Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan
Penghinaan


__ADS_3

"Hai, bidadari cantik..." Sapa Tirta dengan senyum manisnya memperlihatkan deretan giginya yang putih. Ia segera mengulurkan tangannya untuk berkenalan, "Kenalin, saya Tirta, tetangga baru kalian." Ujar Tirta kemudian menunjuk rumah Ergan dengan dagunya.


"Hah?! Kamu tinggal di depan rumah kita?" Tanya Karmen.


"Ia, lebih tepatnya rumah Bos Ergan." Jawab Tirta meyakinkan.


"Khemm!" Dehaman Ergan membuat Tirta salah tingkah. Ia sampai lupa jika mereka sudah terlambat kekantor.


"Sabar bos! sekali menyelam minum air." Bisik Tirta membuat Ergan semakin geram dengan tingkah konyol Tirta.


"Pak Tirta." Sapa Asep.


"Pak Asep menjemput mereka ya?" Tanya Tirta basa-basi.


"Ia Pak, biasa tugas negara," sahut Asep menunduk sedikit bercanda.


"Hehehe.. Pak Asep bisa aja bercandanya. Baiklah kami duluan Pak Asep," Pamit Tirta, "Silahkan Bos." Tirta membuka pintu mobil untuk Ergan dan Amelia di kursi penumpang.


"Bos? Pria tampan ini panggil bos pada manusia kere?" Batin Sindi. Matanya tidak beralih pada pasutri yang sedang masuk kedalam mobil.


Sindi shock setengah mati. Ternyata pria yang dikatakannya kere adalah tetangganya. Pantas saja jika Ergan datang kerumahnya hanya berjalan kaki. Cukup dengan menyebrangi jalan maka ia sudah sampai. Sedangkan Amelia yang selalu keluar tengah malam, apa mungkin ke rumah Ergan? Sindi jadi malu, menyesalpun sudah tidak ada gunanya. Pantas saja Ergan hanya diam saat dihina. Pasti cepat atau lambat Sindi akan tahu siapa dia yang sebenarnya.


"Girls, gw duluan ya?" Pamit Amelia setelah membuka kaca mobil, sedangkan Ergan hanya diam bersandar dengan nyaman dikursi.


"Hati-hati, Mel." Balas Karmen.


"Oke, para bidadari cantik, Abang duluan ya? Kapan-kapan kita jalan bareng." Tirta ikutan pamit setelah menutup pintu. Ia mengedipkan sebelah matanya menggoda gadis-gadis cantik itu lalu masuk kedalam mobil dan melaju dengan kecepatan sedang.


Kapan-kapannya Tirta itu banyak, bisa jadi besok, lusa, bulan depan, atau tidak akan pernah terjadi karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya yang tidak ada habisnya. Ah, hanya Tirta yang tahu kapan itu terjadi.


Ketiga pramugari itu tersipu malu dengan pujian Tirta. Tirta terlalu tampan dan mempesona, apalagi saat mengedipkan sebelah matanya. Beehhhh... makin meleleh deh hati Karmen, Sindi dan Citra.


"Sampai kapan kalian mau berdiri disini? mobilnya sudah hilang masih juga di tatap. Kita sudah telat, buruan naik ke mobil." Suara Asep membuyarkan lamunan gadis-gadis cantik itu.

__ADS_1


Mereka segera masuk kedalam mobil setelah Asep memasukkan koper mereka dibagasi belakang mobil. Setelah itu Asep melajukan mobil lebih cepat karena takut terlambat tiba di bandara.


"Gw nggak nyangka ternyata Ergan pemilik rumah depan mes. Aku sering melihat mobilnya pulang tengah malam, tapi tidak pernah melihat orangnya. Beruntung banget Amelia dapat suami tajir dan tampan kayak Ergan." Ungkap Citra saat mobil melaju.


"lo benar. Tapi yang gw heran, sejak kapan mereka jadi dekat? tiba-tiba saja mereka bilang sudah menikah." Karmen mengernyitkan keningnya melirik Citra.


"Lo kan paling deket Amel, masa nggak tau? atau jangan-jangan mereka bohong kalau sudah menikah?"


"Nggak, gw liat sendiri foto dan video saat Ergan dan Amelia sedang ijab qabul. Mereka sengaja menyembunyikannya karena Amelia masih terikat kontrak. Sudah ah, jangan ghibah! nggak baik ngomongin orang." Karmen mengambil headset kemudian memasang di telinganya, kepalanya bergoyang-goyang mendengar alunan musik dari ponselnya.


"Kenapa lo diem aja? shockk dengan kenyataan hidup mereka? makanya jangan suudzon jadi orang. Belum tentu apa yang kita lihat itu yang sebenarnya. Jadikan ini pelajaran, jangan suka menghina dan merendahkan orang lain. Bisa jadi kita lebih rendah dari orang itu. Iya kan?" Ungkap Citra.


Sindi hanya diam, ia benar-benar merasa bersalah karena telah menghina Ergan.


.......................


Amelia turun dari mobil Ergan menuju bagian HRD kantor Butterfly Airlines. Tadinya Ergan ingin menemaninya tapi Amelia menolaknya.


Ergan juga ada rapat pagi-pagi, mau tidak mau ia membiarkan Amelia turun sendiri.


Ternyata Rania mengikuti mobil Ergan saat melihatnya di lampu merah. Ia sangat terkejut begitu melihat Amelia turun dari mobil suaminya. Sesuai dengan laporan yang di terimanya dari Luna dan orang suruhannya bahwa suaminya berselingkuh dengan Amelia.


# Flashback-on #


Kuala Lumpur.


Saat di lobi hotel, Amelia menghampiri Ergan yang sedang duduk bersandar di sofa.


Ergan segera berdiri merentangkan tangan menyambut Amelia. Ia meraih tubuh Amelia dan mendekapnya sangat erat. Ciuman bertubi-tubi mendarat di kepalanya. Tubuh mungil Amelia seakan tenggelam pada raga kokoh milik pria bertubuh tinggi besar itu. Aroma maskulin khas Ergan menguar hingga melemahkan seluruh saraf tubuh Amelia.


Tanpa mereka sadari sahabat Rania yang bernama Luna melihat mereka. "Aku nggak salah liat kan? itu Ergan suami Rania dan Amelia. Ada hubungan apa mereka? kenapa Ergan memeluknya sangat erat? gawat! gw harus ambil gambar mereka." Monolog Luna kemudian mengambil ponselnya didalam tas.


Luna bersembunyi di balik pilar, diam-diam ia mengarahkan kamera ponselnya kearah Ergan dan Amelia, ia mengambil gambar mereka sedang berpelukan, bahkan saat tangan Ergan membelai rambut Amelia dan mencium puncak kepalanya. Setelah merasa bukti sudah cukup, Luna segera menghubungi Rania.

__ADS_1


"Halo."


"Ran, kamu dimana?"


"Masih di Singapore, tumben banget kamu telpon, baru juga kemarin jalan bareng udah rindu aja, bukannya kamu sibuk urus bisnis di KL?"


"Gawat Ran! lo harus susul gw di KL secepatnya. Gw liat Ergan dan Amelia di hotel Merc. Mereka sedang pelukan, sepertinya mereka sangat dekat."


Deg!


"Hehehe.. jangan bercanda Lun. Itu nggak mungkin!" Hati kecil Rania tidak ingin percaya. Tapi Luna sahabatnya tidak mungkin berbohong padanya.


"Sumpah! aku liat mereka dengan mata kepalaku sendiri.


Kalau kamu nggak percaya, aku kirim fotonya sekarang juga." Luna mengirim semua foto yang diambilnya ke wa Rania tanpa memutus sambungan telponnya.


Rania membuka dan melihatnya satu persatu. Matanya melotot dan jantungnya berdebar. Ia tidak percaya jika Ergan berani berselingkuh di belakangnya. Dan yang lebih membuatnya tercengang wanita yang bersamanya adalah Amelia. Wanita yang selalu ia puji dan dianggap sebagai sahabatnya ternyata adalah selingkuhan suaminya.


Air mata Rania tidak berhenti mengalir. Ia tidak ingin keluarganya hancur, apalagi karena orang ketiga. Hatinya memanas tidak terima, ia menghancurkan barang apa saja yang ada didekatnya. Kamar hotel tempatnya menginap sudah seperti kapal pecah akibat barang-barang berhamburan di lantai.


Pada saat itu juga ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan menyuruh seseorang menyelidiki kebenarannya.


# Flashback-Off #


Butterfly Airlines.


Pada saat Amelia hendak masuk lift, tangan seseorang menariknya dengan kasar, Amelia berbalik dan langsung mendapatkan tamparan di wajahnya.


Plakkk!


Sebuah tamparan begitu keras di pipi kiri Amelia, rasanya begitu sakit dan perih hingga berdengung ditelinga. Wajahnya memerah akibat bekas tamparan lima jari dari wanita itu.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2