Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
pemakaman


__ADS_3

Raisha pulang ke rumah dalam keadaan terkejut. Semua anggota keluarganya bersiap untuk berangkat. Ada apa ini pikirnya, kenapa mereka berpakaian serba hitam. Hatinya mulai gelisah.


"Ada apa ini ma, kalian mau kemana?"


"Hendri baru saja menelpon, ibunya sudah meninggal semalam. Ini kita mau ke kediaman ibunya. Hendri tadi nelpon kamu, kok gak diangkat sih?"


Raisha merogoh tas tangannya. Benar saja Hendri menghubunginya beberapa kali. Raisha merasa bersalah sekali. "Bagaimana ini, Mas Hendri pasti marah lagi kalau tahu aku pergi dengan teman-teman dan tak mengangkat telpon darinya"


Kalian lama sekali, mau pergi tidak?" Haris yang dari tadi sudah berada dalam mobil sudah tidak sabar menunggu mereka berbicara. Raisha segera masuk ke mobil di susul Henni dan Morgan. Diperjalanan mereka semua terdiam, supir pribadi Haris ikut bingung melihat tingkah majikannya. Dia ragu untuk bertanya.


"Maaf tuan, kita ke arah mana ini perginya?"


Mereka semua saling pandang, bingung karena tidak ada yang tahu dimana alamat rumah almarhum ibunya Hendri. Jangankan alamat, merekapun baru tahu kalau Hendri masih memiliki seorang ibu.

__ADS_1


Haris menatap Raisha sejenak dan akhirnya menanyakan dimana alamat mertuanya. Raisha hanya bisa menggeleng, dia benar-benar tidak tahu. Haris menghela nafas, dia mencoba menahan amarahnya tapi lagi-lagi Morgan mencoba membuatnya naik darah.


"Jangankan Raisha, papa sendiri tidak tahu kalau Hendri masih punya seorang ibu. Sebenarnya apa lagi yang dia sembunyikan dari kita?. Papa begitu mudahnya menikahkan anak dengan orang yang baru papa kenal."


"Morgan kau..."


"Sudah...sudah, pa jangan diladeni omongan Morgan." Henni mencoba menenangkan Haris yang sedang emosi.


"Morgan udah kamu juga gak boleh gitu, kita sedang ke rumah duka. Jangan sampai kalian bertengkar disana. Bagaimanapun hari ini pemakaman ibunya Hendri kita tidak boleh menghakimi dia disana."


"Raisha, coba kamu tanyakan sama Hendri dimana alamat rumah dukanya?"


Raisha menghubungi Hendri dan beberapa saat kemudian baru terdengar jawaban.

__ADS_1


***


Baskoro menghadiri pemakaman mantan istrinya. Dia sudah memaafkan kesalahan Marisa. Sudah tidak ada rasa sakit hati di hatinya. Hendri memadang jasat ibunya untuk terakhir kalinya. Sekarang giliran dia menepati janjinya kepada Marisa untuk menjaga Mita.


Mita tak henti menangis, dia amat kehilangan. Dari kecil dia tak pernah terpisah jauh dari ibunya.


Hendri mengajak Mita pulang. Di mobil Raisha terdiam, dia bingung kenapa wanita ini ikut bersama mereka. Hendri belum sempat memperkenalkan mereka.


***


Hendri memperkenalkan Raisha dengan adiknya. Raisha merasa heran, bukankan Hendri anak tunggal. Dia tak enak hati menanyakannya. Raisha mempersilakan Mita ke kamar tamu. Dia pikir lebih baik dia beristirahat karena mereka sangat kelelahan.


Hendri langsung mandi dan memilih tidur. Raisha ingin menyapa dan sedikit bertanya tentang Mita tapi dia tiba-tiba mengurungkan niatnya. Mungkin ini bukan waktu yang tepat pikirnya.

__ADS_1


***


__ADS_2