
Haris meminta maaf, tak pernah dalam hidupnya dia menyesali dengan keputusan yang telah dipilihnya. Mengingat kegagalan dalam rumah tangganya bersama Mike, bahkan sampai saat ini pun dia tak menyesal telah mencintai Mike yang telah mengecewakannya.
Keserakahan yang membuatnya jatuh saat ini, yang lebih buruknya dia menempatkan putrinya dalam masalah. Mendorongnya ke neraka, dia menyesali keserakahannya telah mengantarkan anaknya ke jurang kehancuran. Bagaimana dia bisa mengembalikan masa muda anak gadisnya. Seharusnya Raisha bisa bersenang-senang dan memilih apa yang diinginkanya saat ini bukannya terperangkap dalam pernikahan yang menyiksanya. Dia begitu menyesal telah memaksa anaknya menikahi Hendri rekan kerjanya yang baru dia kenal. Hanya karena Hendri sukses dalam karirnya dan pandai dalam bersikap, Haris langsung suka dan ingin Hendri jadi menantunya. Sekarang yang terjadi malah Hendri menipunya, perusahaan yang dibangunnya dari nol menjadi milik Hendri dan sekarang istrinya harus dilarikan ke rumah sakit karena mendengar anak laki-lakinya berada di kantor polisi.
Haris sudah tahu tentang Morgan yang dipanggil ke kantor polisi untuk memberi keterangan masalah pelaporan dari pasiennya. Orang kepercayaannya yang berada di rumah sakit tempat Morgan bekerja yang melaporkan langsung kepada Haris. Dia sudah tahu dalang dari semua ini tadi pagi tepatnya ketika dia berada di kantor, pengacara dari pihak Hendri datang memberitahukan kalau sekarang perusahaannya sudah berpindah tangan ke Hendri menantunya. Ternyata selama ini Hendri telah menipunya dan tidak lama setelah kejadian itu Morgan diberitakan berada di kantor polisi.
Hendri menghubungi orang kepercayaanya dan menyuruh menyelidiki apa yang terjadi dengan anak laki-lakinya. Ternyata Hendri dalang dari semua ini. Hendri tidak ingin Henni tahu, tapi Randa asisten Morgan datang kerumah memberitahukan Henni kalau Morgan sedang dalam masalah dan sedang berada di kantor polisi. Henni jatuh pingsan ketika mendengar berita yang sangat mengejutkannya. Kemudian Henni dilarikan ke rumah sakit dan Haris menyusulnya empat puluh lima menit yang lalu.
Dalam diam Hendri berpikir keras, apa Morgan dijebak oleh Hendri. Dia telah menyuruh pengacaranya untuk menemani Morgan di kantor polisi.
Morgan mencoba menutupi kejadian yang dialaminya saat ni dari keluarganya tapi Haris lebih dulu tahu. Yang lebih ditakuti Haris sekarang ini adalah nasib anak perempuannya yang sedang berada ditangan Hendri. Sekarang yang terpenting adalah kesehatan istrinya. Kalau Henni sampai tahu Haris menempatkan Raisha dalam masalah, mungkin Henni akan semakin drop.
__ADS_1
"Ini semua salah papa, seandainya saja waktu itu papa tidak menyuruhmu menikahi Hendri, pasti tak seperti ini kejadiannya"
"Maksud papa apa?"
"Raisha semakin curiga, sebenarnya apa yang terjadi. Apa papa sudah mengetahui kalau Kak Morgan, tidak...tidak...papa tak boleh tahu"
"Bagaimana keadaan Morgan, apa pengacara yang papa kirim sudah datang, kau baru saja dari sana kan?"
"Bagaimana papa tidak khawatir, Hendri pria gila dia bisa melakukan apa saja. Papa sudah tahu kalau dia yang menjebak kakakmu dan dia sudah merebut perusahaan papa. Mamamu jadi sakit begini juga karena dia"
"Maksud papa, mama sudah tahu?"
__ADS_1
"Belum semua, ada yang memberitahu mamamu kalau Morga sedang berada di rumah sakit karena tuduhan malpraktek, dan dia tiba-tiba jatuh pingsan. Padahal papa sudah berusaha menyembunyikannya dari dia"
"Wow...wow, ini hari yang menyenangkan. Ayah dan anak sedang menyusun rencana apa lagi?. Apa kau ada rencana menjual anakmu ke laki-laki lain?" Hendri tiba-tiba datang kerumah sakit, dia ingin melihat sendiri bagaimana keadaan Haris setelah mengetahui semua ini"
"Diam kau brengsek, aku akan membalasmu" Haris begitu emosi melihat Hendri datang ke rumah sakit untuk menertawakannya. Raisha berusaha menahan papanya agar tak memukul Hendri"
"Sebaiknya kita tidak meladeni dia pa"
"Haha...sekarang kalian mau apa?"
***
__ADS_1