Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan
Pernikahan


__ADS_3

.....................................


Tiga hari kemudian.


Tiga Hari kemudian, Pernikahan dilaksanakan di salah satu hotel mewah di Singapore.


Surat cuti sudah Amelia dapatkan, Ia tidak percaya Ergan bisa melakukan semuanya dengan cepat. Sebesar apa pengaruh Ergan hingga mendapatkannya dengan mudah.


"Kamu sudah siap Mel?" Tanya Lidya sambil menggenggam tangan Amelia yang terasa dingin.


"Aku deg-degan Mah." Amelia memegang dadanya yang berdebar. Sebentar lagi ia akan menjadi seorang istri. Hidupnya akan berubah dalam waktu beberapa menit lagi. Jika sebelumnya waktunya habis untuk bekerja, maka mulai hari ini hidupnya akan dia habiskan untuk mengabdi pada suaminya.


"Itu hal wajar sayang, Ergan juga pasti merasa hal yang sama. Dulu waktu Mama menikah juga seperti itu. Ayo kita keluar, Ergan dan penghulu sudah menunggu." Ajak Lidya.


Amelia berdiri, berjalan bersama Lidya keluar dari ruang rias pengantin yang ada di dalam ballroom.


Deg.. deg.. deg...!!


Suara detak jantung Amelia yang berdegup kencang tak beraturan, melewati para saksi saat berjalan mendekati Ergan yang duduk berhadapan dengan penghulu. Ia sangat sulit menghilangkan rasa gugupnya.


Ergan tekjub saat melihat Amelia berjalan semakin mendekat. Seper sekian detik pria itu kehilangan kesadarannya, terpukau di satu titik pada wanita cantik bak bidadari yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Amelia terlihat sangat anggun dan elegan dengan balutan kebaya putih dan rok lilit batik yang pas ditubuhnya. Kulitnya yang putih susu melekat sempurna pada baju berwarna putih. Ditambah dengan make-up tipis yang jauh dari kata glamor semakin membuatnya menjadi pengantin yang sangat cantik hari ini.


Begitupun dengan pakaian Ergan, ia semakin tampan dengan setelan tuxedo dan peci di kepala warna senada dengan pakaian Amelia. Sungguh pasangan yang serasi.


Meskipun ini pernikahan Ergan yang kedua tapi rasa gugup itu tetap ada, bahkan rasanya lebih mendebarkan dibanding pernikahannya yang pertama.


Mungkin karena pernikahan ini harus disembunyikan dari keluarganya.


Ergan menelan salivanya dengan kasar, sungguh ia tidak dapat berkedip dan bibirnya sedikit terbuka. Jika saja ada lalat yang lewat, sudah dipastikan jika lalat itu bisa masuk.

__ADS_1


"Air liurmu, malu-maluin aja." Ejek Tirta berbisik ditelinga Ergan agar penghulu dan yabg lainnya tidak mendengarnya.


Ergan tersadar kemudian melirik Tirta dengan tatapan tajam. Jika saja disana hanya mereka berdua, Ergan pasti sudah menyumpal mulut Tirta yang sudah berani mengejeknya. Tapi kali ini dia harus bersabar untuk tidak melakukannya.


Malu dong! sama calon mertua, harus jaga image biar disayang sama anaknya.


Dasar Ergan pikirannya selalu pada Amelia.


Acara sederhana yang dikatakan Ergan ternyata berbeda, semua dekorasinya sangat mahal dan berkelas. Sangat disayangkan karena hanya beberapa orang saja yang hadir, Sudrajat Ayah Amelia, Lidya, Tirta, Zulkifli pengacara Ergan, Penghulu dan dua orang disampingnya, serta beberapa pengawal yang berjaga disetiap sudut ruangan.


Ergan juga telah mengantongi ijin poligami dari Rania. Tentu saja Tirta yang membuatkan suratnya.


Tirta menggunakan kesempatan saat Rania meminta uang yang cukup banyak pada Ergan. Tirta menyerahkan surat untuk Rania tanda tangani, disana tertulis bahwa setelah menerima uang sebesar satu milyar, Rania tidak boleh mengganggu hidup Ergan dan meminta haknya lagi sebagai istri karena semua sudah diberikan. Tapi, bagian bawah kertas itu masih banyak yang kosong. Rania tidak perduli dan tidak menaruh curiga sedikitpun, yang penting saat itu uang ditangannya. Ia pun tanda tangan. Setelah kepergian Rania dari kantor, Tirta menambahkan bahwa Rania bersedia dimadu dan menerima dengan ikhlas pernikahan Ergan bersama istri keduanya yang bernama Amelia Kirana.


Sungguh licik, anak buah dan bos sama saja.


Ergan mengucapkan ijab qabul dengan sekali tarikan napas. Semua yang hadir mengucapkan kata 'Sah' secara bersamaan kemudian bedoa bersama.


Setelah ijab qabul dan penandatanganan dokumen selesai, kini mereka resmi sebagai pasangan suami istri. Cincin kawin bermata berlian di sematkan dijari manis Amelia, ukurannya sangat pas dan cocok, entah dari mana Ergan tahu ukuran jari tangan Amelia. Bentuknya juga sangat sederhana tapi tetap terlihat elegan. Masalah harga, Ergan tidak pernah berpikir untuk Amelia. Cincin itu dia pesan khusus di galeri milik temannya di Paris, Ia tahu Amelia tidak suka barang mewah, tapi dia tidak ingin memberikan sesuatu biasa saja untuk wanita yang luar biasa baginya. Jika dilihat sepintas, itu hanya cincin biasa, tapi berlian yang menghiasinya termasuk berlian langka seharga sembilan digit.


Woow, harga yang fantastis bukan?


Saat Amelia memasang cincin ditangan Ergan. Tangan pria itu polos.


Kemana cincin pernikahannya bersama Rania? Tanyakan pada Ergan karena dia yang menyimpannya.


Ergan tersenyum pada Amelia, rona bahagia terpancar diwajahnya yang tampan.


Selajutnya Amelia mencium tangan Ergan dibalas dengan Ergan mencium keningnya.

__ADS_1


Amelia tersentak, ada sesuatu yang aneh mengalir dalam dirinya, darahnya berdesir bagai tersengat listrik, jantungnya semakin berdebar kala bibir Ergan menyentuhnya. Sungguh rasanya sangat berbeda, mungkin karena ini sentuhan pertama yang diberikan Ergan setelah mereka menikah.


Amelia dan Ergan meminta restu pada Lidya dan Sudrajat dengan mencium tangannya.


Ergan menghela napas lega, apa yang dia khawatirkan kini tidak terjadi. Semuanya berjalan dengan lancar tanpa masalah. Sekilas melirik pada Tirta kemudian tersenyum puas.


Tirta selalu bisa diandalkan. Tapi siapa yang tahu isi pikiran Tirta saat ini, ia harus siap-siap menghadapi amukan Andreas karena Tirta membantu Ergan menikah tanpa sepengetahuan Andreas dan Karisma. Tirta harus siap menerima resikonya.


Lidya sangat bahagia putrinya telah menikah. Ia memeluk Amelia penuh kasih sayang, tanpa terasa air matanya menetes tak tertahankan.


Sudrajat pamit pulang ke Semarang setelah seluruh acara selesai. Sebenarnya saat Ergan datang menemuinya, Istrinya keberatan, tapi Sudrajat tetap ingin pergi dan menjadi wali Amelia.


"Selamat nak, semoga pernikahanmu bahagia, sakinah, mawaddah, warahmah. Maafkan Ayahmu yang penuh dosa ini. Ayah menyesal meninggalkan kalian saat itu, andai waktu dapat Ayah putar, Ayah akan memilih tetap tinggal bersama kalian. Ayah tahu sudah sangat terlambat untuk meminta maaf, setidaknya dengan menjadi walimu dapat mengurangi sedikit rasa bersalah Ayah. Ayah sudah mendapatkan hukuman dari kesalahan Ayah. Maafkan Ayah." Ungkap Sudrajat dengan mata sendu dan berkaca-kaca menatap wajah Amelia yang sangat cantik dengan riasan pengantinnya.


Amelia tak sanggup berkata-kata, rasa benci dan kesalnya hilang entah kemana saat melihat wajah sendu Ayahnya. Ia hanya mengangguk kemudian memeluk Ayahnya. Ini adalah pertemuan pertama bagi mereka.


Setelah beberapa menit, mereka melepas pelukannya. Sudrajat menghapus air mata diujung matanya kemudian tersenyum. Ia tidak menyangka Tuhan masih memberinya kesehatan dan kesempatan untuk bertemu dengan Amelia. Putrinya yang ia tinggalkan saat masih kecil, bahkan ia tidak mengenalinya saat pertama kali bertemu.


"Nak Ergan, aku titip Amelia, jaga dan sayangi dia, jangan menyakiti hatinya seperti yang pernah ayah lakukan. Jika kamu menyakitinya, maka Ayah akan membawanya menjauh darimu." Pesan Sudrajat membuat Ergan menggaruk tengkuknya.


Iya Ayah, aku tidak akan menyakitinya, hanya kebahagiaan yang akan aku berikan padanya." Balas Ergan.


Sudrajat menoleh ke arah Lidya yang sedang menahan tangis karena terharu, ia juga tidak menyangka akan bertemu dengan mantan suaminya setelah berpisah dua puluh dua tahun lamanya. Pria berambut setengah putih itu menghampirinya, Sudrajat ingin sekali memeluknya, rasa rindunya yang selama ini dia simpan pada Lidya kini terobati. Sungguh dia menyesal telah menghianati wanita sebaik Lidya. Kini hidupnya tertekan karena istrinya yang sekarang tidak menghormatinya, Mungkin karena istrinya merasa Sudrajat tidak akan memiliki apa-apa jika bukan karena dirinya.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2