
Semenjak bertemu dengan Amelia tiga tahun yang lalu. Aqilah selalu meminta Ergan mempertemukan mereka, tapi Ergan tidak bisa memenuhinya karena Amelia menghilang. Entah kenapa Aqilah tidak mau melupakan Tante cantik yang pernah menolongnya itu, padahal pertemuan mereka hanya sebentar tapi mampu membuat rasa sayang itu tumbuh dihati Aqilah. Mungkin karena ia jarang mendapatkan sentuhan lembut dan kasih sayang dari Rania hingga Aqilah dapat merasakannya dari Amelia.
Aqilah bahkan lebih sering meminta bertemu Tante cantik dari pada Rania.
"Sayang... Tante cantiknya belum juga ketemu. Sabar ya? om Tirta masih mencarinya kok." Ergan mengelus pipi cubbi Aqilah membuat Aqilah seketika berkaca-kaca menelan kekecewaan.
"Sebenarnya Tante cantik kemana sih Pah! kenapa perginya sangat lama?" Tanya Aqilah.
"Papa juga nggak tau sayang." Ergan memeluk Aqilah, tak dapat ia sembunyikan rasa rindunya pada Amelia saat ini. Hatinya kembali membeku semenjak tidak ada Amelia disisinya. Banyak wanita yang menggodanya, bahkan Karisma dan Andreas menyuruhnya menikah lagi, tapi dia tidak mau.
Baginya Amelia yang terakhir.
"Kapan Daddy pergi?" Tanya Aqilah.
"Besok, Daddy antar kamu ke sekolah dulu, baru pergi."
"Oke Dad."
"Jangan cemberut dong..!"
"Mau kindderjoy Dad."
"Oke, kita ke mini market sekarang."
Mereka keluar rumah menuju mini market terdekat. Ergan memarkirkan mobilnya kemudian turun bersama Aqilah.
Aqilah sangat antusias melihat deretan kindderjoy di depan kasir. Dia mengambil dua kemudian meletakkan dikasir, pada saat Ergan ingin membayar, Aqilah menahannya.
"Tunggu Dad." Aqilah menoleh kearah pintu berharap Amelia akan muncul dari sana dan membayarkan kindderjoy-nya sama seperti waktu itu.
Ergan menghela napas berat menatap sendu putrinya, ia merasa bersalah karena membiarkan Amelia bersama Aqilah saat itu hingga Aqila ikut merasa kehilangan. "Sayang.. Tante cantik tidak akan datang. Daddy janji menemukan Tante cantik untuk Aqilah." Ergan mengelus puncak kepala Aqilah agar anaknya berhenti bersedih.
"Tapi kapan Dad?"
__ADS_1
"Daddy juga nggak tau sayang..! tapi Daddy tidak akan menyerah."
"Sayang... sebenarnya kamu dimana sih..! apa belum cukup menghukum selama tiga tahun?" Batin Ergan .
Aqilah hanya tersenyum kecil menyembunyikan kesedihannya. Ergan sudah berkali-kali mengatakan itu padanya. Setelah membayar yang diinginkan Aqilah, Ergan mengajaknya kembali pulang.
Keesokan harinya, Ergan mengantar Aqilah ke sekolah.
..................
Saat ini Amelia tinggal di pesantren Darussalam Al-kharan Desa Teratai. Setiap pagi Amelia membantu ibu Juminarti memasak makanan untuk anak-anak pesantren. Setelah itu, ia ke kebun Teh untuk bekerja.
###Jika melupakan itu mudah, rasanya tidak mungkin akan seberat ini. Jika aku salah mencintaimu dalam diamku, maka akan kusimpan rasa ini. ###
Sudah tiga tahun sejak ia pergi meninggalkan Ergan perasaanya masih tetap sama. Mencintai dalam diam adalah pihannya.
Amelia duduk merenung di kebun teh milik Prasetyo. Wanita berhijab dengan pakaian longgar menutupi seluruh tubuhnya menjadi ciri khasnya sekarang. Makanan yang ia bawa sebagai bekalnya belum disentuh sedikitpun. Semejak ia memutuskan ikut dengan wanita paruh baya yang duduk disebelahnya saat di bus lima tahun yang lalu, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat. Saat ini Amelia tinggal di pesantren Darussalam Al-kharan. Pekerjaan sehari-harinya memetik teh karena dia tidak mau menumpang gratis di pesantren. Ia harus bekerja untuk membiayai anaknya yang berumur dua tahun.
Pekerjaan yang dulu sebagai pramugari, memakai pakaian seragam memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah dan seksi serta terbang kesana kemari di dalam ruangan ber-AC, berubah menjadi wanita desa pemetik teh yang harus berdiri dibawah teriknya panas matahari.
Amelia menghela napas berat, sudah dapat ia tebak untuk apa dirinya dipanggil. Prasetyo selalu meminta Amelia menjadi istrinya. Prasetyo adalah anak dari Ibu Juminarti yang menolong Amelia saat melarikan diri dari Ergan. Prasetyo memiliki satu anak laki-laki, istrinya sudah meninggal dua tahun yang lalu. Ia pemilik kebun Teh yang luasnya tak terkira, dan pemilik pesantren Darussalam Al-kharan setelah Ayahnya meninggal. Satu tahun terakhir ini ia selalu meminta Amelia menikah dengannya karena sudah jatuh cinta padanya. Tapi Amelia selalu menolaknya dengan alasan belum siap berumah tangga lagi.
Sebenarnya dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia masih sangat mencintai Ergan. Pria itu telah memberikan kebahagiaan untuknya meskipun hanya sementara dan berakhir dengan kebohongan.
"Sana cepetan, aku teh heran sama kamu, kenapa selalu menolak Pak Pras? Dia itu mapan, pintar, tampan, baik hati dan tidak sombong, paket komplit deh..! tinggal di bumbuin sedikit, beehhhhh.... bikin hati meleleh..! apa lagi kurangnya coba?" Ungkap Lilis teman Amelia didalam pesantren.
Amelia menuju gudang Teh, disana ada dua ruangan yang dijadikan sebagai kantor administrasi dan ruangan pimpinan.
Tok.. tok.. tok..
Amelia mengetuk pintu ruang pimpinan kemudian masuk setelah mendapat sahutan. Disana sudah ada Pras dan Mamanya Juminarti menunggu.
Amelia berdiri menunduk, enggan menatap laki-laki yang sedang duduk menatapnya. Ia melirik heran kenapa ibu Juminarti juga ada disana. Apa ada hal yang penting?
__ADS_1
"Duduk Mel." Ujar Juminarti mengajak Amelia duduk di sofa.
Amelia terpaksa duduk di sofa berdampingan dengan Pras.
Hening...
"Mel, aku tau kamu sulit untuk menerima lamaranku, tapi aku juga butuh jawaban kamu secepatnya, kamu tahu sendiri kan jika aku sudah lama menunggumu?" Ungkap Pras to the poin.
"Maaf Mas, bukankah kita sudah bicarakan soal ini? aku belum siap berumah tangga. Aku hanya ingin fokus mengurus Azka."
"Sampai kapan kamu siap? kamu masih berharap kembali padanya? pria itu sudah melupakanmu Mel, sudah tiga tahun kamu pergi dan dia tidak mencarimu."
"Seandainya saja kamu tahu Pras, jika Ergan masih mencariku sampai sekarang. Hampir tiap hari dia menelpon Mama menanyakan keberadaanku. Aku sampai tidak bisa bertemu Mama karena takut ia menemukanku. Aku yakin pengawalnya juga mengawasi Mama hingga Mama tidak bisa bergerak bebas menemui aku disini." Batin Amelia.
"Mel, please..?! terima lamaran aku ya?" Melas Pras.
"Ku mohon berhenti menungguku, kamu berhak bahagia, tapi tidak denganku. Carilah wanita yang lebih baik dariku. Aku mengerti, kamu dan keluarga sudah banyak membantuku, terutama Azka. Tapi maaf aku nggak bisa, aku belum siap membuka hati apalagi menikah."
"Apa sampai segitunya Amelia mencintai suaminya? hingga saat ini pun ia masih mengingat suaminya. Seandainya saja kau buka sedikit hatimu untukku, aku pasti akan membahagiakanmu." Batin Pras.
"Mel, aku nggak mau perempuan lain. Aku hanya mau kamu menjadi istriku. Aku sudah lama jatuh cinta sama kamu, dan aku akan memperjuangkan kamu. Aku tau kamu belum mencintai aku, tapi aku yakin suatu hari nanti kamu akan suka sama aku. Aku janji, kamu akan nyaman berada didekatku, aku akan menjagamu dan menganggap Azka sebagai anak aku sendiri." Tegas Pras.
"Amelia, maksud Pras itu baik nak, Ibu tau bagaimana perasaan kamu saat ini. Tapi pikirkan juga perasaan Azka, dia butuh figur seorang ayah. Kamu jangan khawatir, kamu lihat sendiri bagaimana Azka dan Pras saling menyayangi, begitupun dengan Rangga. Ibu tidak memaksa kamu, tapi coba pikirkan sekali lagi." Sela Juminarti mencoba menengahi.
"Justru itu yang aku pikirkan Bu. Aku mengenal Ergan dengan baik, dia nggak akan terima jika anaknya memiliki Ayah lain. Sampai sekarang aku juga tidak tahu, apakah aku masih istrinya atau bukan." Bathin Amelia.
"Maaf Bu, Aku belum yakin untuk berumah tangga. Aku sudah bersyukur dengan hidupku sekarang. Memiliki Azka sudah cukup bagiku." Balas Amelia.
"Baiklah jika itu keputusanmu, aku bisa apa. Tapi aku akan tetap menunggu hingga kamu siap membuka hati untukku. Sekarang kamu boleh lembali bekerja." Ujar Pras dengan sesak didada. Lagi-lagi hatinya sakit menerima penolakan dari Amelia. Tapi mau bagaimana lagi, hatinya sudah terpikat dengan pesona Amelia, bahkan sejak awal pertemuan mereka, ia sudah ada rasa tapi ia beusaha menghilanglannya karena pada saat itu ia masih memiliki istri.
"Sekali lagi maaf, Pras, Bu, Permisi." Amelia beranjak kemudian keluar dari ruangan Pras.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......