Perjalanan Cinta Anak Haram

Perjalanan Cinta Anak Haram
Bab 77 Misela Cemburu Terus


__ADS_3

Setelah semuanya jelas Dzakir, Misela dan Mina segera melakukan cek in dan menunggu di ruang tunggu penumpang.


"Wahh... Aku seneng banget Mas bisa naik pesawat lagi dan lihat awan di atas langit." Kata Misela membuat Mina sedikit terkejut.


"Apa? Kampungan sekali sih dia? Bisa-bisanya Pak Dzakir menikahi wanita seperti ini!" Bathin Mina.


Waktu penerbangan masih sekitar satu jam lagi. Mina sibuk dengan ponselnya, dan sesekali tertawa hingga menarik perhatian Misela. Sedikit di liriknya tingkah Mina oleh Misela. Dzakir juga sedang melihat handphone nya dan sedikit tersenyum saat jarinya sibuk mengetik.


"Apa mereka sedang chatting?" Bathin Misela.


Misela melirik apa yang sedang di lakukan Dzakir, melihat istrinya kepo Dzakir memegang ujung kepala Misela dan mengusap nya.


"Maaf ya sayang bukan mau cuekin kamu, ini grup dosen lagi gibah lucu banget, kamu mau baca juga?" Misela tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Aku lapar Mas, makan dulu yuk, takut di pesawat pingsan?" Rengek Misela dengan nada yang manja menarik perhatian Mina yang duduk sejajar dengan dirinya tapi masih ada jarak satu kursi kosong.


"Idih manja banget sih kayak anak kecil aja, mau makan tinggal jalan sendiri ya ampun." Bathin Mina dan menatap layar ponselnya lagi.


"Pengen makan apa sayang?" Tanya Dzakir dan menangkup kan kedua tangannya di pipi Misela.


"Em kayaknya bakso enak Mas."


"Ayo kita cari. Mina, ayo ikut makan dengan kami." Dzakir berdiri dan mengajak Mina untuk ikut makan.


Belum Mina menjawab Misela langsung menyela.


"Eh Mina kamu gak laper kan? Kalau gitu kamu tunggu disini ya aku sama suami ku mau pacaran dulu, kalau ikut juga takut jadi obat nyamuk." Misela tersenyum sok manis pada Mina.


"Hah? Apaan sih dia, sok imut banget." Bathin Mina lagi. "Ah iya Pak silakan aja kalau mau makan saya tidak lapar." Mina kemudian menatap layar ponselnya berlagak cuek.


"Kalau gitu kami tinggal sebentar ya." Kata Dzakir sambil berlalu menggandeng tangan Misela.


"Padahal aku juga mau makan bakso, lagian dia kenapa sih ikut segala, huh!" Lagi-lagi Mina berbicara dengan dirinya sendiri.


"Istri Pak Dzakir udah kayak orang gak berpendidikan aja gak sesuai sama Pak Dzakir, penampilan juga biasa aja, padahal punya suami begitu perfect. Nemu dimana Pak Dzakir itu." Mina menggeleng kan kepalanya dan beranjak dari tempat duduk untuk membeli minum yang tempatnya tepat di depan matanya.


Setelah menghilangkan haus di tenggorokannya karna sejak dia lari-larian belum sempat untuk minum. Mina celingukan mencari keberadaan Dzakir dan Misela. Mina pun berusaha cuek dan kembali dengan layar ponselnya.


Tak lama pesawat yang akan mereka naiki di sebut akan segera terbang. Tepat setelah itu Dzakir dan Misela menghampiri Mina dan bergegas menuju pesawat mereka.


"Mina, kamu tukeran tiket sama istri saya ya. Kursinya mungkin di belakang." Kata Dzakir.

__ADS_1


Mina sedikit kesal karna harus duduk di belakang, walau pun mereka duduk di kursi VIP. Tapi karna Mina harus menuruti atasan jadi hanya anggukan untuk mengiyakan.


"Kita duduk disini Mas?" Misela menujuk sebuah kursi.


"Iya sayang, kamu duduk di deket jendela ya biar bisa puas lihat awannya." Jawab Dzakir dan memasang sabuk pengaman untuk Misela.


"Makasih Mas."


Dzakir tersenyum. Sedangkan di belakang Mina sibuk dengan barangnya karna pramugari sedang membantu seorang nenek di bagian depan. Dengan muka yang kesal Mina duduk dan memakai sabuk pengaman.


Berbeda dengan Misela yang sedang menatap ke luar jendela melihat-lihat beberapa jenis pesawat yang sedang terparkir. Senyumnya sangat terlihat bahagia.


"Mas, kalau aku gak ikut kamu duduk berdua sama Mina disini. Aku gak sanggup bayangin kamu duduk sedekat ini dengan wanita lain Mas." Kata Misela dan tiba-tiba raut wajahnya berubah.


"Mas akan minta tukeran tempat duduk yang bersebelahan dengan laki-laki sayang." Jawab Dzakir santai.


"Aku gak percaya Mas, bisa aja Mina cari alasan supaya kamu bisa tetap duduk di sisinya. Lagian benar seperti kata mu kemarin kalau Mina itu cantik. Pasti dia juga sangat cerdas."


"Kamu juga cerdas sayang, bukankah kamu dapet IP yang sempurna saat wisuda."


"Tapi tetap aja Mas aku gak rela kamu dekat dengan wanita lain, aku takut kamu tergoda. Pokoknya kemana aja kamu pergi aku harus ikut. Jangan sampe ada wanita yang menggoda mu Mas. Amit-amit deh."


"Iya sayang."


"Emang harus gimana sayang?"


"Ya tanggepin ya bener dong Mas, aku tu udah ngomong panjang lebar kamu cuma jawab iya sayang."


"Udah jangan marah-marah nanti cantiknya ilang. Sebentar lagi mau lepas landas ini pesawat."


Misela pun diam dan kembali menatap ke luar jendela. Sedangkan Dzakir tersenyum bahagia melihat istrinya cemburu, dan bahkan gaya bicaranya sudah berbeda.


Dzakir jadi teringat dengan ucapan mamang rujak bebeg kemarin kalau harus sabar menghadapi istri yang sedang hamil karna hormonnya tak tentu. Lagi-lagi Dzakir tersenyum mengingat hal itu.


"Mas, kamu kenapa sih senyum-senyum aja dari tadi? Kamu lagi bayangin apa?" Misela kembali menggerutu.


"Engga sayang."


"Beneran?"


"Iya sayang."

__ADS_1


Dzakir mengusap sebelah pipi Misela.


❤️


Tiba di bandara Soekarno-Hatta.


Dzakir menurunkan tas dari kabinet dan melirik Mina yang kesusahan dengan barangnya. Dzakir menengok pramugari yang bertugas masih sibuk dengan penumpang lain.


"Sayang tunggu disini ya. Mas mau bantu Mina."


Belum Misela menjawab Dzakir sudah berlalu mendekati Mina. Misela mengerutkan bibirnya dan menghentak kakinya. Dzakir terlihat mengambilkan barang Mina di kabinet dan memberikan nya pada Mina. Misela tak berkedip menatap Mina yang tersenyum centil. Itu bagi Misela.


Kemudian Dzakir menghampiri Misela lagi dan menggandeng tangannya untuk keluar dari pesawat. Tak ada kata apapun yang Misela lontarkan pada Dzakir. Begitu juga dengan Dzakir yang sibuk celingukan dan sesekali menatap jam yang melingkar di tangan nya.


Mina yang berjalan di sisi kiri Dzakir sesekali mendongak menatap Dzakir. Misela yang berada di sisi kanan Dzakir melihat gelagat aneh pada Mina langsung berpindah posisi ke sebelah kiri dan menggandeng lengan Dzakir.


Dzakir mengerti jika istri sedang cemburu membiarkan hal itu dan menggenggam tangan Misela lalu tersenyum.


"Mina, jemputan menuju hotel jam berapa?" Tanya Dzakir dan menoleh pada Mina.


"Harusnya udah di depan Pak." Jawab Mina sambil melihat jam tangannya.


Sambil menunggu koper mereka yang belum juga terlihat Dzakir mengecek ponselnya.


"Mina, jemputan sudah di depan katanya." Kata Dzakir dan kembali menoleh pada Mina.


"Iya Pak." Jawab Mina.


"Mas, kok aku di kacangin sih?" Protes Misela.


"Di kacangin dimana sayang?" Jawab Dzakir.


"Dari tadi Mina terus yang kamu panggil."


"Kamu kalau cemburu makin cantik aja, bikin gemes deh."


Dzakir mencubit sebelah pipi Misela.


Koper mereka sudah di tangan, kemudian berjalan menuju pintu keluar dan menghampiri mobil jemputan menuju hotel.


...################...

__ADS_1


__ADS_2