
Raisha enggan bercerita kepada sahabatnya. Dia tak mau mereka khawatir.
"Kamu diancam lagi sama Mas Hendri?, emang tu orang ya" Uti ikut kesal melihat keadaan sahabatnya kini yang makin memprihatinkan.
"Enggak kok, kami udah berdamai"
"Maksudnya gimana tuh?" Risna dibuat tercengang mendengar pernyataan Raisha soal berdamai dengan suaminya dan Ike juga ikut bingung tapi tetap menyimak pembicaraan ketiga sahabatnya.
"Ya kami memilih mengisi satu sama lain"
"Waduh aku tambah gak ngerti ini, maksudnya isi mengisi, apanya yang diisi?. Jangan bilang kalau kalian udah tuker-tukeran..., itu maksudnya isi mengisi?" Ike yang tadi cuma bengong ikut juga dalam pembicaraan yang membingungkan ini. Risna langsung menolak kepala Ike, "Kalau itu langsung ngerti, dasar Ike otak mesum"
"Ya kan gak salah juga kalau mereka isi mengisi, toh mereka dah suami istri. Kamunya aja yang payah, makanya nikah" Ike balik menyerang Risna. Yang lain pada ketawa. Akhirnya Raisha bisa ikut tertawa juga, memang sahabat adalah obat dikala hati ingin menangis. Raisha merasa beruntung memiliki mereka.
__ADS_1
"Udah jangan pada berantem, mau dilanjutin gak ceritanya?" Raisha sengaja membuat mereka penasaran biar Ike dan Risna berhenti bersebat.
"Iya lanjut, bikin penasaran aja"
Raisha menceritakan semua yang dialaminya, dan sekali lagi ketiga sahabatnya merasa prihatin padanya. Awalnya Raisha tak mau berbagi dengan ketiga sahabatnya tapi dia pikir kemana dia harus berbagi kalau bukan pada mereka.
"Sebenarnya mau apa sih dia dari kamu?. Apa untungnya coba dia ngancam-ngancam kamu?"
"Itu tadi bagian dari rencana, kan aku ingin membalik keadaan."
"Kalau menurut aku, sebaiknya Mas Hendri itu kamu bawa kedokter aja dulu, biar dia dipriksa. Kalau emang gila biar sekalian diobatin." Uti yang dari tadi diam ikut mengomentari.
"Gila kamu Ti, bisa digorok Raisha kalau ajak dia ke dokter." Yang lain pada geleng-geleng kepala mendengar komentar Uti yang udah kelewatan.
__ADS_1
"Lah aku serius, kalian malah bilang aku yang gila. Laki lo tu Sa yang gila". Uti gak terima komentarnya dianggap lelucon.
"Iya Ti, yang kamu pikirin sama kayak yang aku pikirin, tapi gak semudah itu buat ngajak Mas Hendri ke dokter."
"Kalau dipikir-pikir Mas Hendri emang rada gila dikit Sa, coba bayangin dia nikahin kamu buat nyakitin Om Haris, nah sekarang dia kembalikan semua yang dia ambil, termasuk bebasin Kak Ronal, dia ikutin semua mau kamu. Jadi dimana letak balas dendamnya? Dia malah minta tidur sama kamu, ada-ada aja. Aku makin gak ngerti, sebenarnya kalau judul sinetron ini apa ya cocoknya." Ike jadi ikut-ikutan ngaco ngasi pendapat yang makin membuat orang bingung.
"Bisa jadi dia benar-benar gila. Kamu harus hati-hati Sa tinggal sama orang gila. Kamu ngak pakek pelindung gitu maen tidur-tidur aja apa gak takut hamil?"
"Gila kamu Ti, Mas Hendri suaminya bukan selingkuhannya. Lah kalau hamil kenapa emang, dia juga udah nikah." Risna juga gak kalah dalam berkomentar.
"Udah, kalian makin bikin aku tambah pusing. Aku mau jumpain Pak Bambang dulu ya. Aku harus buru-buru ni, nanti kalau Mas Hendri jemput kesini aku belum siap apa pun.
"Wah, udah maen jemput-jemput ya sekarang" Risna masi belum puas menggoda Raisha
__ADS_1
***