Perjalanan Cinta Anak Haram

Perjalanan Cinta Anak Haram
Bab 82 Undur Diri


__ADS_3

pov Mina


Mudzakir Alfaruq.


Saat itu kamu adalah laki-laki yang selalu membuat ku tertarik. Berbeda usia empat tahun tak menyurutkan ku untuk mencintai mu dalam diam.


Pertemuan pertama kita di sebuah seminar PMII di kota Jakarta membuat ku langsung jatuh hati pada mu. Kamu yang saat itu sudah berada di semester Ahir sedangkan aku masih di semester awal.


Setelah pertemuan itu ternyata takdir mempertemukan kita kembali, walaupun kamu tak mengenal ku dan memperhatikan ku tapi aku sangat senang kita bisa bertemu lagi.


Ternyata takdir ku sangat memihak ku dan mempertemukan kita lagi, aku bisa bertemu dengan mu untuk yang ke tiga kalinya di seminar yang sama.


Sejak saat itu aku yakin kamu adalah jodoh ku. Jodoh yang Allah pertemuan dalam ketidaksengajaan. Aku pun susah payah mencari informasi tentang mu hingga alamat mu. Dan semua hal yang kamu suka maupun tidak. Aku sering bertanya pada teman mu di angkatan PMII dan dengan senang hati mereka memberitahu kan pada ku.


Aku pun makin semangat saat tau kalau kamu tinggal di Lampung dan ternyata kamu adalah anak dari gubenur Lampung yang artinya aku bisa sedikit masuk dalam kehidupan mu lewat ayah ku yang bekerja di bagian pemerintahan juga.


Namun sayang, ternyata hobi mu tak sama dengan ayah mu. Kamu lebih suka mengajar dan mengisi acara seminar untuk memotivasi orang-orang. Ahirnya aku memutuskan untuk mempercepat kuliah ku dari yang harusnya selesai dalam waktu lima tahun ku selesai kan dalam waktu hanya tiga tahun, untungnya aku punya otak yang cerdas saat itu karna cinta ku pada mu.


Aku menggunakan kekuasaan ayah ku untuk memasukkan ku agar bisa magang di kampus hijau tempat mu mengajar, namun sayang beribu sayang walau kita sudah satu kampus, sekalipun kamu tak pernah melirik ku.


Aku selalu berusaha keras agar bisa sedikit dekat dengan mu hingga ahirnya aku menjadi karyawan tetap di kampus hijau itu. Dari karyawan usaha ku pun tak santai, aku berusaha keras agar bisa lebih dekat dengan mu, sayangnya tiba-tiba kamu menikah dengan wanita yang ternyata seorang janda. Kamu lebih memilih janda dari pada aku yang masih singel dan perawan.


Aku tak pernah tau kalau wanita mu itu pernah kuliah di tempat ku bekerja, karna kamu juga tak pernah mengexpos hubungan mu itu di sosial media.


Aku memang pernah mendengar gosip yang heboh saat itu, tapi aku bukan orang yang peduli dengan gosip murahan ahirnya aku selalu acuh dan tak memperdulikan masalah itu.


Tekad ku masih kuat untuk memiliki mu seutuhnya walau kamu sudah menikah dan walau kamu tak pernah melihat ke arah ku sama sekali. Karna perceraian itu sangat mungkin terjadi. Kenyataan nya banyak laki-laki yang tergoda dengan wanita lain dari pada istri nya.


Hingga saat di mana kamu pergi dengan waktu yang sangat lama membuatku frustasi dan patah semangat. Bahkan niat ku untuk menjadi wakil rektor menjadi pupus karna ketidakhadiran mu di kampus hijau itu.

__ADS_1


Setahun setelah itu kamu tiba-tiba muncul dan bahkan ada di daftar calon ketua rektor, aku pun mengajukan diri untuk bisa menjadi wakil mu, tentu saja atas bantuan ayah ku lagi.


Saat ini aku sudah sangat dekat dengan mu. Jantung ku selalu berdebar kencang saat melihat wajah tampan mu dan saat berada di sisi mu. Aku yakin usaha ku tidak akan sia-sia. Aku pasti bisa merebut mu dari istri mu.


"Dan lagi jangan sekali pun coba-coba untuk menggoda laki-laki yang sudah beristri jika kamu juga tidak mau suatu saat nanti kamu telah menikah suami mu di goda oleh wanita lain."


Kata-kata mu kemarin begitu menusuk hati ku. Bukan hanya hati tapi seolah semua pisau sudah tertancap penuh di tubuh ku. Aku merasa malu tapi aku sangat membernarkan


ucapan mu. Aku tak mau suami ku kelak di goda oleh wanita lain. Bahkan tak pernah sedikitpun aku membayangkan hal itu.


Dan sekarang, aku melihat kebahagiaan di wajah mu bersama dengan istri mu. Hati ku begitu merasa bersalah. Aku membayangkan posisi istri mu yang manja itu tiba-tiba hatinya hancur berkeping-keping saat suaminya, ku rebut. Aku tak bisa membayangkan anak yang di kandung istri mu itu lahir tanpa ayah. Pasti rasanya sangat sakit.


Tapi sungguh, aku cemburu melihat kalian saling tersenyum dan bersuapan satu sama lain bahkan terlihat sangat bahagia. Aku juga ingin ada di posisi itu. Aku sangat ingin merasakan cinta kasih mu. Namun jika aku sendiri ada di posisi istri mu dan kamu di rebut oleh wanita lain, aku yakin hanya bunuh diri yang bisa aku lakukan.


❤️


Sore hari terasa begitu cepat untuk Mina. Dia berusaha keras menyelesaikan pekerjaannya sore itu juga. Pak Reihan mendapatkan telpon dari istrinya untuk segera pulang. Dan hanya ada Dzakir bersama Misela di ruangan itu.


Dzakir mengerut kan dahinya, melipat tangannya di dada dan menyandarkan tubuhnya di kursi.


"Bukankah pekerjaan mu sudah selesai?" Tanya Dzakir sedikit bernada kasar.


Mina tak langsung menjawab. Beberapa kali Mina menggigit bibir bawahnya. Mina masih ragu, takut dan malu untuk berbicara hal pribadi dengan Dzakir. Ahirnya dengan keberanian yang kuat Mina menyodorkan sebuah amplop putih di hadapan Dzakir.


Dzakir bingung apa isi dari amplop tersebut. Dzakir masih menatap tajam amplop itu lalu mengalihkan pandangannya pada Mina yang masih gugup.


"Sa-saya mau mengundurkan diri dari sini Pak."


Dzakir langsung duduk tegak. Mina salah satu karyawan yang terkenal baik dan cerdas, walau memang dia suka menggunakan kekuasaan ayahnya tapi kemampuan nya tidak di ragukan lagi.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Dzakir dengan suara yang lembut.


"Saya em saya tidak bisa terus bekerja disini Pak."


"Alasannya?"


"Alasannya karna saya tidak bisa menahan perasaan saya terhadap Pak Dzakir."


"Maksud kamu?"


"Ma-maksud saya... Saya mencintai Pak Dzakir sejak lama, bahkan sejak masa kuliah dan Pak Dzakir mengisi acara seminar PMII di Jakarta."


"Apa? Jadi kamu...?"


"Benar Pak, saya menyukai Pak Dzakir sejak saat itu. Saya berada disini karna Pak Dzakir juga."


"Lantas kenapa harus keluar dari pekerjaan mu? Bukankah kamu mencintai pekerjaan mu juga?"


Nada bicara Dzakir membuat Mina makin tak tahan. Sangat merdu dan lembut. Rasanya sangat susah untuk menjauh darinya.


"Saya tidak mau mengganggu hubungan rumah tangga Pak Dzakir. Saya merasa malu dengan kata-kata Pak Dzakir kemarin. Saya putuskan untuk pergi dan mencari cinta sejati saya, bukan dengan cara merebut suami orang."


Dzakir tersenyum. Mina tersipu. Senyuman Dzakir tentu membuat hati Mina meleleh.


"Terima kasih Mina, terima kasih banyak atas kejujuran mu. Saya harap kamu mendapatkan jodoh yang terbaik dan pekerjaan yang baik pula."


"Maafkan saya Pak jika saya punya niat jahat terhadap istri Pak Dzakir."


"Saya memaafkan mu Mina."

__ADS_1


...###################...


__ADS_2