Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
Siapa Clara?


__ADS_3

"Mbak Raisha lagi hamil ya?, aku gak salah lihat kan perut mbak sedikit..."


"Iya benar, aku sedang hamil."


"Berarti sebentar lagi aku bakal punya keponakan. Wah senangnya."


"Makanya kamu tetap disini jangan kembali lagi kesana. Apa kamu tidak mau melihat keponakanmu lahir?"


"Maaf mbak, tapi aku merasa asing disini. Mana mungkin aku menggantungkan hidupku sama Mas Hendri, sementara aku sudah mengambil kebahagiaannya."


"Maksudmu apa?"


"Iya mbak, seharusnya dia menghabiskan masa kecilnya bersama ibu kami tapi malah aku merebutnya."

__ADS_1


"Merebut apanya?, bukan salah kamu."


"Ya karena ibu menikah dengan ayahku, Mas Hendri gak bisa sama-sama lagi dengan ibu."


"Tapi gak seperti itu cerita yang sebenarnya kan?. Kalau melihat jarak umur kamu dengan Mas Hendri rasa-rasanya gak mungkin ayahmu merebut ibu dari bapaknya Mas Hendri."


"Memang bukan begitu, ayah mengenal ibu lima tahun setelah ibu pergi dari rumah meninggalkan mas Hendri. Tapi aku merasa bersalah juga dengan Mas Hendri, kalau saja ibu tidak meninggalkan dia pasti ibu juga tidak akan menikah dengan ayahku."


"Dan kamu juga tidak lahir ke dunia ini. Cukup Mita, kamu sudah berpikir terlalu jauh. Memang itu sudah jalan hidupnya Mas Hendri. Kalau kamu memang merasa bersalah dengan Mas Hendri, sekarang waktunya kamu menebusnya."


"Ya dengan mengikuti maunya dia. Kamu tetap berada disini dibawah tanggung jawabnya sebagai walimu."


"Tapi mbak?"

__ADS_1


"Udah gak usah tapi-tapian, kita tutup topik ini. Sekarang waktunya kamu bantuin mbak menghubungi nomor-nomor ini."


***


Baskoro sudah datang tiga puluh menit yang lalu dia sedang menyambut tamu. Raisha juga sedang menyambut kedatangan keluarganya. Haris tampak gagah berbalutkan baju koko putih dengan peci hitam dikepalanya dia datang bersama Henni dan Morgan. Raisha tampak cantik dengan baju gamis berselendang brokat putih. Dia tampak semakin berisi, pipinya tampak sedikit cabi dan hidungnya yang mancung tampak sedikit mengembang. Badannya naik drastis, sekarang selera makannya menjadi dua kali lipat. Mungkin pengaruh vitamin yang diberikan dokter kepadanya. Memang dia harus banyak makan berhubung berat badannya jauh dari kata ideal ketika awal mula hamil. Dokter menyuruhnya untuk menaikkan berat badan yang terlampau kecil.


Hendri sedang berbicara dengan pak ustad yang memimpin doa. Dia tampak sibuk dengan berbagai agenda yang tertunda selama dia pergi ke Singapura. Beberapa karyawannya ikut berbicara dengan Hendri. Tampak Sendi asisten Hendri datang bersama pacarnya Clara.


Raisha tidak asing dengan wajah itu, dia baru ingat kalau Clara itu teman seangkatanya tapi mereka beda jurusan.


"Apa mereka berpacaran?"


Mita memanggil Raisha untuk memulai membagikan bingkisan untuk anak yatim. Raisha tidak sempat menyapa Sendi dan Clara, dia langsung menyusul Mita ke ruang tengah.

__ADS_1


Acara sudah selesai lima belas menit yang lalu, tampak tamu mulai pulang satu persatu. Harris masih duduk di teras depan menunggu Henni yang masih berbicara dengan Raisha. Morgan hanya duduk santai di ruang tengah ditemani Sendi asisten Hendri. Clara menyapa Raisha dengan ekspresi yang tak bisa ditebak. Raisha merasa tidak terlalu akrab dengan Clara, bahkan mereka cuma beberapa kali bertegur sapa itu pun dulu sewaktu pertama kuliah, ketika sama-sama mengurus pemberkasan di akademi. Tapi sikap Clara tampak berlebihan, dia sedikit sok akrab dengan Raisha. Mungkin karena dia baru tahu kalau suami Raisha adalah bos dari Sendi pacaranya. Raisha tak terlalu memperdulikan sikap Clara yang berlebihan. Menurutnya wajar kalau Clara bersikap ramah dengan pemilik rumah.


***


__ADS_2