Perjalanan Cinta Anak Haram

Perjalanan Cinta Anak Haram
Bab 62 Misi Serius


__ADS_3

*BOCIL SKIP*


Misela pun selesai meminum obat dari dokter dan menunggu Dzakir membereskan kotak obatnya. Kemudian Dzakir segera mengunci pintu rumah lalu pintu kamarnya. Malam ini dia akan beraksi dan menyelesaikan misi yang sangat serius bersama Misela.


Dzakir meraih tengkuk Misela dan mendorong lembut tubuhnya sambil mencium dan me**lum**at bibirnya. Perlahan tubuh Misela mundur dan terus mundur hingga tiba di tempat tidur. Mereka pun ambruk tanpa melepaskan ciuman satu sama lain.


Tangan Dzakir mulai nakal dan melucuti semua kain yang membungkus tubuh indah istrinya itu hingga benar-benar polos tanpa penutup. Tubuh yang indah nan menawan itu kini terpampang jelas di hadapan Dzakir. Dengan senyuman tipis Dzakir menatap tubuh itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Misela merasa malu Dzakir menatap nya tanpa busana sehelai pun lalu menutup wajahnya dengan tangan.


"Sayang, kenapa malu? Ini bukan yang pertama untuk kita?"


"Tetep aja malu Mas."


"Gak papa sayang. Aku sudah melihat nya berkali-kali. Singkirkan tangan mu sayang."


Misela menuruti perkataan Dzakir dan membentangkan tangannya lalu menatap lurus pada pria yang selalu membahagiakan dirinya.


"Kamu sungguh mengagumkan sayang."


Dzakir mengangkat tubuh Misela dan mengubah posisi tidur menjadi lebih nyaman.


"Rileks lah sayang, aku akan membuat mu berteriak nikmat. Siap kan dirimu sayang dan jangan tahan suara mu jika kamu ingin bersuara atau pun berteriak." Misela pun mengangguk pelan.


Dzakir kembali mencium bibir Misela dengan penuh ga**irah. Kedua tangannya sedang bekerja keras di bagian bukit kembar yang kenyal, besar dan bulat sempurna. Dzakir menggigit pelan bagian bawah bibir Misela supaya terbuka untuk memainkan lidahnya di dalam sana.


Keduanya saling bertukar saliva dan lidah mereka pun menari-nari menikmati permainan yang kian memanas. Tak cukup di situ, Dzakir menjelajahi bagian leher Misela dari depan hingga belakang dan menyisakan banyak tanda merah yang akan menjadi ungu besok pagi. Tak tahan dengan rasa yang membuat Misela merinding suara manja pun keluar dari mulutnya.


"Mas..ahh...embhh...ahh... Mas Dzakir...!"


Dzakir hanya berdehem pelan dan manja di telinga Misela dan membuat Misela semakin merinding di buatnya.


"Ahh... Mas...!"


Dzakir kemudian menekuk kedua lutut Misela dan membukanya lebar selebar mungkin hingga terpampang lah sebuah gua kenikmatan yang hakiki di mata Dzakir.


"Jangan menahan suara mu sayang. Ini akan membuat mu melayang ke angkasa."


Misela hanya menggigit bibir bawahnya sambil merem melek saat Dzakir mengecup gua kenikmatan itu. Beberapa kali kecupan itu mendarat dan kini berubah menjadi sebuah luma**ta**n lalu berubah lagi menjadi ji**la**Tan.


"Emmmhh... Massss... a-aku... Sungguh...!"

__ADS_1


Tubuh Misela meregang dan menggelinjang nikmat ketika lidah Dzakir menari-nari di gua milik Misela. Lama Dzakir melu***mat dan men***jilat lalu melu***mat lagi dan men***jilat lagi hingga Misela mengeluarkan cairan yang membuat gua itu sedikit basah.


Tak tinggal diam Dzakir langsung membersihkan apa yang telah di keluarkan Misela dengan lidah layaknya sebuah es krim yang meleleh hingga membuat Misela lagi-lagi men**de**sah.


"ahh... Mas... Emmhhh enak banget."


Perlahan mulut Dzakir naik dengan hembusan nafas yang membuat hangat kulit Misela. Ke bagian perut, lalu semakin naik lagi ke belahan dada dan mere***mas kedua bukit kembar itu dan langsung di masukan ke dalam mulutnya dengan bergantian layaknya seorang bayi yang sangat kelaparan.


Kemudian bibir Dzakir kembali naik sampai ke leher Misela, di gigitnya pelan dan lembut lalu menghisapnya berkali-kali di tempat yang berbeda hingga tato merah itu memenuhi leher Misela.


Sudah merasa puas dengan dada dan leher kini tujuan Dzakir adalah kembali ke bibir Misela yang sangat manis dan mencium dengan intens. Dzakir meng***ulum bibir Misela dalam dan semakin dalam hingga membuat de**sa**han Misela tertahan saat sesuatu yang besar dan sangat keras masuk ke dalam lubang surga kenikmatan Misela sampai tenggelam sempurna.


"Ahh. Ahh."


Dzakir melepaskan bibirnya dan menahan tubuhnya dengan kedua tangan lalu bekerja keras memompa dalam lubang yang sudah basah itu dan memaju mundurkan tubuhnya hingga Misela mengacak-acak rambut Dzakir.


Tak mau terlalu cepat bertindak, Dzakir membalikkan badan dan mengganti posisi yang sekarang Misela lah sebagai pemimpin permainan panas mereka.


Misela duduk dengan kedua tangan di bagian dada Dzakir


"Massss.... Ah!"


Lama Misela berada di bagian atas dengan goyangan SE**Ksi nya lalu Dzakir membalikkan kembali posisi mereka seperti semula.


"Mas.......!"


Misela kini berteriak nikmat merasakan Dzakir yang bekerja keras memompa dengan cepat dan semakin cepat dengan menghentak-hentak keras dan begitu menuntut Misela untuk mengencangkan otot-otot nya.


"Aku terjepit sayang ah. hahs, hahs, hahs."


Suara nafas Dzakir yang tersengal-sengal seolah berirama terdengar sangat indah di telinga Misela.


"Sayang. Misela, Em, Ah, Ah."


Teriak Dzakir yang secara bersamaan menekankan tubuhnya dan merekang kuat hingga sang Dede kecil masuk semakin dalam ke lubang surga milik Misela.


Seakan tak mau kalah Misela juga berteriak merasakan sesuatu yang akan meledak hebat di dalam sana.


"Massss... Aaacckkk...!"

__ADS_1


Tubuh Misela tertahan karna meledakkan cairan basah dan bersamaan dengan Dzakir yang menyemburkan bibit-bibit kehidupan di dalam sana.


"Terima kasih sayang. Aku selalu puas dengan servis mu."


Cup.


Kecupan singkat mendarat sempurna di kening Misela dan Dzakir pun ambruk di sebelah istrinya.


"Imun ku semakin kuat sayang karna sekarang aku bisa bermain sesuka ku dengan tubuh indah mu ini sampai bibit yang ku tanam tumbuh subur."


"Iya Mas. Semoga bibitnya cepat tumbuh ya."


Dzakir menarik selimut tebal di kasurnya dan menutup tubuhnya bersama tubuh Misela. Mereka pun berpelukan hingga tertidur pulas karna kelelahan menjalankan misi yang sangat serius hingga dini hari tiba.


❤️


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga dan kali ini Dzakir bangun sebelum alarm di handphone Misela berbunyi.


Dzakir menatap istrinya yang masih tertidur pulas di lengannya. Kecupan lembut dan hangat berhasil mendarat di kening Misela membuat Misela menggeliat berusaha lepas dari jerat mimpi yang membahagiakan.


Misela membalas tatapan pria di depannya dengan paras tampan yang begitu sempurna dan rambut yang acak-acakan dan menyapa Indra penglihatan nya dengan sebuah senyuman merekah sempurna di bibirnya.


Sekali lagi sebuah kecupan mendarat di wajah Misela, kali ini bukan di kening melainkan di bibir manis yang selalu membuat Dzakir candu.


"Selamat pagi istri ku sayang. Ayo bangun, ini saatnya kita beribadah." Dzakir menyapa Misela yang baru membuka matanya.


"Emh kamu udah bangun Mas? Tumben, biasanya alarm ponsel dulu yang bunyi baru kamu bangun." Misela masih bermanja memeluk tubuh Dzakir yang masih sama-sama polos tanpa apapun yang menutupi selain selimut tebal.


"Aku sudah bilang kan kalau imun ku semakin meningkat karna kamu sayang. Hmm ayo kita mandi bersama dan melakukan gaya lain di sana."


Dzakir menunjuk kamar mandi dengan isyarat dagunya dan membuat Misela tersenyum.


"Iya Mas tapi gendong ya."


"Tentu saja istri ku."


Untuk kesekian kalinya mereka bekerja keras lagi dalam proses pembuatan anak-anak dan tak lupa setelah itu mereka berdoa dengan sungguh-sungguh kepada sang pencipta.


...############...

__ADS_1


..."Biar gx komen kok di skip sih Thor"...


......😂😂😂😂😂😂😂😂......


__ADS_2