Perjalanan Cinta Anak Haram

Perjalanan Cinta Anak Haram
Bab 91 Triple M Dan Berakhir


__ADS_3

Setelah kepergian Erlina, Dzakir merenung. Dia bingung harus bercerita atau tidak pada istrinya itu. Karna selama ini tak pernah ada rahasia di antara mereka, sedangkan kalau Dzakir menceritakan apa yang sudah terjadi, apalagi dalam tubuhnya kini mengalir darah Erlina, pasti Misela akan merasa sedih. Dan Dzakir tak pernah ingin Misela bersedih. Sepertinya Dzakir akan merahasiakan kejadian ini.


Tak lama kemudian Abi Surya, Papi Hanan begitu juga dengan Aldian tiba langsung berganti berpelukan dengan Dzakir.


"Bagaimana kondisi Misela?" Abi Surya terlihat sangat khawatir.


"Abi, Misela butuh satu kantong darah lagi. Dan darahnya cocok dengan Abi." Jawab Dzakir.


"Kalau begitu segera ambil Nak, supaya Misela segera pulih." Sahut Abi Surya.


"Memang golongan darahnya apa Ka?" Tanya Aldian.


"Darahnya B, apa kamu juga darah mu B Al?"


"Bunda sama Papa darahnya A Ka, jadi aku pasti A juga." Jawab Aldian.


"Kalau begitu mari Bi kita ke lab terlebih dahulu. Kami tinggal dulu Pi, Al." Kata Dzakir dan berlalu setelah menerima anggukan dari Hanan dan Aldian.


Tak berapa lama kemudian Dzakir dan Abi kembali dengan senyum kebahagiaan.


"Alhamdulillah, darahnya sudah cukup. Semoga Misela segera sadar dan segera pulih." Kata Dzakir dan membuat senyuman Hanan dan Aldian.


Setelah transfusi darah selesai, keluarga pasien di persilahkan masuk namun Misela masih terbaring belum sadarkan diri. Dzakir pun duduk di sisi brankar dengan menggenggam erat tangan Misela dan mencium nya beberapa kali.


"Assalamu'alaikum." Adelia masuk ke dalam ruangan.


"Wa'alaikumsalam." Jawab serentak.


"Loh, bunda kesini sendiri?" Tanya Dzakir.


"Iya, bunda buru-buru sekali." Jawab Adelia.


"Memang ada apa Bun?" Dzakir terlihat khawatir karna takut terjadi sesuatu pada ketiga anaknya.


"Bunda di minta untuk pumping asi Misela karna takut asi nya bengkak, jadi bunda buru-buru kesini naik ojek." Adelia mendekati tubuh Misela yang masih lemah dan mengangkat sedikit kerudung nya. "Tuh kan udah basah, berarti asi nya harus di pumping. Kalian bisa tunggu di luar, biar Dzakir yang bantu."


Mereka selain Dzakir pun keluar dari ruangan tersebut. Kemudian Misela melakukan pumping sesuai arahan dari bidan.


Setelah mendapat lima kantung asi dan dirasa sudah cukup Misela kembali ke klinik dengan dan di antar oleh Aldian karna Dzakir tak mau meninggalkan Misela, sama seperti halnya Misela sakit tempo dulu.


Sinar matahari sudah mulai hilang. Kini indahnya langit dengan hiasan bintang bertaburan telah menghiasi malam yang panjang. Dan Misela pun sadar.


Perlahan Misela membuka matanya. Mencoba memfokuskan retina mata yang masih kabur dan menatap laki-laki yang sedang mencium tangan nya.


"Mas..." Suara Misela lemah.


"Sayang, kamu sudah bangun?" Dzakir melebarkan senyumnya.

__ADS_1


"Mas... Bagaimana dengan anak-anak kita."


"Jangan khawatir sayang. Disana sudah ada Umi dan Bunda bahkan Aldian juga."


"Aku pengen ketemu mereka Mas. Aku pengen ketemu."


"Sayang, kamu masih lemah. Sabar ya."


"Tapi Mas, aku rindu mereka."


"Tenang ya. Tadi Aldian kirim foto mereka kok. Sore tadi sudah di bawa pulang ke rumah kita."


"Mana lihat Mas."



"Masyaallah anak-anak Momy gemes banget. Aku pengen cepet pulang Mas buat nenenin mereka."


"Gak perlu khawatir sayang. Tadi Bunda sudah pumping asi kamu kok. Nah kalau asi kamu udah bengkak lagi nanti Mas yang pumping ya, tadi udah di ajarin sama Bunda."


"Aku bener-bener gak sabar pengen peluk mereka Mas."


"Iya Mas juga dong. Makanya kamu cepet sehat ya."


Misela mengangguk dalam pelukan Dzakir dan semakin mendalam kan kepalanya di dada Dzakir. Setelah puas berpelukan Dzakir kembali duduk di kursi dan menggenggam tangan Misela.


"Udah sayang."


"Siapa Mas. Cepetan aku penasaran."


"Anak laki-laki kita yang pertama namanya Malik Umar Alfaruq. Putri kedua kita Mecca Alfaruq dan putri ketiga kita Mikka Alfaruq. Gimana sayang, kamu suka?"


"Suka Mas. Namanya bagus. Pasti mereka akan sangat lucu ya Mas. Kamu pinter amat Mas cari nama yang pas sesuai abjad lagi." Misela tersenyum menggoda Dzakir.


"Jangan mulai jahil ya. Mas harus libur panjang loh."


Misela malah tertawa.


"Pikirannya libur terus ih."


"Iya sayang kan memang harus libur panjang ini karna kamu nifas. Jadi jangan mencoba menggoda."


"Gak janji hmm."


"Tuh kan kamu jail."


"Ampun hehe."

__ADS_1


"Em terima kasih ya kamu sudah mau bersabar mengandung dan melahirkan mereka. Kamu juga masih harus bersabar memberikan mereka asi nantinya."


"Iya Mas. Kamu gak perlu berterima kasih karna itu sudah kodrat seorang wanita. Aku yang terima kasih karna kamu selalu memberi ku kebahagiaan yang lebih dari cukup. Kamu setia menemani ku sampai saat ini. Kamu adalah suami yang hebat Mas."


"Kamu juga wanita hebat sayang. Kamu sungguh adalah sebaik-baiknya perhiasan di dunia sayang. Kamu adalah wanita pertama dan terakhir yang aku cinta. I love you."


Sebuah kecupan hangat mendarat di kening Misela.


"I love you too Mas. Terus kata dokter aku kapan boleh pulang?"


"Nanti Mas cari Dion dulu buat periksa keadaan kamu ya sayang."


Misela mengangguk dan Dzakir pun keluar ruangan untuk mencari sahabat nya.


Dzakir pun kembali bersama Doni kemudian memeriksa keadaan dan ternyata semuanya berjalan dengan normal. Misela di perbolehkan pulang esok pagi karna keadaan nya sangat baik.


Tidak ada yang menyangka jika Misela bisa melahirkan tiga anak sekaligus dengan normal bahkan Misela bisa pulih lebih cepat dari prediksi dokter Doni.


Hingga pagi harinya Dzakir dan Misela bergegas pulang setelah semua pemeriksaan dilakukan. Karna Misela sudah sangat tak sabar untuk menemui anak-anak mereka, jadi saat jam dinding masih menunjukkan pukul enam pagi Misela sudah memaksa Dzakir untuk menelpon Doni agar segera memeriksa dirinya supaya bisa cepat pulang.


Tiba dirumah.


Dengan perlahan Misela turun dari mobil dan berjalan masuk rumah. Misela sudah di sambut hangat oleh Bunda dan Uminya yang menunggu mereka di ambang pintu.


Tangis mereka semua pecah saat mereka saling berpelukan satu sama lain dan mengucap syukur silih berganti. Lalu Misela di tuntun menuju ruang keluarga dan duduk bersandar di sofa.


Ketiga anaknya Malik, Mecca dan Mikka pun di biarkan tengkurap di dada Misela untuk waktu yang lama karna mereka juga sangat anteng merasakan dekapan hangat Misela.


Terlihat jelas kebahagiaan keluarga itu. Senyum yang diiringi tetesan air mata kebahagiaan telah menghiasi pagi hari di keluarga Misela.


Cobaan yang datang silih berganti kini membuahkan hasil tiga anak yang lucu dan menggemaskan. Allah memang selalu bersama orang-orang yang sabar. Kesabaran Misela yang luar biasa sudah berbuah manis. Mendapatkan suami yang sangat setia seperti Dzakir dan mendapatkan tiga anak sekaligus setelah penantian panjang karna penyakitnya pun sudah di terlewati.


Kini perjalanan cinta Misela sudah berakhir. Dengan kehadiran tiga anak itu cinta Dzakir pada Misela semakin kuat, begitu juga sebaliknya. Bahkan Umi Dzakir yang sempat meminta Dzakir untuk menikah lagi sudah menyesali perkataan nya.


Hanya tersisa sebuah kebahagiaan dalam kehidupan Dzakir dan Misela saat ini.


...#################...


Huuaaa perjalanan cinta Misela mau di lanjut apa tamat nih? 🤭


Gimana? Kalian suka dong sama ketiga anak Misela yang gemus itu?


Ada yang mau memberikan kesan setelah baca novel ini?


...****PLEASE**** **TINGGAL KAN KOMENTAR KALIAN TENTANG NOVEL INI SETELAH 91 BAB TERBIT🥺🙏...


Oiya jangan lupa yang suka poligami mampir di novel terbaru ku ya 😊**

__ADS_1



__ADS_2