Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
Jangan menemui aku lagi


__ADS_3

Ronal datang disaat tak tepat. Raisha sudah sangat ketakutan. Ini seperti mimpi buruk baginya.


"Kak Ronal seperti sengaja, padahal aku sudah mengatakan tak mau menemuinya lagi. "Bagaimana ini kalau sampai mereka berkelahi."


Raisha sudah pasrah kalau hari ini terbongkar semua apa yang dia sembunyikan dari ketiga sahabatnya. Sebelumnya Raisha sengaja tidak memberitahu masalah ini kepada sahabat-sahabatnya. Dia tak mau membuat mereka khawatir.


"Mau apa kau kemari?, bukanya aku sudah memperingatkan kau agar menjahui istriku."


Hendri begitu kesal, "ternyata benar mereka janjian di sini."


Hendri menatap Ronal dengan pandangan tak suka. Ronal pun sengaja datang ke kampus untuk menemui Raisha. Dia sudah tak tahan dengan perasaannya. Semenjak kedatangan Haris ke rumahnya dia sudah yakin dengan apa yang ada dipikirannya selama ini. Ternyata benar dugaannya kalau Raisha tak mungkin menikah secepat ini, dia tahu betul siapa Raisha. Dia tak mungkin membolak balikkan kata-kata, dia bilang tidak ingin buru-buru menikah karena dia ingin melanjutkan S2, jadi mana mungkin dia tiba-tiba menikah kalau bukan karena dipaksa.

__ADS_1


"Perjodohan ini membuat Raisha tidak bahagia, aku harus menghentikan drama ini."


"Aku datang untuk menemui Raisha, bukan untuk menemuimu. Karena kau sudah berada disini, sebaiknya kita selesaikan disini saja."


"Berani juga kau"


"Sebenarnya ada apa ini Sa?" Ike bergidik ngeri melihat dua pria yang tak saling mengenal ini bersitegang. Raisha tak menjawab pertanyaan Ike, dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia sedang gugup dan tak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah ini. Uti dan Risna pun dibuat bingung dengan kedatangan Ronal yang tiba-tiba dan dengan memasang tampang permusuhan.


"Jangan menguji kesabaranku", Prak...,Hendri melayangkan tinjunya ke muka Ronal. Serangan Hendri yang mendadak tak bisa dielak oleh Ronal. Melihat darah mengalir dari sudut bibirnya, Ronal merasa kesal dan membalas pukulan Hendri. Pukulan Ronal mengenai pelipis Hendri. Melihat Ronal dan Hendri saling pukul, Raisha dan ketiga temanya mencoba melerai mereka.


"Udah mas, orang-orang pada ngeliat kita." Raisha berusaha menahan Hendri, dipeganginya tangan suaminya. Uti,Ike dan Risna mencoba menahan Ronal. "Udah kak, semua orang pada ngeliatin kita."

__ADS_1


"Ayo mas kita pulang,"


Raisha mengajak Hendri pulang. Hendri masi sangat kesal dia masi ingin menghajar Ronal, tapi entah kenapa dia nurut saja apa yang dikatakan Raisha. Jantungnya tiba-tiba berdetak tak beraturan hanya karena tangannya dipegangi Raisha. Sungguh dia bukan ABG lagi yang hanya deg-dekan cuma karena tangannya dipegang oleh kekasih.


"Tunggu dulu!, Raisha kita harus bicara" Ronal mencoba menahan Raisha.


"Maaf kak Ronal, tak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Tolong kak Ronal jangan datang lagi untuk menemuiku. aku sudah bahagia dengan pernikahan ini"


"Ayo mas kita pergi"


Raisha sengaja mengatakan bahwa dia sudah bahagia dengan pernikahannya, padahal semua berbanding terbalik dengan kenyataan. Andai apa yang dikatakannya ini menjadi kenyataan, begitu bahagianya dia. Raisha sudah tak mempermasalahkan lagi dengan keinginannya yang terhalang dengan adanya pernikahan ini. Selama hidupnya dia selalu berdamai dengan takdirnya, jika apa yang diinginkannya tak tercapai berarti Tuhan punya rencana lain untuknya. Sama seperti sekarang ini, jika dia harus menikah dengan suaminya yang sekarang berarti dia lah laki-laki yang terbaik yang ditakdirkan Tuhan untuknya.

__ADS_1


***


__ADS_2