Pernikahan Rahasia Tuan Ergan

Pernikahan Rahasia Tuan Ergan
Lupakan Wanita Itu


__ADS_3

Ergan mengangkat wajahnya menatap Tirta. Bagaimana mungkin ia mampu hidup tanpa Amelia. Jika bicara tentang Amelia semangatnya akan kembali.


"Ayo kita pergi." Ajak Ergan.


"Tunggu! lo nggak mungkin meeting dengan pakaian seperti itu kan?" Tanya Tirta dengan mata menyipit.


Ergan menunduk, menatap penampilannya saat ini. Lengan kemeja terlipat keatas, belum mandi, belum ganti pakaian, dan rambut acak-acakan.


Ergan bergegas ke kamar mandi membersihkan diri. Ia kembali mengingat Amelia, bayangan wajah dan senyumnya selalu terbayang dimatanya.


Tok.. tok.. tok..


"Bos! lo nggak pingsan di dalam kan?" Teriak Ergan setelah mengetuk pintu kamar mandi. Sudah hampir satu jam ia menunggu Ergan tapi belum juga keluar.


Ergan tersadar kemudian segera keluar, menuju tempat tidur, tempat dimana pakaiannya sudah tersedia setelah mandi.


"Ckk." Ergan berdecak saat tidak menemukan pakaiannya di sana. Biasanya setelah mandi ia langsung memakai pakaian yang sudah Amelia letakkan diatas tempat tidur.


"Lo kayak orang ling-lung, nggak jelas gitu!" Ejek Tirta. Dalam situasi seperti ini, mulutnya masih juga berani mengejek bosnya.


Ergan menuju walk in closet, membuka lemari kemudian memakai pakaiannya. Setelah selesai, mereka berangkat menuju tempat meeting.


Ditempat meeting Ergan dan Tirta datang sedikit terlambat, ungtung Mr. Roland tidak mempermasalahkannya karena meeting baru akan dimulai. Ergan meminta maaf pada Mr.Roland karena tidak bisa membawa ikut serta istrinya dengan alasan sedang sakit dan butuh istirahat. Mr. Roland pun mengerti. Semua klien duduk di kursi dan sudah mengajukan proposal harga dan kualitas barang yang mereka tawarkan.


Meeting berjakan dengan lancar selama satu jam, beruntung Ergan dapat memenangkan tender itu.


Ergan dan Tirta dapat bernapas dengan lega, ia dapat mengembalikan kepercayaan klien dan memajukan perusahaannya tanpa bantuan Andreas. Semua itu Ergan lakukan demi Amelia.


Sebelum pulang mereka menikmati makan malam bersama. Ergan terpaksa meskipun tenggorokannya terasa sulit menelan. Ia kepikiran bagaimana keadaan Amelia saat ini. Apakah dia sudah makan? apakah dia kedinginan? dimana dia berteduh saat ini karena hujan mulai turun diluar sana.


"Bos! jangan melamun." Bisik Tirta mengembalikan kesadaran Ergan. Ergan menghentikan makannya kemudian meneguk air minum satu gelas. Makanan lezat dan menggugah selera dihadapannya tidak menarik perhatiannya.


Ia merindukan Amelianya.


"Mr.Roland maaf, kami pulang karena masih ada kerjaan yang harus kami selesaikan." Pamit Tirta. Ia tahu jika Ergan sudah merasa gelisah disana.


"Iya, Silahkan. Selamat sekali lagi Pak Ergan, senang bekerja sama dengan Anda." Ujar Mr.Roland kemudian menjabat tangan Ergan dan Tirta.

__ADS_1


Mereka keluar dari hotel tempat meeting menuju basement, Tirta lebih dulu memhuka pintu untuk Ergan kemudian menuju kursi kemudi.


"Kita ke rumah Mama, Tir." Perintah Ergan.


"Siap Bos!" Tirta mulai menginjak gas dwngan kecepatan sedang menuju rumah Karisma.


"Gawat! Raja singa dibelakang sepertinya mau ngamuk!" Batin Tirta sambil melirik kaca spion atas mobil.


Lima belas menit kemudia mereka tiba dihalaman rumah orang tuanya yang sangat luas. Ergan langsung membuka pintu mobilnya sendiri dan melangkah lebar menuju pintu.


Tirta dapa melihat dengan jelas bagaimana raut wajah Ergan yang memerah menatap tajam kedepan tanpa ekspresi.


Ergan langsung masuk kedalam rumah setelah ART membuka pintu untuknya.


"Silahkan Tuan."


"Dimana Mama?"


"Dikamar Tuan."


Prang! Prang!


Semua barang-barang diruang tamu pecah. Hanya dalam waktu beberapa menit ruang tamu disulap seperti kapal pecah, semua barang-barang berserakan di lantai. Para ART hanya diam menonton, sedangkan Tirta bergidik ngeri di depan pintu, Ia mengambil headset lalu memasang ditelinganya agar tidak mendengar kegaduhan dari dalam rumah.


"Ergan! apa kamu lakukan nak?!" Teriak Karisma histeris saat keluar dari kamarnya. Matanya disuguhkan pemandangan yang meyeramkan. Seumur hidup ia tidak pernah melihat rumahnya seberantakan itu.


Ergan berbalik menatap tajam ke arah Karisma, ingin rasanya ia memaki dan memukul, tapi Karisma adalah Mamanya, wanita yang membesarkannya penuh kasih sayang. Ia tidak akan mungkin setega itu.


Lihatlah penampilan Ergan saat ini, rambut acak-acakan, dasinya turun kebawah, kancing terlepas tiga dan lengannya bajunya digulung keatas. Penampilannya benar-benar menyedihkan jika dibandingkan saat menghadiri meeting tadi.


"Mama yang melakukan apa pada Amelia hingga dia pergi. Apa dia pernah menyakiti Mama hingga Mama tega mengusirnya?" Sentak Ergan membuat Karisma diam di tempat.


Karisma bergeming, ia hampir tidak percaya jika Ergan akan semarah ini padanya. Tapi dalam hati ia sangat senang dan puas karena berhasil mengusir Amelia. Dengan begitu, Ergan akan menerima bantuan dari Andreas dan kembali pada Rania.


Kali ini ide Rania memang berhasil.


"Jawab Mah!" Teriak Ergan sambil menjambak rambutnya sendiri karena frustasi.

__ADS_1


"Syukurlah kalau perempuan itu pergi. itu artinya dia tau diri dimana posisinya seharusnya. Uang memang bisa melakukan segalanya." Batin Karisma, "Sudahlah, lupakan wanita itu, terima bantuan Papa dan kembali pada Rania." Jawab Karisma.


"Sampai kapanpun Ergan nggak akan menerima bantuan Papa dan jangan harap Ergan akan kembali pada Rania. Ergan akan menceraikannya." Tegas Ergan.


"Ergan! kenapa kamu begitu keras kepala, hah? Mama melakukan semua ini demi kebaikanmu."


"Kebaikan macam apa yang Mama maksud? dengan aku kembali bersama Rania?" Ergan menyunggingkan senyum tipis. Ia sudah hampir berhasi mengumpulkan bukti apa saja yang dilakukan Rania diluar sana. Setelah semua bukti cukup, ia akan menceraikannya jika Rania tidak mau menceraikan Ergan.


"Tentu saja, karena ada Aqilah, ingat itu."


"Mama nggak usah khawatir, Aqilah akan tetap menjadi tanggung jawabku. Tapi Rania tidak Mah!"


"Apa yang diberikan perempuan itu hingga kau bertekuk lutut padanya, hah? Wanita itu memilih pergi setelah mendapatkan uang dari Mama. Kamu harus tahu itu" Sengit Karisma menunjuk wajah Ergan agar Ergan sadar jika pilihannya selama ini salah, dan keputusan mereka yang terbaik.


Ergan mengusap wajahnya dengan kasar. Ia mencoba membuka pikiran Karisma yang terus menyudutkan Amelia. Selama menikahi Amelia, Ergan tidak pernah melihat sisi kasar dari Amelia, sikapnya yang lembut dan sabar menghadapi Ergan yang notabennya bersifat keras dan arogan membuat Ergan semakin lunak dan tidak keras padanya. Berbeda pada Rania, mereka sama-sama keras hingga sering menimbulkan perdebatan yang berujung Ergan harus pergi dari rumah agar Aqilah tidak menyaksikan pertengkaran mereka.


"Astaga.. Mah! Apa yang ada di otak Mama? Mama memberikan Amelia cek? dia bukan wanita matre Mah! Selama menikah dengan Ergan dia nggak pernah meminta apapun. Ergan sendiri yang memberikan kemewahan padanya," Ergan menjeda kalimatnya,


"Ini cek yang Mama berikan padanya? Ergan kembalikan!" Ergan mengambil cek disaku jasnya kemudian meletakkan cek itu diatas meja,


"Istriku bahkan pergi tanpa membawa apa-apa. Bagaimana dia hidup diluar sana bersama calon anakku, Mah..!" Lirih Ergan menunduk, tubuhnya lemas duduk disofa, Entah mengapa Ergan merasa jika Amelia sedang mengandung saat ini. Sudah dua bulan Amelia tidak pernah mengeluh sakit perut akibat sedang datang bulan.


"Semoga saja Amelia benar-benar hamil agar dia kembali padaku. Tunggu aku sayang..! aku akan menemukanmu dimanapun kamu berada." Batin Ergan.


"Apa? Amelia hamil?" Gumam Karisma, ia langsung merasa bersalah jika Amelia benar-benar hamil. Betapa jahatnya dirinya karena telah mengusir calon cucunya.


"Maaf jika Ergan mengecewakan harapan Mama untuk meninggalkan Amelia. Tapi Ergan akan mencari istri Ergan, sampai kapanpun Amelia tetap istri Ergan. Sampai Ergan mati pun, tidak ada yang bisa mengubah itu, Ergan pergi Mah!"


Ergan bangkit kemudian keluar dari rumah. Ia langsung masuk ke dalam mobil Bantley hitam miliknya karena Tirta sudah membuka pintu mobil untuknya.


"Kita cari Istriku, Tir." Perintah Ergan saat mereka berada didalam mobil.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2