Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan
Kejutan


__ADS_3

...............


"Mas sebenarnya kita mau kemana sih! kenapa harus pakai pakaian seperti mau ke acara pesta?" tanya Amelia heran, ia melirik Ergan yang sedang fokus menyetir di sampingnya.


Saat ini mereka sedang berada didalam mobil, Amelia memakai baju syar'i berwarna krem satu set dengan hijab dan sepatu, Azka memakai kemeja panjang dipadukan celana jeans dan sepatu, sedangkan Ergan memakai setelan jas seperti akan menghadiri pesta.


Ergan melirik Amelia dan tersenyum tipis, kemudian kembali menatap jalanan, "Kejutan sayang.."


Setelah dua puluh menit, mereka tiba di depan lobi hotel De Max. Ergan turun membuka pintu untuk Amelia kemudian mengambil Azka. Ergan menyerahkan kunci mobilnya pada petugas kemudian membawa istri dan anaknya masuk kedalam.


Amelia berhenti melangkah saat melihat didalam ballroom sangat ramai. Manik matanya menyisir satu persatu meja yang sudah diisi beberapa orang. Satu lagi yang membuatnya fokus adalah tulisan 'Happy birthday Aqilah,' di dinding yang dipinggirnya dipenuhi dengan dekorasi balon.


"Kenapa berhenti? ayo masuk," ajak Ergan. Tangannya yang satu menggenggam tangan Amelia, sedangkan yang satu lagi menggendong Azka.


"Ini acara ulang tahun anak kamu?" tanya Amelia nulai cemas. Takut jika acara akan kacau karena kehadirannya.


"Ia sayang... mulai hari ini, Aqilah juga anak kamu," ungkap Ergan membuat hatinya terenyah, ia tidak menyangka akan secepat ini dipertemukan dengan anak Ergan.


Amelia mengangguk, sesaat kemudian melihat Karisma, Andreas dan juga Brian duduk disatu meja.


"Mas, kamu ngajak aku kesini ini untuk ketemu orang tua kamu juga? kamu kan tau mereka nggak suka sama aku," ujar Amelia.


"Ayo, kita ketemu mereka dulu," ajak Ergan.


"Mommy, mau pipis," ujar Azka.


"Ayo kita ke toilet, sini Mas."


"Daddy runggu kalian disini."


Amelia mengangguk, mengambil Azka kemudian menggandeng tangannya untuk berjalan menuju toilet.


Setelah Azka buang air mereka kembali ke tempat sebelumnya, tapi disana sudah tidak ada Ergan. Amelia sampai mencarinya diantara para tamu. Hingga ia melihat Ergan bersama keluarganya.


Rupanya Azka lebih dulu melihatnya Ergan.


"Daddy..!"


Semua tamu berpaling kearah suara Azka. Apa yang mereka lihat adalah seorang anak laki-laki yang lembut dan menggemaskan memakai setelan branded menutupi kaki gempalnya. Wajahnya sangat halus dan putih. Matanya indah, gelap, dan bersemangat. Bibirnya mungil berwarna pink, hidungnya kecil dan mancung, alis tebal dan bulu mata lentik.


Dapat mereka simpulkan jika anak itu akan sangat gagah ketika sudah besar.


Pria kecil itu, bergandengan tangan dengan seorang wanita cantik mengenakan hijab dikepala dan seluruh tubuh tertutup dengan baju syar'i.


Tapi fokus meraka kembali pada Azka, mereka semua bingung siapa yang dipanggil anak itu dengan sebutan 'Daddy'. Betapa menggemaskannya anak itu, ingin rasanya menculik dan membawanya pulang.

__ADS_1


Ergan berbalik seakan mendengar suara Azka memanggilnya.


Tanpa memperdulikan yang lain, Azka yang lucu melepaskan tangan Amelia. Azka berlari ke Ergan minta digendong, Azka bergelayut manja memeluk leher Ergan.


Karisma, Andreas dan Brian hanya diam terpaku, mencoba mengembalikan kesadarannya dari keterkejutan. Tatapan mereka tetap pada Azka yang membelakanginya.


Ergan memutar tubuh Azka, memperlihatkan wajah Azka pada mereka.


"Pah, Mah, dia mirip siapa?" tanya Ergan meminta pendapat kedua orang tuanya.


"Astaga.... kenapa anak ini sangat mirip Kakak? jangan bilang Kakak selingkuh lagi sampai memiliki anak." sela Brian yang dari tadi memperhatikan perbandingan wajah Ergan dan Azka.


Bugh!


Ergam memukul lengan Brian.


"Jangan sembarangan kalo ngomong, gw bisa potong lidah lo, lalu buang ke kandang buaya." Kesal Ergan.


"Lalu ini anak siapa? masa anak tetangga lo bawa-bawa. Emaknya mana?" sengit Brian.


"Tuh, yang pakai hijab," tunjuk Ergan dengan dagunya,


Amelia mendekat membuat mereka semakin tercengang.


"Kak, dadaku..." Brian memegang dadanya yang hampir melompat.


Bugh!


Ergan kembali memukul lengan Brian.


"Hehehe... bercanda Kakak, itu bidadari surga dapet dari mana? Apa Amelia sudah menikah lagi? suminya mana? kenapa dia hanya berdua dengan anaknya?" tanya Brian.


Pletakkk!


Ergan menyentil jidat Brian, membuat Brian mendengus kesal.


"Ishh.. apa lagi sih yang salah," protesnya.


"Gw suaminya, mau lo apa?" tanya Ergan kesal.


"Oh, jadi.. dia anak lo dong?" tunjuk Brian pada Azka dengan mata membulat.


"Tentu saja dia anak gw." Dengan bangganya Ergan mengungkapkan identitas Azka sebagai anaknya.


"Assalamualaikum Mah, Pah, Brian." Amelia mengucapkan salam mencium tangan Karisma dan Andreas. Baru saja Brian mengulurkan tangannya, Amelia langsung memberi salam dengan menutup kedua tangannya di depan dada sambil menunduk.

__ADS_1


"Waalaikumsalam..." sahut ketiganya.


Kenapa tanganku nggak dicium juga?" protes Brian.


"Enak aja lo, sana cepetan nikah, biar ada yang cium tangan lo tiap hari," kesal Ergan.


Brian menghela napas kasar.


"Apa kabar, Amel?" sapa Karisma.


"Ba.. baik Mah," jawab Amelia gugup.


"Hai.. cucu Opa yang ganteng, nama kamu siapa?" tanya Andreas berbinar, sudah lama ia menginginkan cucu laki-laki, tapi Ergan hanya memilik Aqilah. Ia tidak menyangka jika sekarang mekiliki cucu laki-laki sebesar Azka. Ia ingin sekali mengambil Azka namun anak itu semakin mengeratkan pelukannya pada leher Ergan.


Azka diam seribu bahasa, matanya memicing tajam seakan sedang mengintimidasi.


"Pah, tatapannya seperti Ergan, masih kecil aja sudah seperti itu, gimana jika sudah besar," bisik Brian ditelinga Andreas.


"Lho, kok pertanyaan Opa nggak di jawab?" tanya Ergan pada Azka.


Azka masih diam, maniknya menatap Andreas, Karisma dan Brian.


"Oh, Azka belum kenal? Daddy kenalin ya.. Ini Opa Azka, Papanya Daddy. Ini Oma, Mamanya Papa. Yang ini Uncle Yan, Adiknya Daddy. Ayo salim." ujar Ergan mengulurkan tangan Azka pada Andreas.


Andreas sangat terharu saat Azka mencium tangannya, begitupun dengan Karisma dan Brian.


Acara baru akan dimulai, Aqilah masuk kedalam ballroom bersama dengan Rania disampingnya.


"Tante cantik..." teriak Aqilah histeris saat matanya tertuju pada Amelia, awalnya ia tidak mengenal Amelia karena memakai hijab, namun semakin dekat, ia bertambah yakin jika itu benar Tante cantik yang selama ini dia cari.


Amelia berbalik dan langsung berdiri, ia berjongkok menyambut Aqilah dalam pelukannya.


"Tante cantik dari mana aja? Aku rindu," ungkap Aqilah, ia sangat suka pelukan Amelia yang hangat dan lembut.


Setelah memeluk Aqilah Amelia baru sadar jika gadis kecil itu tidak datang sendiri. Amelia mengangkat wajahnya kemudian berdiri.


"Mbak Rania," sapanya namun tidak mendapatkan sambutan baik dari lawan bicara. Dengan angkuhnya Rania memalingkan wajahnya seolah tidak sudi berbicara denga Amelia.


"Sayang.. Daddy sudah berikan kejutannya dengan membawa Tante cantik kesini. Apa Aqilah suka?" sela Ergan, ia tidak ingin melihat sesuatu yang buruk terjadi di hari ulang tahun anaknya karena ulah Rania.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2