
"Pagi sayang ku...!"
Sapa Dzakir yang baru saja turun dari kamarnya di lantai dua dan mendapati Misela yang sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan pertama nya di rumah baru mereka.
Dzakir tak melepaskan pandangannya sedetik pun karna pesona dari kecantikan Misela yang terpancar membuatnya selalu tersenyum bahagia.
"Pagi juga suami ku. Ayo sarapan Mas, sudah siap nih. Kamu duduk dulu ya aku ambilin."
Misela masih melakukan semuanya sendiri karena Bik Sum baru akan datang hari ini ke rumah mereka. Dzakir juga berpesan untuk membawa satu orang lagi yang mau bekerja di rumah barunya itu. Karna Dzakir tak mau Misela terlalu capek mengurus rumahnya. Apalagi setelah acara syukuran semalam rumah masih berantakan dan kotor.
"Masak apa sayang?" Dzakir sudah duduk manis di kursi meja makan dan pandangan terfokus pada Misela yang sedang mengambil makanannya.
"Aku masak bubur kacang ijo Mas, kamu suka kan pakai ketan hitam juga ini?" Terlihat Misela sedang menuangkan sesuatu ke dalam mangkok.
"Iya sayang apapun yang kamu masak pasti aku suka."
"Alhamdulillah, ini Mas bubur nya dan ini teh hangatnya. Selamat makan suami ku."
Misela meletakkan mangkok yang berisi bubur dan teh hangat di hadapan Dzakir lalu dia kembali lagi dengan satu mangkok bubur untuk dirinya sendiri.
"Masyaallah harumnya luar biasa sekali ini pasti sangat enak."
"Buruan cobain Mas, biar tau enak gak? Aku kan udah lama banget gak ke dapur jadi kayak kaku gitu."
Dzakir lalu mengambil satu suapan pertama dan di masukkan lah ke dalam mulutnya.
"Wah pas banget sayang. Enak sekali. Istri ku memang paling the best sedunia."
"Alhamdulillah. Habisin ya Mas."
"Kamu juga ya sayang. Setelah itu aku siapin obat untuk mu ya."
"Gak perlu Mas, aku bisa sendiri kok."
"Mas gak mau kamu lupa sayang. Itu juga jadi tugas ku untuk menjaga kesehatan mu. Lagian bukan hal yang susah juga untuk aku kerjakan."
"Terima kasih ya Mas."
"Iya sayang. Ayo habisin buburnya."
"Iya Mas."
Mereka sangat menikmati sarapan itu hingga akhirnya hanya menyisakan mangkok kosong di atas meja.
"Sini Mas yang cuci mangkoknya. Kamu duduk aja disitu. Sekalian Mas ambilin obat ya."
"Mas kan harus kerja Mas."
"Ini belum telat sayang. Sudah nurut aja."
__ADS_1
Kemudian Dzakir mengambil mangkok kotor miliknya dan milik Misela, begitu juga gelas bekas minum dan berjalan menuju tempat cuci piring. Dengan hati yang bahagia Dzakir mencuci perabot makanya dan setelah selesai Dzakir mengambil obat dan air putih untuk Misela.
"Ini sayang obatnya. Semangat minumnya ya sayang."
Misela tersenyum dan meminum satu demi satu obat yang ada di telapak tangan Dzakir.
"Alhamdulillah. Beres Mas." Ucap Misela dan hendak membereskan obat-obatannya.
"Udah biar Mas aja sayang."
Misela lagi-lagi diam dan hanya duduk saja karna mendapatkan perlakuan dari Dzakir yang luar biasa itu.
Setelah kotak obat di letakkan di tempat semula Dzakir kembali duduk di sisi Misela.
"Sayang, apa aku libur aja ya hari ini. Em aku gak tega ninggalin kamu sayang."
"Jangan Mas, kasian mahasiswi kamu pasti udah nungguin. Udah setahun mereka kehilangan dosen terbaik mereka."
"Iya sayang. Sebenarnya lagi akan ada dua ajudan yang bakal jaga kamu dari luar rumah dan satu satpam yang jaga pintu gerbang ya. Kamu cukup diam aja di rumah. Bik Sum dan satu art lagi nanti juga datang. Jadi kamu gak perlu bersih-bersih rumah ya, biar mereka saja."
"Terus aku harus ngapain Mas seharian nunggu kamu pulang? Kan bosen."
"Nonton aja drakor hehe."
"Iya Mas. Em aku boleh minta sesuatu gak Mas?"
"Apapun itu pasti akan Mas turutin."
"Ya jelas dong."
"Kalau gitu aku boleh Mas kerja? Aku pengen rasain kerja supaya gak suntuk di rumah Mas."
"Sayang. Maaf, untuk itu Mas gak bisa. Kita kan lagi program hamil sayang. Kamu harus istirahat dan saat hamil nanti kamu harus lebih banyak istirahat juga sayang. Kata dokter kan kandungan kamu bisa saja lemah dan menyebabkan keguguran. Kamu butuh apapun tinggal beli aja sayang, kan semuanya udah Mas siapkan di dompet kamu."
"Iya sih Mas, aku gak akan ragu sama sekali akan hal itu. Kamu pasti memberikan aku yang terbaik. Tapi aku merasa pengen banget menghasilkan uang sendiri."
"Mas gak kekurangan uang buat kamu sayang. Uang ku itu uang mu juga. Pakailah sesukamu. Mas udah bilang kan kalau kamu itu magnet rezeki ku jadi semua yang aku punya itu juga milik mu sayang."
"Kamu selalu bisa meluluhkan hati ku Mas."
"Jangan menggoda ku. Bisa-bisa kita hanya akan bermalasan di kasur kalau kamu begitu hehehe."
"Ampun suami ku ampun. Nanti malam aja biarkan aku istirahat."
Nama Misela benar-benar meledek Dzakir dan berhasil membuat Dzakir sangat gemas.
"Sini cium dulu."
"Gak mau ah."
__ADS_1
"Kamu yang nyamperin Mas atau Mas yang nyamperin kamu?"
"Gak mau semuanya."
Misela langsung bangkit dari tempat duduknya dan berlari kecil menuju pintu keluar rumah. Dzakir pun dengan spontan langsung mengejar Misela dan di pelukannya istri tercintanya dari belakang.
"Aw...!"
Dzakir membalikkan badan Misela dan melingkarkan tangannya di pinggang lalu melahap bibir yang selalu menggodanya itu. Dengan penuh cinta Dzakir memainkan bibir dan lidahnya. Misela tak menolak dan mengalungkan tangannya di leher Dzakir.
Setelah cukup lama hingga pasokan oksigen mereka hampir habis ahirnya drama itu pun di ahiri. Mereka saling menatap dan tersenyum. Seolah tak ada tingkat kebosanan yang terpancar di sana.
"I love you."
"I love you too Mas."
"Udah ah berangkat sana keburu siang."
"Duh belum rela melepaskan tubuh istriku yang bikin candu ini."
"Jangan begitu kan harus cari nafkah buat aku. Ayo semangat dong."
Dzakir kembali memberikan kecupan singkat di bibir Misela.
"Siap semangat sayang. Tunggu suami mu ini pulang bawa uang segepok ya."
"Hahaha kamu ini Mas. Oiya mau di masakin apa Mas buat makan malam?"
"Apa aja sayang."
"Ya apa aja itu apa Mas?"
"Terserah kamu."
"Kasih solusi jangan terserah ih."
"Kalau ngajak debat Mas gak jadi berangkat ini."
"Hehe ya udah berangkat sana. Sekalian aku minta ijin ya nanti mau ke supermarket."
"Iya sayang tapi bawa ajudan ya aku gak mau terjadi apa-apa lagi sama kamu."
"Siap Mas."
"Ya udah Mas berangkat ya assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Dzakir berpamitan dan Misela kembali masuk rumah menunggu orang-orang yang di sebutkan suaminya tadi.
__ADS_1
......##############......