
Tiba di kamar hotel Dzakir buru-buru menciumi bibir Misela dengan serakahnya, namun tetap lembut dan mesra. Dzakir terlalu gemas pada Misela karna kejadian tadi, apalagi semalam mereka libur melakukan nya karna Dzakir memang mengira anak di kandungan Misela marah, ahirnya Dzakir makin tak kuasa menahan hasratnya yang sudah membelenggu sejak semalam.
Puas bermain dengan bibir yang mereka lakukan sambil berdiri di balik pintu, Dzakir mengangkat tubuh istrinya itu menuju tempat tidur. Di baringkan pelan tubuh yang selalu membuat nya candu, di buka jilbab yang menutup rambut panjang yang sedang di kuncir kuda, dibelai mesra pipi Misela kemudian mencium lagi bibirnya, membawa kembali Misela dalam kenikmatan.
Tangan Dzakir mulai menyusup ke bagian dada Misela lalu meremmas gunung kembar yang kenyal itu dengan perlahan hingga membuat Misela mendessahh. Tak sabar akan hasratnya yang kian memuncak, Dzakir langsung melucuti semua pakaian Misela dan juga dirinya juga. Tentu Dzakir melakukan dengan sangat lembut dan perlahan mengingat istrinya sedang hamil muda.
Tepat adzan Dzuhur Dzakir terbaring lemas di tempat tidur, lalu menutup tubuhnya dan Misela dengan selimut putih khas hotel tersebut.
"Sayang, kamu selalu luar biasa untuk menambah imun ku."
Misela masih terlalu capek untuk menjawab perkataan Dzakir. Kemudian Dzakir memeluk erat tubuh Misela dari belakang.
"Kamu tunggu di kamar aja ya sayang, nanti Mas mau pergi lagi sama Mina. Kali ini tempatnya agak jauh."
"Iihh gak mau, aku harus ikut."
"Jangan sayang, lihat kondisi mu. Kamu sudah capek melayani Mas, dan kamu mau ikut lagi? Mas gak mau kamu kenapa-kenapa. Kamu jangan khawatir dan berpikir macam-macam ya sayang. Mas tidak akan pernah menghianati cinta kita."
"Tapi Mas, aku ikut itu biar bisa kawal kamu."
"Memangnya kamu bodyguard? Kamu itu istri ku yang harus selalu bahagia. Mas mau mandi duluan ya. Kamu istirahat aja dulu sebentar nanti baru sholat."
Dengan terpaksa Misela menuruti perkataan suaminya. Karna dia juga memang harus memikirkan kesehatan anaknya. Walau sudah di beri obat penguat kandungan dan kondisi Misela cukup baik, mereka harus tetap hati-hati.
Dzakir bergegas mandi dan melakukan sholat Dzuhur sendirian. Setelah ibadah nya selesai Dzakir melihat Misela sudah terlelap dari tidurnya.
Dzakir bersiap-siap dengan melakukan semuanya secara pelan-pelan karna takut akan membangunkan istrinya. Melihat istrinya yang selalu tidur lelap akhir-akhir ini Dzakir tak mau sedikit pun mengganggu dirinya.
Setelah bersiap-siap Dzakir keluar dari kamar dan menemui Mina yang ternyata sudah menunggu di lobby hotel.
"Siang Pak." Mina menyapa dengan sedikit membungkuk kan kepalanya.
Mina sudah ganti baju sedikit formal. Wajahnya sudah cantik dengan balutan make yang natural. Jilbab pasmina berwarna abu-abu di style kan ke bahu dan di capit dengan bros. Balutan kemeja dengan warna serupa menandai.
__ADS_1
"Kamu sudah pesan taxy?" Tanya Dzakir dengan tatapan lurus ke pintu keluar.
"Aku udah dandan cantik gini sama sekali tak di lirik olehnya. Apa mungkin Pak Dzakir ini memang susah untuk di goda ya?" Gunam Mina dalam hati dan malah membuat Dzakir bingung karna Mina tak menjawab pertanyaan.
"Mina." Dzakir menoleh ke arah Mina tang sedang menatap nya dengan tatapan kosong.
"Ah iya maaf Pak. Ka Misel gak ikut Pak?" Mina malah mengalihkan pembicaraan. Sepertinya dirinya tak dengar dengan pertanyaan Dzakir tadi.
Dzakir menggelengkan kepalanya.
"Mina, saya tanya apa kamu sudah pesan taxy untuk mengantar kita bertemu Pak Adam?" Dzakir sedikit terlihat marah.
"Maaf Pak, belum. Saya menunggu Bapak terlebih dahulu."
"Kenapa harus menunggu saya? Sekarang cepat pesan taxy nya." Perintah Dzakir lalu berjalan menghampiri tempat duduk.
"Waduh galaknya kelihatan ini." Gunam Mina sambil menatap layar ponselnya dan memesan sebuah taxy online.
Taxy pun tiba dan Dzakir duduk di depan sedangkan Mina duduk di belakang. Hingga sampai ke tempat tujuan tak ada percakapan apapun dalam mobil. Dzakir hanya menjawab beberapa pertanyaan dari supir taxy lalu setelah itu kembali diam.
"Pak Dzakir, besok Pak Samsul tidak bisa bertemu kita. Ini saya baru dapat laporannya. Tapi beliau setuju apapun keputusan Pak Dzakir. Belian minta di kirim file untuk ditandatangani."
"Sudah kamu kirim filenya?"
"Sudah Pak, dan nanti berkasnya akan di kirim pakai gojek ke hotel kita.".
"Wah syukurlah, besok kita bisa pulang pagi."
"kenapa buru-buru pulang Pak? Mumpung di kota kita bisa jalan-jalan dulu. Saya punya tempat yang bagus untuk kita berdua jalan-jalan."
"Kita berdua? Maksudnya, aku dan kamu?" Dzakir memperjelas ucapan Mina.
"Iya Pak, mumpung Ka Misela gak ikut. Dia kan suka merengek."
__ADS_1
"Dia begitu karna dia sedang hamil. Dan lagi jangan sekali pun coba-coba untuk menggoda laki-laki yang sudah beristri jika kamu juga tidak mau suatu saat nanti kamu telah menikah suami mu di goda oleh wanita lain. Saya pulang duluan. Tolong bereskan kerjaan kamu hari ini juga supaya besok kita bisa pulang lebih pagi."
Dzakir meniggalkan Mina di sebuah meja mewah dan hidangan yang mahal-mahal. Dzakir pulang dengan memesan ojek online.
Dalam perjalanan Dzakir melihat sekeliling gedung-gedung yang menjulang tinggi itu. Dia begitu menikmati udah sore hari yang sudah tak begitu panas di kulit.
Dzakir teringat akan Misela yang meminta naik motor saat akan ke dokter kandungan.
"Ternyata naik motor dan duduk di belakang rasanya beda juga." Bathin Dzakir.
_____________
Keesokan harinya.
Dzakir dan Misela tengah bersiap untuk pulang. Dzakir membereskan perlengkapan nya, sedangkan Misela hanya duduk manis di tempat tidur melihat Dzakir mondar mandir beres-beres, sangat mirip setrikaan.
"Mas, yakin gak mau di bantuin?"
"Jangan, kamu duduk aja sayang. Kamu pasti juga masih capek sama permainan kita tadi subuh."
"Kamu yakin gak pusing Mas?"
"Iya Mas yakin kok. Cuma pusing-pusing dikit aja ini masih bisa di tahan kok."
"Aku gak denger kamu muntah-muntah Mas pagi ini?"
"Tadi Mas mandi gak gosok gigi dan gak pake sabun maupun shampoo."
"Hah? Kamu jorok amat Mas? Pantes dari tadi gak mau cium aku."
"Mas takut mual hehe. Udah kamu duduk aja ya sayang. Mas yang beresin semua ini. Terus kita cek out dan langsung ke bandara."
"Aku akan selalu menuruti perkataan mu Mas."
__ADS_1
Dan benar saja, Dzakir bisa melakukan semuanya secara sendiri. Bahakan Misela sampai terkagum-kagum pada suaminya itu. Semuanya bisa dibereskan oleh Dzakir.
...################...