Penyesalan Zenaya

Penyesalan Zenaya
Bab 65: Frans Melarikan Diri.


__ADS_3

"Bangs4t!" Teriakan Alex menggelegar memenuhi seisi ruangannya.


Juan yang berada di dalam ruangan tersebut hanya bisa berdiri mematung.


Saat Alex mengetahui kabar bahwa Frans merupakan mantan anggota intelijen, dia langsung menghubungi ketiga anak buahnya. Namun, ternyata pria itu terlambat. Frans berhasil melarikan diri dari sana. Bahkan dia berani mengancamnya melalui telepon.


"Cepat, cari bedebah itu dan bawa dia ke sini hidup-hidup!" Perintah Alex pada dua orang pria asing di hadapannya.


Kedua pria tersebut membungkuk hormat dan keluar dari ruangan Alex.


Sementara itu, Juan masih berdiri di dalam.


"Ada apa?" tanya Alex begitu menyadari Juan masih berada di sana.


"Tuan," wajahnya menatap Alex dengan pandangan sendu, "saya memahami bagaimana perasaan Anda, tetapi ... ini sudah terlalu jauh," ucap pria muda itu.


Dia telah lama mengenal Alex dan tahu betul seperti apa dirinya.


Alex memang tipikal pria dengan penuh ambisi. Dia akan berusaha melakukan apa pun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Namun, bukan berarti Alex memiliki perangai buruk. Pria berusia 39 tahun itu memiliki hati yang sangat baik dan senang menolong orang lain.


Namun entah mengapa, Alex berubah menjadi sesosok pria kejam hanya karena seorang wanita. Perubahan tersebut sebenarnya sudah mulai dirasakan Juan ketika Alex tanpa sengaja berbuat keji tiga tahun silam, tetapi semua semakin berkembang ketika dia kembali bertemu dengan wanita bernama Zenaya.


"Kau tak perlu ikut campur. Ini urusanku!" jawab Alex dingin.


"Saya harap Anda bisa kembali seperti Alex yang dulu. Saya begitu merindukannya," ucap Juan sembari melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan.


Alex terdiam. Dia hanya memandang kepergian Juan dengan wajah datar, sebelum akhirnya keluar untuk kembali ke apartemennya.


...***...


Frans berhasil keluar dari gudang kosong tersebut. Semula dia pikir, gudang itu adalah bagian dari pabrik kosong yang telah lama ditutup, tetapi ternyata gudang tersebut merupakan sebuah tempat penyimpanan senjata ilegal.


Ada banyak senjata rakitan di sana dalam kondisi rusak dan berkarat. Frans memeriksa satu persatu senjata dan tidak menemukan satu pun pist0l yang masih aktif.


Sembari menahan sakit akibat luka sayat di perutnya, dia berjalan tertatih menuju ke luar bangunan.


Mata Frans terbelalak saat mendapati gudang tersebut ternyata berada di pulau terpencil. Seluas matanya memandang, hanya ada lautan yang mengelilingi pulau tersebut.


"Sial! Kalau saja aku tidak terluka, aku pasti akan berenang!" makinya.


Pria itu berjalan perlahan menyusuri pantai, dan menghampiri salah satu sudut tempat, yang berada tepat di ujung tepi pantai.


Beruntung, Frans mendapati dua buah jetski teronggok di sana.


Dia memeriksa keadaan jetski tersebut, dan menemukan bahwa keduanya dalam keadaan baik-baik saja.


Jetski itu pasti kendaraan yang sering dipakai ketiga orang penjaga tersebut.


Sebelum pergi meninggalkan tempat, Frans terlebih dahulu merobek kaosnya dan menggunakan sobekan tersebut untuk menutup luka di perutnya.


...***...


"Ayah, lihat! Sepertinya ada seseorang di sana!" teriak seorang anak kecil berusia 12 tahun pada sang ayah.

__ADS_1


Pria berpenampilan brewok itu meletakkan jorannya dan menghampiri sang putra yang berada di sisi lain speadboat. Ia sedang melompat-lompat seraya menunjuk-nunjuk jauh ke arah laut.


Pria itu membenarkan kaca mata yang dipakainya untuk melihat jelas arah yang ditunjuk sang anak.


Benar saja! Sesosok tubuh berjenis kelamin pria itu, berusaha meraih jetski yang terbalik di dekatnya.


"Ace, cepat dekati!" teriak pria itu pada putranya yang lain.


"Oke!"


"Oh, tidak! Dia sudah m4t1!" pekik si bungsu, saat melihat tubuh itu sudah terdiam tak bergerak.


"No, Sam, sepertinya dia masih hidup ... Ace, bantu Ayah mengangkatnya." Pria itu berusaha meraih tubuh pria itu dibantu putranya yang lebih besar.


Setelah berhasil mengangkatnya, Joe, nama pria paruh baya tersebut, melakukan CPR untuk menyelamatkannya sembari menyuruh sang putra mengemudikan speadboat kembali ke rumah mereka, secepat mungkin.


"Yah, apa dia baik-baik saja? Ada luka sayat ditubuhnya. Dia pasti orang jahat!" tuduh Sam ketakutan.


"Sam, biarkan Ayah berusaha menyadarkannya dulu," kata Joe tanpa mengalihkan pandangannya.


Setelah hampir dua menit melakukan CPR, pria yang tadi diselamatkan Sam, Joe, dan Ace, akhirnya tersadar. Ia memuntahkan air laut lumayan banyak sebelum mengerang kesakitan.


"Kau baik-baik saja?" tanya Joe.


Frans yang baru sadar segera menjauhkan diri ketika melihat seorang pria asing berada di dekatnya. Pria itu menoleh ke sana kemari untuk mencari jetski-nya yang tadi dia pakai.


"Kami menemukanmu hampir tenggelam tadi. Sepertinya kau baru saja jatuh dari atas jetski-mu," ujar Joe ramah. Pria itu meminta Frans untuk tidak takut kepada mereka.


Setelah berhasil meyakinkan Frans bahwa mereka bukan orang jahat, Joe pun membantu mengobati luka Frans, termasuk menjahit lukanya.


"Kau pensiunan militer?" tanya Frans.


"Ya." Jawab Joe. "Kau sendiri? Melihat kondisimu, aku tak yakin kau sedang iseng berjalan-jalan dan tersayat terumbu karang lalu terjatuh." Pria itu menatap Frans dengan tatapan menyelidik.


Frans bungkam. Dia enggan mengatakan apa pun pada Joe.


Joe memahami sikap Frans. Dia tak lagi menanyakan tentang hal tersebut untuk menghormati privasinya.


"Omong-omong, siapa namamu?" tanya Joe.


"Frans." Jawabnya.


"Aku Joe. Ini putraku, Sam, dan yang di sana kakaknya, Ace." Joe menunjuk Ace.


Frans menganggukkan kepalanya.


Dua puluh menit kemudian, mereka sampai di rumah Joe.


Rumah pria itu merupakan rumah permanen berkonsep panggung, yang lumayan luas. Terdapat undakan kecil tempat bersantai dan minum teh.


Joe memapah Frans masuk ke dalam rumah, sementara Ace dan Joe membantu membawakan barang-barang mereka.


Dia membawa Frans menuju kamar tamu dan mendudukkannya di atas ranjang.

__ADS_1


"Tunggu di sini sebentar," ujar Joe sembari keluar dari dalam kamar.


Dia kembali beberapa saat kemudian dengan membawa satu setel pakaian dan selembar handuk untuk Frans.


"Kau tak mungkin memakai pakaian itu terus. Lukamu juga sudah kubalut dengan plester anti air, jadi kau bisa mandi dengan tenang," titah Joe.


Frans menerimanya dengan canggung. "Terima kasih," ucap pria itu.


Joe tersenyum sebelum kemudian meninggalkan Frans seorang diri di sana.


...***...


"Ayah! Ace! Sam!" Seorang gadis berambut pirang terlihat memasuki rumahnya dengan raut wajah keheranan. Pasalnya, ia mendapati lantai rumah dalam keadaan kotor dan basah.


"Ini pasti ulah Sam lagi. Dia tak pernah bisa membiarkan rumah rapi barang sedetik saja!" seru gadis itu jengkel. Matanya memandang ke sekitar, dan tak menemukan satu pun keluarganya di sana.


"Ke mana mereka? " gumam gadis itu sembari mengikuti jejak kotor di lantai tersebut.


Langkahnya berhenti tepat di depan kamar tamu yang tertutup rapat. "Dan sekarang dia mengotori kamar tamu yang sudah susah payah kujaga kebersihannya!" Raut wajah gadis itu sudah sangat memerah, bersiap-siap untuk meledak.


Dengan gerakan secepat kilat, ia membuka pintu kamar tersebut dan berteriak, "kau benar-benar sudah keterlaluan! Seluruh lantai rumah sudah kau kotori dan sekarang kamar tamu juga k ...!"


Mata gadis itu kontan terbelalak, tatkala mendapati seorang pria asing berwajah tampan sedang berada di dalam sana dengan hanya memakai celana panjang. Tubuhnya yang kekar dan bertato tertangkap jelas di netra birunya.


Detik berikutnya, ia berteriak sekeras mungkin. Begitu pula dengan Frans.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih telah membaca sampai sini. Tolong untuk tidak membanding-bandingkan tokohnya ya, Kakak-kakak. Tidak semua pemeran utama harus unggul dalam segala hal. Ada kalanya mereka perlu bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu.


Yang masih berkenan membaca cerita saya terima kasih. Namun, bagi yang keberatan dengan tokoh utamanya, tidak perlu dilanjutkan, tidak apa-apa. 😇


Mohon, biarkan saya berimajinasi sesuai dengan apa yang saya inginkan, dan saya juga akan membiarkan para pembaca menikmatinya. ^^


Salam cinta,

__ADS_1


Kim O 🤗❤️


__ADS_2