
Hari ini Dzakir pulang cepat karena sejak siang tadi pikirannya gelisah, sebab Misela terus saja mengeluh capek.
"Assalamu'alaikum..."
Suara itu membuat triple M berlari bersama menuju pintu utama.
"Wa'alaikumsalam Daddy..." jawab mereka serempak.
Triple M berlari dan memeluk kaki Dzakir.
"Wah... anak-anak Daddy kelihatannya gembira banget nih," Dzakir berjongkok dan memeluk ketiga anaknya.
Setelah beberapa saat pelukan itu di lepas. Dzakir menatap ke-tiga anaknya secara bergantian.
"Dad, hali ini kita abis cali cekolah, telus cekolahnya bagus banget, dulu nya juga cantik." Mikka dengan semangatnya bercerita di ikuti beberapa gerakan tangan dihadapan Dzakir.
"Mikka apaan sih, cantikan juga Mommy kita. Mommy itu wanita yang paling cantik sedunia." sahut Malik.
"Tapi emang iya bu dulu yang di cekolah tadi cantik Dad, masak Mikka boong." Mikka kembali meyakinkan Dzakir.
"Em kalau menurut Mecca, Bu guru di sekolah tadi cantik gak?" Dzakir bertanya pada Mecca, namun Mecca hanya mengangkat kedua bahunya dan kembali ke ruang bermainnya.
"Sudah ah Kaka juga mau kembali bermain." Malik juga berlalu menyusul Mecca.
Sedangkan Mikka hanya meminta Dzakir untuk menggendongnya.
"Mikka tau Mommy dimana?" tanya Dzakir pada anaknya.
"Mommy tadi di tamal Dad," jawab Mikka.
"Emm Mikka Mau ikut nyusul Mommy ke kamar atau mau main lagi sama bibik?" tanya Dzakir lagi yang masih menggendong Mikka.
"Mikka mau main aja,"
"Oke deh," Dzakir pun menurunkan Mikka, dan Mikka kembali bermain dengan kedua Kakaknya.
Di kamar.
Misela sedang berbaring di kasur dengan memeluk guling. Misela mendengar suara kaki dan pintu pun terbuka. Dzakir masuk lalu membentangkan tangannya tanda dirinya ingin Misela menghampiri dan memeluknya. Sayangnya, Misela sudah terlanjur bad mood dan malah melambaikan tangan pada Dzakir.
Dzakir tak mau kalah, dia menggelengkan kepalanya dan memasang wajah melas supaya Misela lah yang menghampiri dirinya. Dengan terpaksa dan berjalan dengan gontai Misela pun bangun dan menghampiri Dzakir kemudian memeluknya. Dzakir langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Misela.
"Kangeeeennnn bangeeettt sama istri solehah Mas ini," Dzakir lalu mencium kening istrinya.
Misela masih memasang wajah muram, dan tak membalas ucapan Dzakir. Kemudian Dzakir membopong tubuh Misela dan membaringkan di atas kasur. Dzakir kini berada di atas tubuh Misela.
Dzakir kemudian mendekati bibir Misela dan hendak menciumnya. Mata mereka berdua telah tertutup, dan kedua bibir itu akan menyatu.
"Daddy..."
Dzakir terkesiap mendengar teriakkan itu dan buru-buru berdiri.
__ADS_1
"Daddy sama Mommy lagi apa?" tanya Malik dengan muka masam.
"Em itu apa ya, em lagi tiduran aja sayang." Dzakir menghampiri ketiga anaknya.
"Kok Daddy tiduran di atas Mommy sih, kan Daddy lebih besar dari Mommy, kasian dong Mommy keberatan nanti." lanjut Malik.
Misela hanya tersenyum melihat ketiga anaknya itu lalu berdehem sambil membentangkan kedua tangannya memberi isyarat pada mereka untuk menghampiri Misela di atas tempat tidur.
Seketika itu triple M langsung berlari menghampiri Misela dan memeluknya.
"Mommy sakit ya?" tanya Mecca.
"Engga sayang, Mommy gak sakit," jawab Misela.
"Telus tenapa Mommy di tamal aja?" tanya Mikka.
"Mommy cuma capek sayang, memang kalian tidak capek seharian kita aktivitas di luar?"
Dengan kompaknya triple M menggelengkan kepalanya.
Dzakir juga duduk nimbrung dengan anak dan istrinya di tempat tidur.
"Daddy gak katian sama Mommy?" tanya Mikka.
"Memang Mommy kenapa Nak?" Dzakir balik bertanya.
"Ya kan Mommy tu tapek, ketapean, tapi Daddy malah bobok di atas Mommy," protes Mikka.
"Iya Daddy gak sayang ya sama Mommy? Harusnya kan Daddy itu mijitin kaki Mommy," sahut Mecca.
"Em coba sini semua liat Daddy," kata Dzakir.
Triple M menurut dan duduk berjajar di hadapan Dzakir.
"Tadi itu Mommy sama Daddy mau bikin adek tau," jelas Dzakir.
"Maksud Daddy adik bayi?" tanya Malik memperjelas.
"Betul sekali," jawab Dzakir.
"Hooollleeee Mikka bakal punya dedek bayi," Mikka bersorak kegirangan.
"Malik maunya adik laki-laki, Malik pusing punya dua adik perempuan," Malik terlihat kesal.
"Mecca juga mau adik laki-laki ya Dad?" sahut Mecca menatap Dzakir.
"Kalo Mikka mau dedek dua ya Dad, tatu towok, tatu tewek,"
Celoteh triple M membuat Dzakir dan Misela tertawa bahagia menanggapi perkataan mereka.
Setelah beberapa saat bercanda, Dzakir memanggil para pengasuh triple M untuk mengajaknya ke kamar mereka masing-masing.
__ADS_1
"Bik, tolong ini anak-anak di ajak ke kamar ya."
Para bibik yang sejak tadi di luar menunggu anak asuhnya, dengan sigap masuk membawa triple M keluar.
Sementara Dzakir kembali mendekati istrinya dan kembali dengan posisi di atas Misela.
"Ish Mas," Misela memukul dada Dzakir.
"Sayang, kamu gak denger kata anak-anak kita tadi?" Dzakir tersenyum manis.
"Yang mana Mas?" Misela pura-pura tidak mengerti.
"Jangan berlagak polos sayang, mereka kan ingin adik, dan kita harus segera membuatnya supaya mereka senang hmm," Dzakir langsung melahap bibir Misela.
Dengan perlahan Misela mendorong tubuh Dzakir.
"Mas, ini masih sore Mas. Dan bahkan kamu belum mandi. Jangan jorok ish,"
Misela menjatuhkan tubuh Dzakir di sisinya.
"Sayang, boleh ya? Kan Mas baru aja libur gara-gara kedatangan tamu." Dzakir memasang wajah melas pada istrinya yang memang baru tadi padi tamu bulanan nya pergi.
Tentu saja tidak ada penolakan bagi Misela. Sore itu mereka melakukan proses pembuatan adik untuk triple M.
Setelah hampir satu jam Dzakir dan Misela bertempur di balik selimut, kini Dzakir terkapar lemas tak berdaya dengan masih memeluk tubuh Misela yang polos.
"Mas, boleh aku bertanya sesuatu?"
"Tinggal ajukan pertanyaan mu sayang, Mas akan menjawabnya."
"Apa aku masih menarik di mata mu Mas?"
Dzakir sedikit terkejut dengan pertanyaan Misela lalu melepaskan pelukannya dan mengubah posisinya menjadi berhadapan langsung dengan Misela.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang?"
"Aku hanya ingin tau saja Mas,"
"Aku sudah mengatakan ribuan kali pada mu, bahwa kamu adalah sebaik-baiknya perhiasan di dunia."
"Aku hanya takut dengan perubahan bentuk tubuh ku yang sudah tak seperti dulu karna KB yang aku pakai. Aku juga takut gak bisa muasin Mas karna sudah longgar akibat melahirkan ketiga anak kita."
Dzakir kembali memeluk Misela dengan sangat erat.
"Kita sudah melalui semua ini bersama sayang. Apalagi kamu sudah memberi ku tiga anak yang sangat menggemaskan. Mas tidak pernah merasakan hal yang kamu takutkan itu. Mas selalu bersyukur dan bahagia karna bisa memiliki mu."
"Entak kenapa akhir-akhir ini banyak sekali gosip tentang hubungan suami istri yang retak. Banyak di antara mereka yang berselingkuh dan bercerai karna fisik yang berubah."
"Cinta ku pada mu tak kan pernah berubah."
...#############...
__ADS_1
Maafkan daku yang belum fokus melanjutkan novel ini ya 🙏 tapi aku tetep minta support like, komen dan vote nya supaya aku makin semangat lagi melanjutkan kisah cinta Dzakir dan Misela 😊
Maaf juga kalau ada typo 🙏