Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan
Menaruh Hati


__ADS_3

"Kamu disini?"


Ergan merangkul pundak Amelia, membawa kepalanya sang istri bersandar pada dada bidangnya.


"Jangan menangis, lupakan kata-kata yang keluar dari mulut Rania. Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuhmu termasuk Rania." Ucapan Ergan menghangatkan hati Amelia.


Meskipun pernikahannya baru beberapa bulan bersama Ergan, Amelia telah menaruh hati begitu dalam, sakit rasanya. Bahkan lebih sakit dari sakit hatinya ketika Heri berselingkuh.


Ergan mangangkat wajah Amelia hingga menatapnya. Air mata itu terus mengalir membadahi pipi mulusnya. Ergan menghapusnya kemudian mengecup kening Amelia. Kini tatapan mereka saling bertemu.


"Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu, berjanjilah untuk tidak meninggalkanku juga."


"Bagaimana dengan Mbak Rania dan anak kamu?" Aku nggak mau menjadi duri dalam rumah tangga kalian."


"Kamu bukan duri atau apalah itu sayang..! Dengar, pernikahanku dan Rania itu sudah nggak sehat jauh sebelum aku mengenalmu. Jadi kamu bukan penyebab rumah tangga kami hancur."


"..."


"Kamu penyemangat ku disaat aku mulai lelah dan menyerah atas hidupku. Kamu mengembalikan rasaku yang hampir mati karena cinta. Awalnya aku hanya kagum padamu tapi lama-lama rasa cinta itu muncul tanpa aku sadari. Aku menikah denganmu karena aku mencintaimu dan tidak mau kehilanganmu. Hidupku sekarang adalah milikmu. Jika kamu menginginkan aku bercerai dengan Rania, tolong berikan aku waktu. Ada anak diantara kami. Aku ingin Rania sendiri yang menceraikanku. Kamu mengerti?"


"..."


"Ayo kita makan, aku sudah kelaparan menunggu istriku yang sedang ngambek." Ergan mencubit pipi Amelia dengan gemas. Sudah beberapa hari ia tidak bisa bercanda dengan istrinya. Ia berdiri kemudian menarik tangan Amelia masuk kedalam villa.


Mereka berdua menikmati sarapan. Setelah sarapan mereka jalan-jalan di sekitar villa.


Amelia sangat senang menikmati dinginnya angin di pegunungan, udaranya sangat sejuk hingga kedua tangannya telipat didepan dada.


"Kamu suka tempat ini?" Tanya Ergan.


"Hmm.." Amelia hanya mengangguk.


"Sayang... kamu nggak marah lagi kan?"


Amelia mengangguk dengan cepat, percuma saja dia marah. Emangnya apa yang bisa ia lakukan saat ini selain pasrah. Melawanpun ia tak mampu. Amelia kalah dari segala aspek.


"Ayo kita ke air terjun."


Ergan membawa Amelia bersamanya menuju air terjun yang berjarak dua ratus meter dari villa. Disana mereka bermain air. Semua pakaiannya basah karena berdiri dibawah air terjun. Ergan mengusap lembut wajah istrinya, Ia turunkan wajahnya untuk meraih bibir candu favoritnya. Saat ini Ergan melakukannya dengan pelan dan sangat lembut. Dia ingin mendapatkan hati Amelia kembali.

__ADS_1


Amelia terhipnotis dengan perlakuan Ergan, sehingga dengan mudahnya ia melupakan semua masalahnya. Rasa takut dan cemas yang ia rasakan seketika sirna, tergantikan rasa nikmat saat lidah sang suami dengan lihainya mengajak lingualnya ikut menari bersama, saling membelit, mengecap dan mengecup dibawah guyuran air terjun.


Sungguh romantis.


Tapi tunggu, Amelia sadar ini tempat umum. Ia memukul dada Ergan agar berhenti namun pria itu terlalu asik hingga Amelia meringis karena bibirnya kebas.


"Ergan...!" Pekik Amelia.


"Kia lanjutkan di villa." Ergan menarik tangan Amelia kembali ke villa. Ia sudah tidak tah, niatnya hanya ingin menikmati suasana romantis dibawah air terjun tapi adiknya yang dibawah sana meminta lebih.


"Ck!" Amelia berdecak, baru juga sebentar menikmati suasana air terjun, Ergan sudah mengajaknya untuk pulang. Ia tahu keinginan suaminya saat ini. Sudah beberapa hari ia mengabaikan suaminya.


Sampai di villa, Ergan membawa Amelia masuk kedalam kamar mandi karena pakaian mereka basah. Ergan menyalakan keran air mengisi bathtub dengan air hangat. Sementara menunggu ia membuka seluruh pakaian kemudian pakaian Amelia. Awalnya Amelia menolak, namun bukan Ergan namanya jika tidak berhasil membujuk istrinya untuk melakukan keinginannya.


Dua jam kemudian mereka baru keluar dari kamar mandi.


Kebayang sendiri kan apa yang mereka lakukan didalam?


Ergan mengangkat tubuh Amelia ala bridal style menuju tempat tidur, masih dalam balutan bathrobe Ergan membaringkan Amelia. Tatapan mereka kembali bertemu. Ergan kembali mencium kening, pipi, hingga bibir manis Amelia. Tangan Ergan tidak diam, ia membuka tali bathrobe Amelia kemudian melanjutkan percintaan mereka diatas peraduan. Didalam kamar itu kini hanya dipenuhi suara erangan dan ******* kenikmatan dari mereka.


Ergan terkulai lemas diatas tubuh Amelia. Ia kemudian menciumi seluruh wajah Amelia yang memerah. Aktifitas mereka belum berakhir, Ergan terus mengulangnya hingga malam hari.


Amelia menyingkirkan tangan Ergan yang melingkar diatas perutnya dengan hati-hati agar tidak mengganggu tidur pulas suaminya. Dia turunkan kedua kakinya dengan perlahan kemudian menuju kamar mandi membersihkan sisa aroma percintaannya dengan Ergan semalam.


Setelah pakain Amelia memeriksa penampilannya terutama bagian leher di depan cermin. Amelia sampai geleng-geleng kepala mengingat bagaimana Ergan meninggalkan tanda itu. Ia menutupi dengan conceller sebelum keluar dari kamarnya.


"Kamu sudah rapi, mau kemana?" Suara serak dan seksi terdengar di telinga Amelia dari atas tempat tidur.


Amelia menoleh, pandangannya tertuju pada tubuh atletis suaminya. Bagaimana mungkin ia mampu meninggalkan suami sesempurna itu.


Sungguh pemandangan yang langka melihat wajah Ergan baru bangun tidur. Mata sembab, rambut berantakan, otot terpahat indah, dan tangan mengucek mata seperti baby boy baru bangun tidur. Benar-benar diluar image yang selama ini yang ia kenal sebagai pria berpenampilan perfetionist. Lagi-lagi Amelia tidak dapat menolak pesona suaminya.


"Tidak kemana-mana." Jawab Amelia.


Wajah Amelia tiba-tiba merona saat Ergan tiba-tiba turun dari tempat tidur dengan tubuh polosnya. Ergan menuju kamar mandi mencuci wajah dan menggosok gigi. Tidak lama ia keluar mengambil handuk, mencium pipi Amelia kemudian kembali masuk kedalam kamar mandi.


Manis sekali..


Amelia menuju walk in closet kemudian mengambil pakaian untuk Ergan, setelah meletakkan diatas tempat tidur, ia keluar kamar menuju dapur.

__ADS_1


Makan malam sudah siap diatas meja. Bibi sampai geleng-geleng kepala saat melihat Amelia baru keluar kamar di jam segini dengan rambut setengah kering.


"Silahkan Nyonya." Sapa Bi Ati sambi menarik kursi untuk Amelia.


"Tunggu Mas Ergan turun Bi." Ujar Amelia melihat kecanggungan Bi Ati.


Tidak lama kemudian Ergan turun dengan memakai celana sebatas lutut, baju kaos merk ternama dan sendal jepit.


Amelia tersenyum lebar membuat hati Ergan menghangat. Ergan sengaja mengajak Amelia ke villa hanya untuk memperbaiki hubungan mereka.


Ergan mengelus puncak kepala Amelia, mengecup keningnya kemudia duduk dikursi.


Amelia mengambil nasi dan lauk ke piring Ergan kemudian meletakkan dihadapannya, kebiasaannya tiap hari untuk melayani suaminya.


"Terimakasih sayang." Ujar Ergan tersenyum.


Amelia hanya membalasnya dengan senyuman, setelah itu mengambil makanan untuknya.


"Makan yang banyak, setelah ini kita kembali ke kota."


Amelia mengangguk sambil mengunyah makanannya.


"Pelan-pelan aja, kita masih punya banyak waktu." Ujar Ergan sambil mengambil tisu kemudian menghapus sambel di sudut bibir Amelia.


Amelia bergeming menatap Ergan, hingga air matanya keluar begitu saja tanpa ia sadari.


"Bagaimana bisa aku pergi jika kamu memperlakukanku semanis ini? Apa aku sanggup hidup tanpamu jika luka yang kau berikan dengan perlahan kau obati dan meninggalkan kenangan indah? please... jangan terlalu baik padaku." Batin Amelia.


Ergan menghapus air matanya, "Jangan sedih lagi, aku akan selalu ada untukmu. Makanlah."


Dalam hati Amelia tidak ingin melepas Ergan jika itu bukan keinginan Ergan. Sedikit Egois memang tapi dia merasa bahagia didekat Ergan.


Semuanya yang mereka lakukan tidak terlepas dari pengamatan Bi Ati. Ia sengaja berlama-lama di sana karena penasaran seperti apa sifat istri baru Tuannya.


Setelah makan malam, Ergan dan Amelia kembali ke Jakarta.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2