronal.


Ronal berbalik badan hendak memunggungi Hendri. Dia tiba-tiba ikut merasa lelah. Dia tak tahu kalau Raisha sedang hamil dan apa yang dibayangkannya tadi sirna. Harapannya bersama Raisha pupus, mana mungkin dia memisahkan seorang anak dengan ayahnya. Ronal adalah salah satu dari sekian anak yang hidup dengan keluarga yang berantakan. Dia harus hidup terpisah dengan ayahnya sejak orang tuanya bercerai. Trauma masa lalu tiba-tiba menghantuinya. Dia tidak bisa melakukan ini. Ronal tidak ingin orang lain menderita seperti yang dialaminya dulu.


***

__ADS_1


__ADS_2