
Tirta menurunkan Ergan didepan loby hotel bintang lima terdekat. Ergan dan Amelia masuk kedalam kemudian menuju resepsionis. Mengambil kunci kamar presidential suit kemudian langsung masuk ke dalam lift.
"Kita mau ngapain disini?" tanya Amelia.
"Tentu saja melakukan yang enak-enak sayang..." Ergan mengangkat tubuh Amelia ala bridal style menuju kamar kamar presidential suit.
"Turunin Mas, malu diliatin orang," ujar Amelia memohon.
"Biarkan saja," balas Ergan dengan cuek, ia tidak perduli dengan tatapan orang-orang.
"Romantis banget... pasti mereka pengantin baru," puji salah satu wanita paruh baya yang melihat mereka saat keluar dari lift.
Amelia membuka pintu kamar dengan kartu akses yang Ergan berikan padanya. Begitu pintu terbuka, Ergan langsung membawa Amelia berbaring di tempat tidur king size. Kamar mewah dan luas serta interior yang elegan membuat ruangan semakin romantis.
Dengan cepat Ergan mencium bibir Amelia yang manis dan lembut. Keduanya saling berpautan, lidah mereka saling merasai, menikmati api gairah ditubuh mereka.
Ciuman mereka semakin intens ketika tangan Ergan meraba tubuh Amelia dengan lembut. Membuka hijab dan pakaian yang dikenakan Amelia sehingga memperlihatkan dengan jelas lekuk tubuh istrinya
Tangan kuatnya dengan cepat merengkuh tubuh Amelia seakan menantangnya.
"Oughh.. " suara lenguhan keluar dari bibir Amelia ketika ciuman Ergan menyusuri leher jenjangnya.
Tidak merasa puas, Erganpun membuka seluruh pakaiannya. Suara lenguhan dan ******* bernapsu memenuhi ruangan itu. Kini keduanya saling terpaut dengan tubuh sama-sama polos tanpa pakaian. Mereka saling meraba dan membelai hingga percintaan semakin panas. Mereka semakin tenggelam dalam percintaan yang dahsyat.
Entah berpa kali mereka mengerang dipuncak kenikmatan bersama, melepaskan kerinduan selama tiga tahun tertahan. Sungguh, Ergan tidak ingin berhenti jika saja tidak kasihan melihat wajah lelah Amelia.
Mereka tidur saling berpelukan, butiran peluh didahi dan tubuh menjadi saksi percintaan panas mereka. Mereka sama-sama tertidur dibalik selimut karena kelelahan. Enam jam waktu yang mereka habiskan didalam hotel. Seandainya tidak ada dua anak yang sedang menunggu mereka pulang. Rasanya Ergan ingin mengingap dan menghabiskan malam bersama Amelia.
...................
Pesta pernikahan digelar di Hotel De Max dengan sangat mewah, konsep pernikahan pengantin berbaur dengan para tamu, jadi tidak ada acara berdiri diatas panggung.
Amelia menggunakan gaun pengantinnya yang indah, hijab dan mahkota berhias berlian terpampang nyata membuatnya semakin cantik dan bersinar, begitu juga dengan Aqilah memakai gaun senada dengan Amelia. Ergan dan Azka memakai setelan tuksedo berwarna putih.
__ADS_1
"Ingat ya.. jangan jauh-jauh dariku!" entah sudah berapa kali Ergan memberi peringatan pada Amelia.
Amelia mendelik jengah, sejak kapan Ergan berubah posesif seperti itu? ah, mungkin Amelialupa jika memang Ergan selalu posesif padanya sejak dulu.
"Iya, sudah tau juga," sahut Amelia sambil mengerucutkan bibirnya.
Amelia mengaitkan tangannya pada lengan Ergan berjalan berdampingan masuk kedalam ballroom. Aqilah begitu lucunya memegang tangan Azka berjalan di belakang kedua orang tuanya. Saat didalam ruangan, mereka langsung menyapa para tamu undangannya, bahkan wartawan yang meliput acara juga mereka sapa dengan ramah.
Pernikahan Ergan akan menjadi tranding topik utama di media sosial termasuk majalah bisnis.
Para tamu undangan dari kalangan atas sudah berdatangan, mulai dari relasi bisnis Ergan, Andreas dan Brian. Semua keluarga Ergan dan teman-temannya tidak ketinggalan.
Ibu Amelia dan Ayahnya serta istrinya juga ikut hadir. Mereka diundang khusus oleh Ergan tanpa Amelia ketahui hingga membuat kejutan untuknya.
"Makasih sayang sudah mengundang Mama dan Ayah kesini," bisik Amelia.
"Hari ini hari bahagia kita, aku juga ingin semua orang yang penting dalam hidupmu ambil bagian dalam pesta kita. Apa kamu bahagia menikah denganku?" tanya Ergan kemudian mencium tangan Amelia.
"Aku sangat bahagia, terimakasih sudah menerima gadis biasa ini menjadi bagian dari hidupmu, I Love You," bisik Amelia membuat mata Ergan seketika membulat, baru kali ini Amelia mengucapkan kata cinta padanya. Biasanya dia yang selalu menggoda Amelia hingga wajahnya memerah.
Khemm!
Dehaman Karmen membuat mereka sadar ada dimana saat ini. Amelia sangat malu, wajahnya merona bagai buah cerry. Bayangkan saja jika hampir semua mata tamu tertuju pada mereka, sedang Ergan si manusia kulkas bersikap biasa saja, mungkin urat malunya juga sudah putus, tidak ada yang aneh menurutnya.
"Selamat ya.." Karmen bersalaman pada mereka kemudian memeluk Amelia.
"Lo kapan nyusul?" canda Amelia.
"Tunggu jodoh terbaik yang dikirim Tuhan," jawab Karmen.
"Jodoh jangan di tunggu, kelamaan!" sela Ergan. Ergan memang tidak suka berlama-lama dalam mengejar sesuatu termasuk bisnis. Menurutnya waktu tidak boleh disia-siakan. Begitu ada kesempatan, langsung ambil keputusan.
"Trus diapain?" kini Amelia yang bertanya menatap Ergan disampingnya.
__ADS_1
"Disamperin, sana!" Ergan menunjuk Tirta yang sedang bicara sambil sesekali tertawa bersama teman-temannya.
Amelia dan Karmen menoleh, jika Amelia melihat Tirta dengan biasa saja, berbeda dengan sikap Karmen yang tersipu malu dengan wajah memerah.
Ergan memberi kode pada rekannya yang berbicara dengan Tirta agar Tirta melihatnya, begitu Tirta menoleh dia segera menggilnya dengan sekali anggukan.
"Butuh sesuatu bosqu?" tanya Tirta saat berada dihadapannya.
"Temenin Karmen dipesta ini, dia sendirian nggak ada kenalan kecuali Amelia," ujar Ergan.
Tirta melirik Karmen dengan balutan gaun putih selutut yang pas ditubuhnya, siapapun yang melihatnya pasti akan berkata 'cantik'.
"Ah, nggak perlu ada Tante Lidya kok yang temenin aku," ungkap Karmen merasa tidak enak hati. Dia tidak ingin merepotkan Tirta. Mungkin saja Tirta memiliki urusan lain yang lebih penting darinya.
"Sudah nggak apa-apa, dia nggak ada kerjaan juga. Ayo sayang," ujar Ergan kemudian membawa Amelia pergi meninggalkan mereka yang hanya diam ditempat.
"Mas, kamu sengaja mendekatkan mereka?" selidik Amelia.
"Iya, sama-sama jomblo kan?" jawab Ergan.
"Karmen sih jomblo! kalau Tirta, aku nggak tau," ujar Amelia.
"Tirta juga jomblo, makanya aku sengaja deketin mereka, sudah biarkan saja mereka. Ayo, kita sapa tamu yang lain." Ergan kemudian menyapa tamunya yang lain, sedangkan Aqilah dan Azka sudah duduk dikursi bersama Karisma dan Andreas menikmati makanan diatas mejanya.
Dari kejauhan Ayu melihat Tirta bersama Karmen, tadinya dia ingin menyapa Ergan dan Amelia, tapi melihat Tirta bersama wanita lain, hatinya sangat sakit, tanpa sadar air matanya keluar tak tertahankan.
Tirta yang menyadari jika Ayu sedang memperhatikannya semakin membuat hati ayu memanas. Ia berbisik di telinga Karmen seakan mereka berciuman dari arah Ayu melihatnya.
Tidak tahan lagi Ayu segera keluar dari ballroom, ia menghapus air matanya agar tidak ada yang melihatnya.
"Karmen, aku kesana sebentar ya?" pamit Tirta. Ia segera menyusul Ayu keluar dari ballroom, menarik tangannya kemudian memeluknya dengan erat.
.
__ADS_1
.
Bersambung......