
Hendri berencana membuat Raisha kapok. Dia sengaja memindahkan bik Mur ke rumah Sendi. Biar Raisha mengeluh karena tidak ada yang membantunya. Setelah ini dia akan menjalankan rencananya yang lain.
***
Haris menemui Hendri dikantornya. Dia sengaja datang lebih cepat dari waktu yang dijanjikan. Hendri yang baru tiba di kantor terkejut melihat Haris sudah menunggunya.
"Maaf membuat papa menunggu."
"Oh tidak nak Hendri, papa yang kecepatan."
"Bagaimana kabarmu, kau terlihat tegang. Apa ada masalah dengan pekerjaan kita yang lalu?"
"Tidak, emmm...saya hanya sedikit lelah." Raisha bertingkah lagi, dia masi menemui pacarnya."
"Apa?, tidak mungkin nak Hendri, papa tau siapa anak papa. Mana mungkin dia berani menyepelekan perkataan papa. Kan papa sudah mengingatkannya tempo hari."
__ADS_1
"Saya tidak akan asal bicara pa, kalau tidak ada bukti. Sekarang saya harus percaya siapa, papa atau bukti ini."
Hendri menyodorkan Hp-nya ke Haris. Haris geleng-geleng kepala. Dia sedikit berpikir, apa yang harus dilakukannya.
Tenang saja nak Hendri, masalah ini biar papa yang bereskan. Nak Hendri tinggal menunggu hasilnya.
***
Hendri sengaja memberitahukan perbuatan Raisha pada Haris. Dia ingin lihat apa yang akan dilakukan Haris. Apa seperti yang dia pikirkan, apa benar Haris tidak tau menau tentang hubungan Raisha dengan Ronal.
"Erik, tolong kau cari informasi tentang orang yang dekat dengan Raisha namanya Ronal. Aku mau hari ini juga, langsung laporkan padaku jika sudah ada info tentang dia."
"Baik tuan, akan saya laporkan segera." Erik sudah 15 tahun bekerja dengan Haris. Dia adalah orang kepercayaan Haris. Raisha sudah seperti anaknya sediri bagi Erik. Sangking sudah dekat dia dengan keluarga Haris. Memang Erik masi ada hubungan saudara dengan Haris walaupun tidak dekat. Bahkan dia sempat menjadi orang kepercayaan Retno ibunya Haris sebelum Retno meninggal dunia. Bahkan istri Erik bekerja di toko roti milik Retno.
***
__ADS_1
Haris pulang kerumah dengan marah-marah. Dia begitu kesal ketika tau Raisha memang sempat bertemu Ronal seperti yang dikatakan oleh Hendri. Dia baru saja mendapat laporan dari Erik. Bukan main kesalnya Haris, anak yang dianggapnya penurut bisa berbuat demikian.
"Bikin malu saja, bagaimana aku menghadapi nak Hendri. Ternyata memang benar mereka bertemu lagi. Aku harus menemui anak itu."
Belum lima belas menit Haris berada di rumah dia sudah berangkat lagi. Pak Parman sopir dikeluarga Haris tak diizinkan ikut dengannya. Dia memilih menyetir sendiri mobilnya.
Haris tiba dikediaman Ronal. Sebuah apartemen mewah. Memang Ronal bukan orang biasa, keluarganya adalah orang-orang penting yang berada di pemerintahan. Namun Ronal tak pernah sombong atau membawa-bawa nama kelurga dalam pergaulannya.
Haris langsung mengetuk pintu apartemen Ronal. Dia yakin Ronal ada didalam. Menurut informasi dari Erik, Ronal baru saja kembali ke apartemennya.
Ronal membuka pintu apartemennya dengan bingung, rasanya dia tak mengenal tamu yang datang.
"Maaf anda siapa ya?"
"Tak perlu berbasa basi, aku cuma mau mengingatkanmu ini yang pertama dan yang terakhir. Jangan coba-caba mendekati Raisha anakku lagi, dia sudah punya suami. Aku tak peduli bila kau dan dia punya hubungan dimasa lalu, yang jelas dia sekarang sudah menjadi istri orang lain. Tak pantas kau bertemu dengan istri orang tanpa sepengetahuan suaminya."
__ADS_1
***