Pengorbanan Raisha

Pengorbanan Raisha
menemani ke pesta


__ADS_3

Terdengar nyaring suara hp. Benar saja suara itu berasal dari meja. Raisha melirik ke arah hpnya. Siapa yang menelponnya siang-siang begini?. Ternyata Hendri yang menelpon. Buru-buru Raisha mengangkatnya, dia takut Hendri marah lagi.


Hendri meminta Raisha menemaninya ke pesta malam ini. Ada anak koleganya yang melangsungkan pernikahan. Raisha buru-buru bersiap, dia harus membeli gaun, lalu ke salon. Raisha sangat gugup, karna ini kali pertama dia menemani Hendri ke pesta. Dia harus tampil sempurna, kalau tak ingin Hendri marah. Tentu saja dia harus nampak elegan, sebagai seorang istri pengusaha terkaya Hendri Gunawan.


"Kalau tak tampil sempurna mas Hendri pasti malu".


Raisha begitu gugup, dia sudah memilih gaun dan sekarang dia sedang berada di salon.


Raisha bukan tipe wanita pesolek, bahkan dia tak pernah memiliki alat make up lengkap seperti para wanita pada umumnya. Lebih tepatnya dia tak pandai menggunakan alat-alat make up. Biasanya dia hanya mengoles foundation kemudian bedak padat, hanya itu. Sedikit lipstik berwarna nude atau pink. Dia tak biasa menggunakan warna yang terlalu terang ataupun terlalu gelap. Alisnya yang sudah terbentuk indah sejak dari lahir tak pernah dihiasnya. Bulu mata yang lentik tak pernah juga diolesinya dengan maskara. Memang sesimpel itu hidupnya. Makanya kali ini dia begitu gugup karena harus berdandan.


Sudah jam 7 malam, Raisha sudah siap dari setengah jam yang lalau. Hendri pulang untuk menjemput Raisha. Dia mandi dan berpakaian, malam ini dia memakai setelan serba hitam. Dasi berwarna grey dipadu dengan jas berwarna senada.

__ADS_1


Raisha sudah menunggu di depan. Hendri heran melihat tingkah Raisha yang tampak tak tenang.


"Kenapa dia berdandan begitu malam ini?, seperti bukan dia saja. Berlebihan sekali".


Hendri merasa ada yang aneh dengan istrinya malam ini. Padahal Raisha sengaja berdandan begini karena takut mempermalukan Hendri kalau terlihat biasa-biasa saja di pesta. Menurut Hendri ini sangat berlebihan. Bahkan dia memakai gaun yang sedikit terbuka. Belahan dada tampak jelas, dan gaun hitam itu memiliki belahan sepanjang kaki putih Raisha. Sebenarnya Raisha sedikit risih memakai gaun ini, dia merasa gaun ini terlalu terbuka. Tapi pemilik butik tadi mengatakan gaun ini yang terbaik yang mereka punya dan sangat cocok di badan Raisha.


Memang ini kali pertama Raisha memakai gaun yang sedikit terbuka, karena waktunya mepet dan dia harus ke salon lagi, maka dia memutuskan untuk mengambil gaun itu saja. Kalau harus masuk dan keluar butik lain, maka akan memakan waktu lebih lama lagi sementara jam 7 mereka harus sudah berangkat.


Raisha tampak begitu cantik dan menggairahkan dimata Hendri, tapi membayangkan laki-laki lain pun bisa melihat kaki putihnya yang pucat dan belahan dadanya, membuat Hendri marah.


Hendri tampak kesal, dia berpikir Haris sudah menipunya dan sekarang dia ingin menjual anaknya ke laki-laki lain.

__ADS_1


"Jangan harap kalian bisa mempermainkan aku".


Wajah Hendri datar, dia tampak sangat marah. Dari tadi dia diam saja. Di mobil Raisha pun hanya diam tak berani membuka pembicaraan. Dilihatnya Hendri yang cuma memandang ke depan kemudi.


"Mas Hendri kenapa ya?, sepertinya dia tak suka melihat aku". "Apa yang salah ya?, ah memang dia tak suka melihat aku dari dulu, kenapa aku harus ambil pusing".


Sesampainya di pesta, Hendri buru-buru turun.


"Kau tetap berada di samping ku, jangan jauh-jauh". "Disini banyak orang, aku tak bisa menemukanmu kalau kau sampai hilang".


Raisha hanya mengangguk, dia pun mengikuti Hendri dari belakang. Hendri tampak kesal, Raisha tak juga menggandengnya.

__ADS_1


"Apa aku harus perintah kau menggandeng lenganku baru kau melakukannya?".


Rasanya kesabarannya mulai habis, Hendri menarik nafas dalam-dalam. Raisha benar-benar tidak tau kalau dia harus menggandeng Hendri. Dia memang tak pernah ke pesta dengan laki-laki sebelumnya. Mendengan Hendri menyuruh menggandeng tangannya, Raisha cepat-cepat memegang tangan Hendri. Dia semakin gugup.


__ADS_2