
Ponsel Misela sejak tadi bergetar. Misela pun tersadar bahwa ternyata dia sedang bersandar pada Dzakir.
"Ma-maaf Pak saya terbawa emosi." Misela pun menjauh walau sebenarnya Dzakir sangat menyukai hal yang Misela lakukan tadi. Tapi dia harus menahan karna belum waktu untuk saling berdempetan.
Setelah menjauh Misela pun mengangkat telpon yang ternyata adalah Adelia bundanya.
"Assalamu'alaikum Bunda."
"Wa'alaikumsalam Nak kamu dimana?"
"Em di kampus Bunda. Emang kenapa?"
"Jangan berbohong. Tetangga bilang kamu gak pulang selama lima hari ini. Dan bunda sudah telpon Rangga."
"Apa? Bunda udah pulang?"
"Misela bunda sudah tau masalah kamu sama Rangga. Setelah selesai kuliah cepatlah pulang."
"Tapi bunda...!"
"Sudahlah jangan khawatir kan bunda khawatir kan dirimu. Cepatlah pulang Bunda dan Papi sudah menunggu mu."
"Iya bunda assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Misela pun kembali menghampiri Dzakir.
"Em Pak bunda sudah pulang. Saya mau pulang naik bus saja Pak."
"Jangan saya antar kamu saja."
"Gak usah Pak rumah saya jauh."
"Saya mau kenal dengan orang tua mu juga."
"Saya mohon jangan Pak."
"Tidak saya akan tetap mengantar kamu sejauh apapun rumah mu."
"Tapi Pak...!"
"Kamu gak mau berterima kasih?"
"Iya Pak terima kasih."
Misela ahirnya mau di antar pulau oleh Dzakir. Dengan senang hati Dzakir membukakan pintu mobil untuk Misela dan melaju perlahan dengan kecepatan sedang.
Tak ada obrolan dalam mobil. Dzakir akhir nya bosan dan menyalakan Radio Ramayana kota Metro.
"........ditunggu lagunya ya Ka. Nah sahabat Ramayana siapa nih disini yang lagi jatuh cinta? Cinta itu memang aneh ya sahabat? Bisa membuat banyak rasa pada diri kita hehehe. Mari kita dengarkan lagu i love you 3000 by Stephany Poetry. Cek it out ...."
"Kamu suka lagu ini?" Tanya Dzakir.
"Suka." Jawabannya singkat.
Baby, take my hand
I want you to be my husband
'Cause you're my Iron Man
And I love you 3000
Baby, take a chance
'Cause I want this to be something
Straight out of a Hollywood movie
I see you standing there
In your hulk outerwear
And all I can think
Is where is the ring
'Cause I know you wanna ask
Scared the moment will pass
I can see it in your eyes
Just take me by surprise
__ADS_1
And all my friends they tell me they see
You planning to get on one knee
But I want it to be out of the blue
So make sure I have no clues
When you ask..
Sebelum lagunya selesai Dzakir mematikan radio mobilnya itu.
"Loh kenapa di matikan Pak."
"Kamu bisa nyanyi lagu itu?"
"Bisa sedikit Pak gak hafal banget sama liriknya."
"Coba kamu nyanyi bagian reff nya."
"Emang kenapa Pak?"
"Pengen ngetes aja nilai bahasa Inggris juga penting kan?"
"Dasar dosen selalu saja maksa apa yang Dia mau."
"Jadi kamu gak mau cuma nyanyi sedikit aja?"
"Gak mau."
"Ya udah kamu turun disini aja."
"Astaghfirullah Pak yang bener aja."
"Ya udah coba kamu nyanyi lagu tadi bagian reff nya."
Misela pun akhirnya menuruti apa mau Dzakir.
"Baby, take my hand
I want you to be my husband
'Cause you're my Iron Man
And I love you 3000
Baby, take a chance
'Cause I want this to be something
Misela menyanyikan lagu itu dengan sangat fasih dan merdu. Dzakir tersenyum.
"Suara nya jelek ya Pak?"
"Bagus kok."
"Kok senyum-senyum ngejek gitu?"
Dzakir lalu membalas lagu yang di nyanyikan Misela dan sesekali melirik padanya.
"Hey baby
I think i wanna marry you
Is it the look in your eyes
Or is it this dancing juice?
Who cares baby
I think i wanna marry you"
Misela terkejut. Misela menatap Dzakir yang masih fokus menyetir dan menyanyikan lagu Bruno mars itu.
"Pak?" Misela mencoba memanggil Dzakir yang masih bernyanyi dan penuh penghayatan.
"Don't say no, no, no, no-no" Dzakir mengarahkan jari telunjuk tangan kirinya ke arah Misela. Lalu melanjutkan liriknya lagi.
"Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah
And we'll go, go, go, go-go
If you're ready, like i'm ready"
"Pak jangan kencang-kencang di depan belok kiri loh."
__ADS_1
Dzakir pun mengikuti perkataan Misela dengan tetap meneruskan nyanyian.
"Pak jangan di terusin lagunya."
"Kan tadi kamu yang buat saya baper duluan."
"Maksudnya gimana Pak?"
"Sudahlah abis ini kita kemana lagi?"
"Lurus aja Pak."
"Masih jauh ya?"
"Gak sih dua puluh menit lagi sampe."
"Wah ini tadi belok berapa kali ya? Kalau saya gak bisa pulang saya nginep aja ya."
"Jangan bercanda Pak ada google map."
"Yah tapi cuacanya mendung banget takut kehujanan di jalan."
"Pak Dzakir kan pake mobil ngapain takut kehujanan."
"Jalannya kan licin."
"Jangan banyak ngadi-ngadi Pak."
Dzakir hanya tersenyum menanggapi ucapan Misela. Dzakir begitu senang bisa bersama dengan Misela beberapa hari ini. Dzakir juga sangat senang karna sekarang dia bisa mengenal keluarga Misela.
Dan dua puluh menit pun berlalu. Dzakir tiba di depan rumah Misela lalu menghentikan mobilnya.
Mobil mewah yang terparkir itu mengundang banyak mata untuk melihatnya dan saling bergunjing.
"Pak kalau ada yang bicara aneh-aneh jangan terlalu di tanggepin ya."
"Siap."
Mereka pun turun dari mobil.
Adelia sangat terkejut karna mendapati tangan Misela yang terpasang penyangga patah tulang.
"Misela tangan kamu kenapa sayang?"
"Assalamu'alaikum Bunda. Ayo Misela jelaskan di dalam."
"Assalamu'alaikum Bu. Saya Dzakir."
"Wa'alaikumsalam iya mari masuk dulu."
Dzakir pun ikut masuk ke dalam rumah. Di sana sudah ada Hanan dan Aldian yang duduk dengan ke khawatiran.
"Ka kok bisa begini sih."
Aldian memegang tangan Misela yang patah tulang.
"Ceritanya panjang De."
"Kenapa kamu gak menghubungi kami?" Kata Hanan.
"Misela gak mau buat Papi menunda urusan Papi di Jakarta."
"Tapi keselamatan kamu lebih penting Nak."
"Gak papa Pih. Misela baik-baik aja. Pak Dzakir yang selama ini merawat Misela."
"Terima Pak Dzakir sudah merawat anak saya." Ucap Hanan pada Dzakir dan memeluk punggung Dzakir yang duduk di sebelah nya itu.
"Tidak apa-apa Pak."
"Oiya Pak Dzakir mau minum apa?"
"Ah tidak perlu repot-repot Bu. Dan juga panggil saya nama saja. Nama saya Mudzakir. Biasa di panggil Dzakir."
"Baiklah saya buatkan kopi ya."
"Terima kasih Bu."
Suasana di ruang tamu itu begitu bahagia. Banyak hal yang mereka obrolkan hingga lupa jika Adelia dan Hanan akan membahas masalah perceraian dengan Rangga.
...######################...
...Maaf ya bari up lagi 😂...
...Sibuk sekali tangan ini hingga tak sempat untuk berhalu 😀✌️...
__ADS_1
...Semoga puas dengan episode ini 😊...