Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan
Buka Kado


__ADS_3

"Aqilah, Mommy dan Daddy tidak mungkin hidup bersama, apalagi dalam satu rumah. Aqilah nggak mau kan liat Daddy dan Mommy selalu bertengkar dan saling menyakiti?"


Aqilah menggelengkan kepalanya.


"Maka dari itu kami berpisah, tapi kamu nggak usah khawatir, kamu nggak akan kehilangan kasih sayang Daddy dan Mommy. Kamu bisa bertemu Mommy kapanpun kamu mau," jelas Ergan.


"Jadi yang Mommy bilang itu bohong? kalau Daddy akan membuang Aqilah?" tanya Aqilah sambil menhapus air matanya. Tatapannya sendu dan penuh harap.


"Tentu saja sayang..! yang Mommy bilang itu bohong! Tante cantik itu baik dan sangat sayang dengan Aqilah, Tante cantik akan bantuin Aqilah ke sekolah, kerjain PR, temenin Aqilah jalan-jalan," jelas Ergan.


"Iya Dad, aku mau Tante cantik jadi Mama sambung Aqilah," ungkap Aqilah.


"Nah, sekarang hapus air matanya, kita temui Tante cantik, Oma dan Opa. Mereka sedih banget Kakak Aqilah tadi marah-marah," bujuk Ergan kemudian membawa Aqilah keluar dari kamar menuju ruang tamu.


Ergan membawa Aqilah duduk di sofa bersama dengan Azka.


Mata karisma memberi kode pada Ergan apa Aqilah sudah tenang atau belum.


Ergan mengangguk tanda sudah aman. Kini rencana pernikahan mereka akan segera dilaksanakan.


"Tante cantik, Oma, Opa, maafin Aqilah sudah marah-marah," ujar Aqilah.


Mereka tersenyum begitu kagum dengan kebesaran hati Aqilah. Aqilah begitu berani mengakui kesalahannya didepan semua orang.


"Nggak apa-apa sayang..! tapi lain kali kalau Aqilah marah jangan bentak orang tua, itu nggak baik. Aqilah harus bicara apa yang Aqilah rasakan agar kami mengerti apa keinginan Aqilah, oke?" ujar Amelia kemudian menaikkan jempolnya.


"Oke," Azka yang kepo lebih dulu menjawab dengan menaikkan jempolnya. Entah dia mengerti atau tidak dengan omongan Amelia. Dia hanya ingin membalas jempol Amelia dengan kata oke


"Hahaha... oke Tante cantik," jawab Aqilah tertawa kemudian ikut menaikkan jempolnya.


"Kak Qia, Azka punya mobil balap, brumm.. brumm.." Azka menunjukkan mobil barunya pada Aqilah.


Aqilah menatap Ergan kemudian duduk di lantai beralas karpet bersama Azka. Ia mulai melihat mainan Azka, mobil-mobilan dan robot Iron Man.

__ADS_1


"Mobilnya bagus. Oma, boleh nggak kado ulang tahun Aqilah dibuka sekarang? biar Dedek Azka juga liat," tanya Aqilah pada Karisma.


"Boleh dong sayang...!" jawab Karisma


Karisma menyuruh beberapa ART untuk mengambil kado ulang tahun Aqilah yang disimpan dikamar tamu.


Setelah semuanya sudah dibawa ke ruang tamu, mereka membukanya satu persatu hingga habis.


Aqilah sangat senang, begitu banyak kado yang dia dapat hari ini. Mulai dari tas, baju, sepatu, jepit rambut berwarna pink, boneka, dan masih banyak yang lainnya. Aqilah memberikan satu boneka beruangnya untuk Azka.


Azka begitu senang hingga memeluk dan mencium Aqilah sebagai ungkapan terimakasihnya. Mereka pun main bersama hingga beberapa jam.


"Ayo kita main di belakang, Dad, boleh nggak aku ajak Dedek berenang?" tanya Aqilah.


"Boleh, tapi dijagain sama Tente cantik ya?" balas Ergan.


"Iya Dad, ayo Dedek Azka kita berenang," Aqilah memegang tangan Azka menuju kolam renang diikuti Amelia dibelakangnya.


Aqilah, Azka dan Amelia berenang, suara tawa mereka yang sedang bermain air sampai ketelinga Ergan. Merasa penasaran dengan apa yang dilakukan istri dan anak-anaknya, akhirnya ia menyusul mereka.


"Daddy ikutan ya.. ayo Aqilah pegangan di pundak Daddy sambil berenang," pinta Ergan sambil menepuk pundaknya.


Aqilah melakukan apa yang diminta Ergan, kemudian Ergan mengambol Azka kemudian memegang lengannya dan membiarkan tubuh Azka melayang diair. Mereka sangat bahagia dan tertawa bersama.


Tanpa mereka sadari Brian melihat mereka dibalik kaca jendela kamarnya. Dia baru pulang dari kantor dan langsung masuk kedalam kamarnya. Saat hendak membukan baju, ia mendengar suara tawa dari arah kolam renang. Hatinya sakit melihat Ergan bersama Amelia. Dalam hati ia bertanya, kenapa sampai saat ini Tuhan belum mengirim wanita yang tepat untuknya. Kenapa dia harus menyaksikan kebahagiaan Kakaknya diatas penderitaannya. Ah, rasanya ini sangat sulit dan berat baginya.


.........................


Ergan janjian dengan Amelia kesalah satu butik terkenal untuk pernikahan mereka. Butik yang khusus menjual gaun-gaun terbaik dari koleksi desainer ternama di seluruh dunia. Azka dan Aqilah tidak ikut karena sudah ada baby sitter dan ART yang menjaga mereka.


Ergan belum tiba karena sedikit macet dijalan. Sudah berkali-berkali-kali ia memarahi Tirta karena terlalu lama dijalan.


"Silahkan Nona, gaun ini dirancang khusus oleh Vera wang, hanya ada satu di dunia. Jika Nona suka, silahkan coba gaunnya di sana." Pegawai butik menunjukkan kamar ganti dengan telunjuknya.

__ADS_1


Amelia meneliti gaun yang ditunjuk pegawai tersebut, kemudian tersenyum, sepertinya gaun itu memang sangat cantik dan indah.


"Baiklah, aku coba yang ini." Amelia menuju kamar ganti kemudian mencobanya disana.


Amelia tersenyum melihat gaun yang begitu pas ditubuhnya. Gaun berwarna beige dengan payet-payet memenuhi gaun itu. Gaun yang sangat cantik dan mewah sekali. Pilihan Amelia jatuh pada gaun itu.


Ergan yang baru saja tiba langsung menuju kamar ganti, begitu pegawai toko memberitahu jika calon pengantin mencoba gaun, ia begitu bersemangat ibgin melihatnya.


Ketika pintu terbuka Amelia berbalik dengan mengenakan gaun pengantin yang dipilihnya.


Ergan tertegun, matanya tidak berkedip, mulutnya sedikit terbuka, wanita dihadapannya begitu cantik dan sempurna, saat ini Amelia membuka hijabnya memperlihatkan rambutnya tergerai indah membuat Ergan semakin terpesona.


"Kamu sangat cantik," puji Ergan berbisik ditelinga Amelia. Napasnya dapat Amelia rasakan menyentuh kulitnya yang halus.


Tidak mau membuang waktu Ergan langsung memeluk Amelia, menatapnya dengan teduh dan mencium bibirnya. Ciuman yang awalnya lembut kini berubah semakin menuntut saat Ergan menahan tengkuk Amelia, dan Amelia memberi akses untuknya mengabsen setiap inci didalamnya. Cukup lama mereka berciuman karena momen ini sangat langka bagi keduanya. Ingin rasanya Ergan membawa Amelia ketempat tidur saat itu juga, tapi sayang hanya gaun pengantin dan cermin besar yang ada didalam ruangan itu.


Ergan melepaskan Amelia karena sudah tidak tahan, sesuatu dibawah sana sudah mulai sesak minta dipuaskan.


"Apa kamu suka bajunya?" tanya Amelia.


"Suka, apapun yang kamu pakai, selalu aku suka. Apa lagi gaun ini sangat cocok untukmu, cepat ganti bajunya karena aku ingin membawamu ke suatu tempat." Ujar Ergan.


"Baiklah." Amelia menurut, mengganti pakaiannya kemudian berbicara sebentar dengan pemilik butik. Amelia ingin baju itu dilapisi bagian dalamnya karena dia memakai hijab. Hijabnya juga dipesan secara khusus, tetap mengambil bahan yang sama dengan gaunnya agar tetap senada.


Begitu selesai dengan urusan gaun, mereka keluar butik. Tirta sudah membuka pintu mobil untuk mereka.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Tirta melirik Ergan menunggu perintah Bos-nya tapi Ergan malah asik mencium tangan Amelia.


"Kita ke hotel terdekat," perintah Ergan membuat Tirta mendengus kesal. Sudah dapat ia tebak apa yang akan Bosnya lakukan disana.


Rasanya dia ingin cepat-cepat menikah juga, tapi mau bagaimana lagi jika cinta sudah ditolak.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2