
Hanya untuk 21+
Skip kalau gak kuat author gak tanggung jawab ya. 😁✌️
"Sayang Mas udah gak kuat nahan."
Baru saja mereka masuk kamar dan mengunci pintu Dzakir langsung melahap b*bir manis Misela. Tapi Misela belum siap dengan serangan itu dan mendorong tubuh Dzakir pelan.
"Mas badan ku masih lengket semua nih masih bau asem juga main samber aja deh. Kita mandi dulu bebersih diri terus sholat baru deh main-main"
"Gak papa Mas udah nahan ini lebih dari dua minggu sayang. Nanti abis main-main baru deh mandi sekalian kita mandi bareng ya. Kita belum pernah Lo mandi bersama sekali pun."
"Ta..."
Tak ada kata tapi ataupun nanti bagi Dzakir. Hasratnya sudah di ujung ubun-ubun dan siap meledak. Dzakir mencium paksa bibir Misela yang sempat berontak dan mendorong tubuh Misela mendekati ranjang mereka.
Dzakir membaringkan tubuh istri nya secara perlahan tanpa melepaskan ciumannya. Tak ada perlawanan lagi untuknya sekarang karna Misela sudah merasakan hawa aneh yang menyerang.
Sekian lama mereka bermain di bagian mulut dan saling memainkan lidah mereka masing-masing. Menari-nari dan bergantian menghisap kini tangan Dzakir mulai nakal dan menelusuri dua gundukan kembar yang masih terbungkus rapih.
Misela mengerti akan kemauan suaminya lalu membuka baju yang masih melekat di tubuhnya kemudian melepaskan pengait yang membungkus bola kenikmatan itu. Dzakir menunggu hal tersebut sembari berjelajah di bagian leher Misela yang begitu menggoda.
Dzakir berhenti sejenak dan memandang wajah istrinya yang selalu terlihat cantik di matanya.
"Sayang Mas mau segera punya baby yang lucu di sini." Dzakir mengelus perut Misela dan mencium nya lembut.
"Kamu mau anak cewek atau cowok Mas?"
"Cewek atau cowok sama saja. Untuk itu kamu jangan sakit lagi ya. Harus sehat terus supaya cepet punya baby."
"Iya Mas."
"Kita lanjut yuk?"
Misela mengangguk. Dzakir segera melepaskan kaos yang di pakainya.
"Sayang mau bantu bukain?"
Dengan perasaan malu Misela membuka pengait celana Dzakir dan menurunkannya. Kini Dzakir dan Misela hanya mengenakan kain berbentuk segitiga saja.
Dzakir mulai bermain kembali. Tujuannya kali ini adalah dua buah bulatan berwarna pink sempurna yang begitu kenyal. Di hisap dan di rem*as dengan lembut bulatan itu hingga terasa mengeras.
Dzakir pun pindah haluan. Dzakir tersenyum melihat expresi istrinya yang makin menggemaskan. Dzakir membalikkan badannya. Sekarang Misela berada di atas tubuh Dzakir.
"Sayang kali ini kamu yang mimpin ya. Aku bakal pasrah mau kamu apakan suami mu ini."
"Tapi Mas aku malu aku gak tau gimana caranya. Aku takut kamu gak suka."
"Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan sayang."
"Apa saja?"
Dzakir mengangguk dan memejamkan matanya. Misela mencoba hal baru. Misela melakukan apa yang di lakukan Dzakir sebelum nya yaitu menghisap dua pentolan berwarna coklat di dada Dzakir.
"Sayang kamu mau menyiksa ku?'
Dzakir menggeliat menahan rasa geli yang dia rasakan. Setelah puas dengan itu Misela memainkan tangannya di bagian bawah tubuh Dzakir yang sudah gagah dan tangguh. Dilepasnya kain berbentuk segitiga itu dengan mudahnya karna Dzakir sedikit mengangkat tubuhnya.
Kini Misela mencoba memakan lolipop yang sungguh ini baru pertama kali dia rasakan manisnya.
"Sayang kau benar-benar menyiksa ku. Ah!"
Dzakir pasrah atas permainan Misela karna dirinya juga menikmati itu semua.
Tak lama kemudian Misela juga melepaskan kain berbentuk segitiga miliknya dan duduk manis dengan lolipop yang sudah tertelan habis di bagian surgawi Misela.
Secara perlahan Misela bergerak maju mundur mengikuti tingkat kenyamanan dirinya. Lama Misela di bagian atas dan kini saatnya Dzakir beraksi lalu mengambil alih pertempuran itu.
"Emmhh."
__ADS_1
Rasa ingin melayang-layang di angkasa sedang di rasakan oleh kedua pasangan yang sedang memadu kasih. Tekanan demi tekanan yang di ciptakan Dzakir membuat Misela ingin segera melepaskan ledakan hebat.
"Mas Dzakir ah."
Erangan Misela membuat Dzakir semakin bersemangat. Sekarang Dzakir juga merasakan hawa yang sangat di tunggu-tunggu sejak tadi. Puncak dari permainan mereka kini akan dia selesai kan.
"Sayang..emh. Sudah selesai ah."
Dzakir pun ambruk di sisi Misela.
"Mas ternyata semakin kesini semakin beda ya rasanya."
"Kamu suka sayang?"
Dzakir memiringkan badannya lalu menutupi tubuh Misela dan dirinya dengan selimut.
"Iya Mas."
"Nanti kita coba ganti gaya ya?"
"Hah ganti gaya gimana Mas?"
"Ya kita liat aja nanti."
"Emang nanti masih kuat Mas?"
"Masih dong. Kalau soal beginian Mas mu ini pasti kuat selalu."
"Benerkan mesum."
Kita istirahat sebentar ya sayang terus mandi bareng.
"Boleh Mas."
"Gimana kalau kita main di kamar mandi sayang."
"Terserah Mas aja."
"Aamiin."
Dzakir memeluk tubuh Misela dengan erat hingga mereka tertidur karna kelelahan sampai tengah malam tiba.
"Astaghfirullah Mas bangun kita belum sholat isya."
Misela gelagapan.
"Astaghfirullah pukul berapa sekarang?"
Misela mengambil ponsel yang di letakkan di meja dan menekan layarnya untuk melihat waktu.
"Jam satu Mas."
"Syukurlah masih ada waktu. Ayo kita mandi dulu sayang sekalian sholat tahajud."
"Iya Mas."
Di kamar mandi Misela dan Dzakir saling menyiram tubuh mereka dengan air hangat. Dzakir menggoda Misela dengan menggelitiki tubuhnya.
"Aw udah Mas ampun geli tau."
"Sayang tubuh mu ini benar-benar membuat ku candu."
"Benarkah?"
"Sungguh. Aku sungguh kecanduan tubuh mu sayang. Em ayo kita lakukan gaya lain disini?"
"Hah disini?"
"Kan enak airnya anget. Lihat nih sejak tadi udah kaku."
__ADS_1
Dzakir menujuk bagian bawahnya dengan isyarat matanya. Misela tersenyum. Seolah mendapat kan persetujuan Dzakir langsung menarik tengkuk Misela dan menikmati bibir manisnya.
Tak mau kalah dari Dzakir Misela juga memainkan tangannya. Misela mulai berani bergerak sesuai kemauan. Misela pun meraba setiap lekuk tubuh Dzakir bahkan turun ke bagian bawah.
"Emh."
Dzakir dan Misela kembali melewati malam yang syahdu layaknya pengantin baru.
(Eh kan mereka emang pengantin baru ya 😂)
__________
Di meja makan.
"Nak kamu gak mau ngajak istri mu honeymoon ke luar negeri gitu?" Tanya Abi sambil menikmati sarapan nya.
"Iya sayang Umi setuju banget kalau kalian pergi honeymoon sekalian Dzakir berlibur." Sahut Umi dan menggenggam tangan Misela.
"Em Dzakir sih oke-oke aja tapi yang di ajaknya mau apa engga kan keputusan dia hehe."
"Kamu ini gimana sih Nak kamu harusnya pekak dong." Kata Abi sambil mencubit pinggang Dzakir.
"Aw sakit Abi." Keluh Dzakir.
"Umi sama Abi ingin segera punya cucu. Jadi sebaiknya kamu segera atur honeymoon kalian. Kan Misela juga udah sembuh. Gimana sayang kamu pengen jalan-jalan kemana? Bilang aja tempat yang pengen kamu kunjungi biar Dzakir yang atur semuanya." Kata Umi.
"Misela kemana aja suka Umi." Jawab Misela.
"Tuh Nak kamu harus cepet-cepet cari tempat yang bagus buat kalian berlibur ya." Kata Umi.
"Iya Umi nanti Dzakir atur jadwal Dzakir dulu." Jawab Dzakir.
"Duh kamu tu ya di kurangin sedikit gitu jam ngajar dan pekerjaan mu itu. Kalian fokus dulu bikin anak." Sahut Umi.
"Iya Abi setuju." Tutur Abi.
Dzakir dan Misela saling menatap dan tersenyum.
Setelah sarapan selesai Misela mengantar suaminya ke depan rumah.
"Sayang kita di suruh honeymoon loh. Kamu mau kemana?"
"Terserah Mas aja deh. Aku gak tau tempat-tempat yang bagus."
"Nanti kamu sambil cari di Google ya tempat yang menurut kamu bagus."
"Iya Mas."
"Kalau gitu Mas pergi kerja dulu ya."
"Hati-hati sayang."
"Apa tadi?"
"Apa?"
"Tadi panggil apa?"
"Oh sayang."
"Kayak tadi dong manja-manja gemes."
"Ih udah ah nanti telat."
"Dasar istri ku ya udah Mas berangkat assalamu'alaikum." Dzakir mengecup kening Misela dan bersalaman.
"Wa'alaikumsalam."
...###############...
__ADS_1
Maaf ya kalau masih ada typo. Ini ngetiknya sambil momong bocil 🙃