Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
ke kantor polisi


__ADS_3

"Mas kau..., aku tak menyangka kau bisa sejahat itu. Aku turun disini saja, aku benar-benar sudah muak denganmu"


"Terserah kau saja" Hendri mempersilakan Raisha turun dari mobilnya. Dia ingin tertawa melihat istrinya yang begitu khawatir dengan Morgan. Sebenarnya ada yang lebih ingin dilihatnya yaitu Haris, dia ingin melihat ketakutan dimata Haris. Dia begitu bahagia bila Haris menderita dan inilah saatnya.


Raisha menghentikan taxi dijalan, dia sudah tak sabar ingin menemui kakaknya. Apa yang telah dilakukan suaminya hingga membuat Morgan berada di kantor polisi.


Morgan sedang diintrogasi oleh polisi dan Raisha baru saja sampai. Dia sudah tak sabar ingin menemui kakaknya. Akhirnya dia bisa bertemu dengan Morgan.


"Sebenarnya ada masalah apa kak?, kenapa kakak berada di kantor polisi?"


"Kakak juga gak tau, kakak dituduh malpraktek oleh pasien yang sebulan lalu baru saja kakak operasi. Belum jelas ini masalahnya, kakak akan menyuruh teman kakak buat nyari pengacara biar bisa membela kakak. Sepertinya dia mau memeras kakak".


"Kak, Raisha tahu siapa dalang dibalik ini"


"Maksud kamu apa?"


"Mereka bukan mau memeras kakak, tapi ini sebuah kesengajaan"

__ADS_1


"Maksud kamu ada yang sengaja menjebak kakak?"


"Mas Hendri kak, dia tidak seperti yang kita kira. Dia ingin menjebak kakak"


"Apa untungnya dia menjebak kakak?"


"Aku gak tahu pasti yang jelas dia ingin balas dendam ke papa, semua ini sudah direncanankannya jauh-jauh hari begitu juga dengan menikahiku itu merupakan bagian dari rencana dia"


Mendengar penjelasan dari Raisha, Morgan begitu kesal dia sudah menduga kalau Hendri bukan pria yang tepat untuk Raisha.


"Sudahlah kak, ini sudah terjadi yang terpenting sekarang kakak bisa keluar dari sini. Aku akan meminta mas Hendri melepaskan kakak"


"Tidak perlu, dia pasti tidak akan semudah itu melepaskan aku dari sini. Kau jangan kembali kerumahnya. Dia bisa menyakitimu"


"Tapi kak, bagaimana cara kakak keluar dari sini. Dia pasti sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Tak mudah melawan dia kak"


"Dering suara hp menggema, Morgan buru-buru mengangkat. Ternyata dari sopir pribadi Haris. Dia mengatakan kalau Henni dilarikan ke rumah sakit. Raisha begitu syok, "Ada apa lagi ini Tuhan?"

__ADS_1


"Kau tenang dulu Raisha, sekarang kau temui mama di rumah sakit dan jangan katakan apapun tentang aku!"


"Tapi kak, apa mama udah tahu kakak di kantor polisi?, jangan-jangan mama jatuh pingsan karena mendengar kabar ini"


"Ya udah, kamu pergi aja dulu kesana, gak usah mikirin kakak. Pengacara akan datang sebentar lagi kemari dan akan membela kakak"


Raisha buru-buru ke rumah sakit, jantungnya tak henti-hentinya berdegub. "Ya Tuhan apa lagi ini. Apa mas Hendri ada hubungannya dengan ini?"


Di rumah sakit dia melihat papanya yang terduduk lesu. Raisha semakin ketakutan, apa yang sebenarnya terjadi.


"Pa, gimana keadaan mama?. Kenapa papa gak kasi tahu aku kalau mama masuk rumah sakit?"


Haris cuma menggeleng, dia sedang tidak baik-baik saja. Melihat Haris hanya diam saja, Raisha semakin ketakutan.


"Papa sudah membuat kesalahan, maafkan papa nak" Haris terduduk di lantai, sungguh ini bukan pemandangan yang biasanya.


***

__ADS_1


__ADS_2